Kampung Mati di Wonogiri Suasananya Bikin Ngeri, Warga Hanya Boleh Berkegiatan di Siang Hari!

inNalar.com – Tidak semua perkampungan atau pedesaan ini ramai akan penduduk.

Bukan hanya karena banyak yang pergi merantau atau juga karena pindah, tetapi ada beberapa faktor lainnya.

Seperti tempat satu ini yang warganya sengaja meninggalkan dan tidak ditempati lagi.

Baca Juga: Menilik Kecantikan Wanita Dayak yang Mulai Sirna, Tampil Cantik dengan Telinga Panjang

Berlokasi di pegunungan Gajah Mungkur Wonogiri, namanya ialah Kampung Kopen Lama bagian dari Desa Bero Mangaran.

Desa Bero yang sebagiannya adalah pegunungan yang terletak 24 kilometer sebelah barat dari Kota Wonogiri.

Memiliki 12 Dusun tersebut Kampung Kopen menjadi dusun yang paling tua dan menjadi pemukiman pertama di Desa Bero.

Baca Juga: Pemukiman Terkumuh dan Terpadat di Asia Tenggara Bukan di Indonesia Tapi di Negara Ini

Sering disebut sebagai Kampung Kopen Lama juga dikenal karena sangat subur dan sumber air yang melimpah.

Pada awalnya kampung ini dihuni sekitar 70 kepala keluarga, setelah itu secara bertahap warga mulai meninggalkannya.

Hingga puncaknya yaitu pada tahun 2012 terjadi sebuah musibah tanah longsor menimpa Kampung Kopen.

Baca Juga: Dikenal Penghasil Warteg, Tegal Juga Jadi Cikal Bakal Martabak: Pelopornya Saudagar India dari Kampung Ini

Tanah longsor ini mengakibatkan sejumlah warga terkubur, ada juga yang selamat dan dipindahkan ke Kampung lain.

Dipindahkan ke Kampung Kopen Baru dan ada juga yang pindah ke dusun dusun yang lain.

Hal tersebut membuat Kampung Kopen Lama menjadi kampung mati.

Baca Juga: Warisan Tradisi Ekstrem Desa di Pelosok Maluku: Saling Pukul dengan Sapu hingga Berdarah

Kampung mati senditi merupakan istilah yang digunakan untuk menyebutkan perkampungan yang sudah jarang dihuni.

Dan biasanya ditinggalkan karena berbagai alasan seperti akses jalan yang susah, perubahan ekonomi atau juga sosialnya.

Dari situlah mereka memutuskan untuk pindah dan meninggalkan kampung tersebut.

Baca Juga: Pulau Terpencil di Dunia, Daratan 121 KM Persegi yang Penghuninya Hidup dari Kasih Sayang Inggris

Bahkan seperti sekolah SD sudah tidak terpakai lagi, sudah tidak ada muridnya dan dipindahkan di dusun lain.

Dengan pindahnya mereka ke kampung lain bukan berarti aktivitas di tempat asalnya berhenti begitu saja.

Warga Kopen masih tetap melakukan kegiatan sehari harinya, untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Seperti membajak sawah, mencari rumput untuk pakan ternak dan aktivitas lainnya dikerjakan seperti biasanya.

Untuk tempat tinggal yang dulu dijadikan sebagai gubuk untuk beristirahat, menyimpan hasil panen dan atau kandang peternakan.

Ada beberapa bangunan yang sudah hancur tidak layak huni dan aja juga yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.

Rumah warga dan masjid yang masih digunakan untuk beribadah sampai serakarang.

Masih terdapat aktivitas dan banyak warga yang menghabiskan waktunya di kampung lamanya.

Jadi ketika sore mereka akan kembali ke kampung barunya masing-masing untuk beristirahat.

Dengan diberikannya lahan baru oleh pemerintah diberi bantuan. Dapat sedikit membantu warga Kampung Kopen Lama.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]