

inNalar.com – 6 Agustus 1945, merupakan masa kelam bagi Jepang. Bom atom pertama di dunia dijatuhkan oleh Amerika tepat di atas kota Hiroshima, Jepang.
Hiroshima merupakan prefektur industri yang terletak sekitar 804 kilometer dari Tokyo dan menjadi target pertama atas jatuhnya bom uranium-235 seberat lebih dari 4 ton yang dimuat dalam pesawat B-29.
Pesawat tersebut menjatuhkan bom dengan sebutan Little Boy menggunakan parasut dan meledak di atas Hiroshima.
Baca Juga: Beras Bansos di Depok, Polda Metro Mulai Penyidikan Tentang Penemuan Ini
Ledakan tersebut menewaskan sekitar 80.000 jiwa dalam seketika, dan diperkirakan sebagiannya mati karena terpapar radiasi.
Hancurnya Hiroshima rupanya gagal membuat Jepang menyerah sehingga pada 9 Agustus 1945, Mayor Charles Sweeney menjatuhkan bom kedua menggunakan B-29 di atas kota Nagasaki menggunakan bom plutonium dengan julukan Fat Man.
Tragedi tersebut menewaskan sekitar 40.000 jiwa. Area kerusakan yang diakibatkan oleh bom tersebut bisa dibilang tidak seluas Hiroshima, karena secara topografi Nagasaki terletak di lembah sempit di antara pegunungan.
Pada 15 Agustus 1945, Kaisar Hirohito mengumumkan melalui radio bahwa negaranya menyerah. Berita tersebut menyebar dengan cepat, dan Amerika Serikat serta negara-negara sekutunya melakukan perayaan yang dikenal sebagai Victory in Japan atau “V-J Day”.
Baca Juga: Polres Bekasi Melayani Vaksin Booster Setiap Hari, Demi Daya Tahan Tubuh Warga
Kemudian Jepang melakukan penyerahan secara resmi yang ditandatangani pada 2 September 1945 di atas kapal perang AS Missouri.
Besarnya tingkat kehancuran termasuk infrastruktur dari kedua kota tersebut musnah, jumlah korban tewas dari tragedi Hiroshima dan Nagasaki tidak bisa dihitung dengan pasti. Diperkirakan ada sekitar 70.000 hingga 135.000 korban jiwa di Hiroshima, dan 60.000 hingga 80.000 korban jiwa di Nagasaki.
Korban meninggal dikarenakan terkena ledakan secara langsung dan efek samping radiasi dalam jangka panjang.
Baca Juga: Rekomendasi Buku Terbaik Tentang Self Improvement, Pencinta Buku Wajib Baca!
Kini Hiroshima telah pulih dari segala keterpurukan. Hiroshima yang dulunya merupakan distrik industri dan hancur oleh bom atom, kini menjadi Taman Peringatan Damai, salah satu destinasi wisata kota bersejarah yang dapat dikunjungi.
Pada Taman Peringatan Damai terdapat Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima dan beberapa monumen serta tugu peringatan untung mengenang pahitnya tragedi bom di Hiroshima.
Tugu peringatan perdamaian di Hiroshima
Taman ini terlihat sangat indah dengan banyaknya tanaman yang tumbuh dan terawat. Selain itu, di taman ini kerap diadakan upacara peringatan damai Hiroshima yang rutin diadakan pada 6 Agustus tiap tahunnya.
Monumen yang menjadi ikon Hiroshima saat ini adalah Genbaku Dome-mae atau disebut juga Kubah Bom Atom.
Baca Juga: Laga Piala Asia 2023, AFC Akan Kunjungi Indonesia pada 1 sampai 4 September, Apa yang Dibahas?
Genbaku Dome-mae atau Kubah Bom Atom di Hiroshima
Kubah Bom Atom adalah bangunan Aula Promosi Industri Prefektur yang terkena dampak jatuhnya bom atom Hiroshima dan sebagian bangunannya masih berdiri kokoh. Bangunan ini sudah masuk ke dalam daftar warisan dunia UNESCO sejak 1996 dan menjadi daya tarik wisatawan.
Hiroshima yang pernah hancur oleh bom, kini berubah menjadi tempat indah sebagai destinasi wisata. Lokasi ini dijadikan sebuah peringatan bahwa Hiroshima pernah menjadi korban dari kejamnya perang dunia kedua dan diharapkan tidak akan lagi terulang tragedi yang sama di masa depan.***

inNalar.com – 6 Agustus 1945, merupakan masa kelam bagi Jepang. Bom atom pertama di dunia dijatuhkan oleh Amerika tepat di atas kota Hiroshima, Jepang.
Hiroshima merupakan prefektur industri yang terletak sekitar 804 kilometer dari Tokyo dan menjadi target pertama atas jatuhnya bom uranium-235 seberat lebih dari 4 ton yang dimuat dalam pesawat B-29.
Pesawat tersebut menjatuhkan bom dengan sebutan Little Boy menggunakan parasut dan meledak di atas Hiroshima.
Baca Juga: Beras Bansos di Depok, Polda Metro Mulai Penyidikan Tentang Penemuan Ini
Ledakan tersebut menewaskan sekitar 80.000 jiwa dalam seketika, dan diperkirakan sebagiannya mati karena terpapar radiasi.
Hancurnya Hiroshima rupanya gagal membuat Jepang menyerah sehingga pada 9 Agustus 1945, Mayor Charles Sweeney menjatuhkan bom kedua menggunakan B-29 di atas kota Nagasaki menggunakan bom plutonium dengan julukan Fat Man.
Tragedi tersebut menewaskan sekitar 40.000 jiwa. Area kerusakan yang diakibatkan oleh bom tersebut bisa dibilang tidak seluas Hiroshima, karena secara topografi Nagasaki terletak di lembah sempit di antara pegunungan.
Pada 15 Agustus 1945, Kaisar Hirohito mengumumkan melalui radio bahwa negaranya menyerah. Berita tersebut menyebar dengan cepat, dan Amerika Serikat serta negara-negara sekutunya melakukan perayaan yang dikenal sebagai Victory in Japan atau “V-J Day”.
Baca Juga: Polres Bekasi Melayani Vaksin Booster Setiap Hari, Demi Daya Tahan Tubuh Warga
Kemudian Jepang melakukan penyerahan secara resmi yang ditandatangani pada 2 September 1945 di atas kapal perang AS Missouri.
Besarnya tingkat kehancuran termasuk infrastruktur dari kedua kota tersebut musnah, jumlah korban tewas dari tragedi Hiroshima dan Nagasaki tidak bisa dihitung dengan pasti. Diperkirakan ada sekitar 70.000 hingga 135.000 korban jiwa di Hiroshima, dan 60.000 hingga 80.000 korban jiwa di Nagasaki.
Korban meninggal dikarenakan terkena ledakan secara langsung dan efek samping radiasi dalam jangka panjang.
Baca Juga: Rekomendasi Buku Terbaik Tentang Self Improvement, Pencinta Buku Wajib Baca!
Kini Hiroshima telah pulih dari segala keterpurukan. Hiroshima yang dulunya merupakan distrik industri dan hancur oleh bom atom, kini menjadi Taman Peringatan Damai, salah satu destinasi wisata kota bersejarah yang dapat dikunjungi.
Pada Taman Peringatan Damai terdapat Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima dan beberapa monumen serta tugu peringatan untung mengenang pahitnya tragedi bom di Hiroshima.
Tugu peringatan perdamaian di Hiroshima
Taman ini terlihat sangat indah dengan banyaknya tanaman yang tumbuh dan terawat. Selain itu, di taman ini kerap diadakan upacara peringatan damai Hiroshima yang rutin diadakan pada 6 Agustus tiap tahunnya.
Monumen yang menjadi ikon Hiroshima saat ini adalah Genbaku Dome-mae atau disebut juga Kubah Bom Atom.
Baca Juga: Laga Piala Asia 2023, AFC Akan Kunjungi Indonesia pada 1 sampai 4 September, Apa yang Dibahas?
Genbaku Dome-mae atau Kubah Bom Atom di Hiroshima
Kubah Bom Atom adalah bangunan Aula Promosi Industri Prefektur yang terkena dampak jatuhnya bom atom Hiroshima dan sebagian bangunannya masih berdiri kokoh. Bangunan ini sudah masuk ke dalam daftar warisan dunia UNESCO sejak 1996 dan menjadi daya tarik wisatawan.
Hiroshima yang pernah hancur oleh bom, kini berubah menjadi tempat indah sebagai destinasi wisata. Lokasi ini dijadikan sebuah peringatan bahwa Hiroshima pernah menjadi korban dari kejamnya perang dunia kedua dan diharapkan tidak akan lagi terulang tragedi yang sama di masa depan.***