

inNalar.com – Pemerintah saat ini sedang kejar-kejaran untuk mengatasi masalah macet di berbagai kota.
Pada kunjungan kerjanya di Kab. Purworejo, Jawa Tengah, Presiden Jokowi melakukan peresmian 4 terminal bus tipe A secara hibrid pada 2 Desember 2024.
Sebanyak empat terminal bus ini terdiri dari Terminal Purworejo di Kab. Purworejo, Jawa Tengah dengan biaya sebesar Rp35 miliar.
Kemudian ada Terminal Mendolo di Kab. Wonosobo, Jawa Tengah dengan dana pembangunan sekitar Rp20 miliar.
Lalu Terminal Puroboyo di Kota Madiun, Jawa Timur yang menelan anggaran sekitar Rp30 miliar serta Terminal Patria di Kota Blitar, Jawa Timur dengan biaya yang dihabiskan Rp66,6 miliar.
Melansir dari Laman Sekretariat Kabinet, Presiden Jokowi mengapreasiasi selesainya pembangunan 4 terminal yang menelan total biaya mencapai Rp151,6 miliar tersebut.
Ia yakni bahwa ke depannya keempat terminal tersebut dapat mendukung sarana dan prasarana transportasi di wilayah tersebut.
Selain itu, pembangunan ini juga ditujukan untuk meningkatkan konektivitas antar kota, kabupaten, hingga provinsi.
Pembangunannya diharapkan juga dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar.
Presiden menjelaskan jika dahulu terminal bus erat kaitannya dengan preman. Akan tetapi kini harus dihilangkan.
Hal ini karena terminal adalah area pelayanan yang juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi termasuk UMKM agar terlibat di dalamnya.
Presiden mendorong agar pembangunan ini bukan hanya dilakukan di Pulau Jawa saja akan tetapi juga beberapa daerah lainnya di Indonesia.
Hal ini agar setiap terminal mempunyai standar pelayanan sekaligus fasilitas yang sama.
Kepala Negara juga mengungkapkan bahwa pembangunan sarana dan prasarana pendukung transportasi massal ini sebenarnya tidak mudah dilakukan.
Akan tetapi, presiden tetap memandang ke depan transportasi massal ini nantinya bisa membangun konektivitas antar setiap daerahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa di Jakarta sekarang ini sudah hadir MRT walaupun masih belum selesai.
Terdapat pula LRT hingga KRL yang menurutnya masih belum cukup. Adapun kereta cepat tetapi juga masih hanya sebatas di Bandung saja.
Presiden menyebutkan bahwa saat ini pemerintah sedang kejar-kejaran dnegan kemacetan di berbagai kota Tanah Air.
Itulah mengapa pemerintah harus berani membangun sarana dan prasarana yang mendukung ketersediaan transportasi umum atau transportasi massal.
Sementara itu, Maidi selaku Wali Kota Madiun yang juga menghadiri acara peresmian ini berharap agar revitalisasi Terminal Puroboyo Madiun dapat memberikan dampak baik kepada masyarakat sekitar.
Menurutnya, kehadiran terminal ini sangat penting dalam menyambung konektivitas antar kabupaten dan kota di sekitar Madiun.***