

inNalar.com – Kado spesial dari Presiden Prabowo untuk membuat guru honorer di seluruh Indonesia bakal dapat rejeki nomplok menjelang HUT ke-80 RI pada 17 Agustus 2025.
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Kemendidasmen untuk memberikan apresiasi nyata kepada para guru non-ASN melalui program revitalisasi sekolah dan penyaluran insentif.
Langkah ini menjadi fondasi utama untuk mewujudkan pendidikan berkualitas dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Merespon hal itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyatakan dukungannya atas komitmen Presiden Prabowo dan Wapres Gibran dalam memajukan pendidikan nasional.
Adapun program revitalisasi dan renovasi sekolah akan diluncurkan secara masif tahun ini.
Mengutip laman indonesia.go.id pada Jumat (8/8/2025), pemerintah sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk memperbaiki 13.763 sekolah, meningkat 32,4 persen dibanding tahun sebelumnya.
Baca Juga: SKB Tiga Menteri Tegaskan 18 Agustus Bukan Libur Nasional
Kado HUT RI dari presiden untuk guru tak hanya menciptakan ruang belajar yang layak, tetapi juga membuka 422.000 lapangan kerja lokal guna mempercepat pemulihan ekonomi daerah.
Digitalisasi pendidikan melalui penyediaan Interactive Flat Panel (IFP), layar sentuh interaktif mendorong metode belajar yang lebih modern dan kolaboratif di kelas.
Selain pembangunan infrastruktur, perhatian juga diberikan pada kesejahteraan guru. Tahun ini, pemerintah menyediakan insentif pendidikan bagi 12.500 guru melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di 112 perguruan tinggi, dengan anggaran mencapai Rp37,5 miliar.
Baca Juga: Dibalik Abolisi Tom Lembong, Jokowi Buka Suara soal Kebijakan Impor Gula yang Memanas
Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, pemerintah telah menyalurkan insentif bulanan sebesar Rp300.000 kepada 341.248 guru honorer selama tujuh bulan berturut-turut.
Hingga awal Agustus 2025, realisasi program kado HUT RI dari presiden untuk guru ini telah mencapai 85 persen, dengan total dana tersalurkan sebesar Rp716 miliar.
Tak hanya itu, 253.407 guru PAUD non-formal juga menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pendidik di jalur pendidikan nonformal.
Mulai Maret 2025, skema penyaluran tunjangan sertifikasi guru mengalami perubahan signifikan.
Pemerintah kini mentransfer tunjangan tersebut langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulan, menggantikan sistem sebelumnya yang disalurkan per triwulan melalui pemerintah daerah.
Kebijakan ini bertujuan mempercepat pencairan dan menjamin transparansi. Per 5 Agustus 2025, realisasi penyaluran tunjangan bulanan telah mencapai 97,4 persen, mencerminkan efektivitas kebijakan baru.
Untuk memperkuat kompetensi guru, Kemendikdasmen menghadirkan pelatihan bertema deep learning, coding, kecerdasan buatan, bimbingan konseling, kepemimpinan sekolah, hingga pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Langkah ini ditujukan untuk mencetak guru-guru unggul yang siap menjawab tantangan pendidikan di era digital.
Mendikdasmen turut memberi apresiasi kepada guru sebagai ujung tombak transformasi pendidikan. “Kemajuan pendidikan ada di tangan guru yang berkualitas dan sejahtera,” ujar Abdul Mu’ti.***(Farida Fakhira)