Kunker ke Portugal, Menteri PUPR Intip Penggalian Proyek ‘Terowongan Drainase Raksasa’ yang Diramalkan Mampu Cegah Banjir

inNalar.com – Basuki Hadimuljono merupakan seorang Menteri PUPR RI yang tidak hanya memiliki kunjungan kerja di Indonesia.

Akan tetapi juga ke luar negeri seperti Portugal. Pada kunjungan kerja ke negara tersebut, ia didampingi langsung oleh Rudy Alfonso selaku Duta Besar RI untuk Portugal.

Menteri Basuki melihat langsung proyek yang bernama “Terowongan Drainase Raksasa” di Lisbon, Campolide, Portugal.

Baca Juga: Penjualannya Turun 22 Persen, PT Satyamitra Kemas Lestari Targetkan Pembangunan Pabrik di Batang Selesai 2024

Dilansir inNalar.com dari laman PUPR, proyek ini dibangun selepas adanya bencana banjir pada akhir Desember tahun 2022 lalu.

Tidak heran jika kehadiran proyek tersebut memiliki fungsi utama dalam mencegah air hujan mencapai area daratan rendah yang menjadi penyebab banjir.

Basuki meninjau langsung proses penggalian terowongan yang memanfaatkan Tunnel Boring Machine atau TMB.

Baca Juga: Biaya Proyek Neom City Tembus Rp7.500 Triliun, Arab Saudi Bakal Babat ‘Pulau Sengketa’ Demi Wujudkan Kawasan Surga Dunia Baru

Adapun panjang proyek tersebut mencapai 6 km dengan 2 sistem berbeda.

Masing-masing yaitu sistem Chelas dengan ukuran 1 km serta siistem Alcantara sepanjang 5 km.

Nantinya terowongan dengan diameter 5,5 meter sampai 6,5 meter ini akan mengalirkan air hujan mulai dari hulu yang ada di Kota Lisbon.

Baca Juga: Kuras Rp43,802 Miliar, Proyek Revitalisasi Bendungan di Jawa Barat Ini Diramalkan Mampu Tangkal Banjir hingga 73 Persen

Kemudian dialirkan hingga kembali menuju hilir yaitu Sungai Tagus.

Apabila volume air telah terkumpul sebagian, maka akan diolah terlebih dahulu agar nantinya tidak mencemari area sungai.

Hal ini berarti proyek tersebut akan menimbulkan siklus pengaliran air hujan sekaligus pengolahan air limbah secara bersamaan secara tersistem.

Ternyata, proyek terowongan drainase serupa juga telah dibuat di Jakarta.

Adapun pembangunannya berfungsi untuk meminimalisir terjadinya banjir yang sering terjadi di Sungai Ciliwung.

Baca Juga: Arab Saudi – Mesir Cuma 30 Menit, Jembatan King Salman Senilai 4 Miliar USD Ini Bakal Jadi Simbol Persahabatan Negara Teluk dan Afrika Utara, tapi…

Terowongan drainase tersebut dibuat untuk mengalirkan debit banjir hingga 60 m3 per detik.

Air yang sudah mengalir dari Sungai Ciliwung kemudian diarahkan menuju Kanal Banjir Timur lewat sebuah terowongan.

Adapun terowongan tersebut memiliki diameter 3,5 meter serta panjang 1,2 km.

Terlebih proyeknya sendiri juga telah rampung dan diresmikan oleh Presiden Jokowi sejak 2023 lalu.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]