

inNalar.com – Lahan kosong seluas 230 hektare di Kota Banda Aceh pada tahun 1943 lalu diubah Pemerintah Jepang jadi bandara kelas internasional.
Sebenarnya bandara ini dulunya juga pernah difungsikan sebagai basis pengiriman berbagai obat untuk menangani korban Gempa bumi di Samudera Hindia pada 2004 lalu.
Pada masa pemerintahan Jepang, bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 1400 meter.
Baca Juga: 23 Km dari Yogyakarta, Pasar Tradisional di Surakarta Ini Namanya Berasal dari Suara Kereta Api!
Diketahui jika lebar dari landasan pacu bandara tersebut sendiri seluas 30 meter, yang membentuk huruf T yang memanjang.
Nama dari bandara ini saat masa pemerintahan Jepang dulunya masih bernama Bandara Blang Bintang.
Namun setelah Indonesia merdeka namanya sudah mulai diganti dengan nama yang berbeda lagi.
Pemerintah Indonesia membuka lagi bandara peninggalan Jepang tersebut guan pendaratan pesawat di wilayah Banda Aceh.
Pada tahun 2009 lalu, panjang landasan pacu di badara ini akhirnya diperpanjang hingga 3000 meter dan lebarnya sekitar 45 meter.
Selain itu di waktu yang bersamaan, di bandara tersebut juga dibangun kembali terminal baru untuk menggantikan terminal lama yang dinilai sudah tak layak pakai.
Pada tahun 2009 tersebut pengembangan bandara di Banda Aceh tersebut secara resmi ditetapkan oleh Presiden ke-6 RI, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono.
Jumlah anggaran yang diperlukan untuk membangun bandara internasional di Banda Aceh tersebut kurang lebih adalah Rp 1,8 triliun.
Bandara yang dimaksud dari beberapa penjelasan di atas adalah Bandara Sultan Iskandar Muda yang berada di Provinsi Banda Aceh.
Bandara ini ditetapkan sebagai salah satu bandara di Indonesia yang bertaraf internasional.
Selain itu pada tahun 2016 lalu, bandara Sultan Iskandar Muda di Banda Aceh secara resmi mendapatkan predikat Bandara Terbaik Dunia.
Yang masuk dalam kategori bandara untuk wisatawan halal di Dunia, Halal Tourism Awards Faris 2016.
Lokasi dari bandara itu sendiri berada di Blang Bintang yang ada di daerah Aceh Besar.
Pemilik dari Bandara Sulatan Iskandar Muda Banda Aceh adalah PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero).
Sedangkan Pengelolaan bandara yang meraih predikat terbaik di dunia tersebut adalah PT Angkasa Pura II.***