Jadwal Final Piala Dunia 2026: Jam Tayang, Live Streaming dan Prediksi Laga

Jadwal Piala Dunia 2026 hari ini tinggal menyisakan tim-tim terbaik yang siap bertarung di partai puncak. Bagi anda yang tidak ingin melewatkan momen bersejarah ini, simak jadwal final Piala dunia 2026 terlengkap beserta jam tayang dan platform streaming resminya dalam artikel ini.

Sejumlah empat tim terbaik di Piala Dunia 2026 telah mengamankan satu tiket di babak semifinal Piala Dunia 2026. Mereka adalah Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina.

Timnas Prancis berhasil menancapkan benderanya di semifinal Piala Dunia 2026 setelah menang meyakinkan atas Maroko di babak sebelumnya.

Pertandingan babak delapan besar Prancis vs Maroko tersaji di Stadion Boston, Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat, Jumat (10/07/2026).

Gol dari Kylian Mbappe di menit ke-60 dan Ousmane Dembele di menit ke-66 mengantarkan Les Bleus, julukan Timnas Prancis, mengalahkan Maroko dengan skor 2-0.

Melansir dari Squawka, Kylian Mbappe menjadi pemain termuda sepanjang sejarah yang mencatatkan 20 penampilan di Piala Dunia pada duel Prancis kontra Maroko, yakni pada usia 27 tahun 201 hari.

Selain itu, Mbappe setara dengan Hugo Lloris dalam hal jumlah penampilan terbanyak di Timnas Prancis, yakni 20 penampilan.

Pemain kelahiran Paris pada 20 Desember 1998 itu juga mencatatkan namanya sebagai pemain pertama yang berkontribusi dalam 100 gol bagi Timnas Prancis, dengan rincian 64 gol dan 36 assist.

Pada babak empat besar nanti, Prancis bakal menghadapi Timnas Spanyol, yang meraih kemenangan 2-1 atas Belgia.

Dua gol kemenangan Spanyol tercipta berkat Fabian Ruiz (30′) dan Mikel Merino (88′). Sementara gol semata wayang Belgia lahir dari tandukan Charles De Ketelaere di menit ke-30.

Menariknya, gol Merino diciptakan hanya dua menit setelah masuk lapangan, mengingat ia baru dimasukkan oleh sang pelatih, Luis de la Fuente, pada menit ke-86 untuk menggantikan Dani Olmo.

Catatan itu pula yang menjadikan Mikel Merino sebagai pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak gol kemenangan dalam dua pertandingan babak gugur yang berbeda sebagai pemain pengganti, menurut Squawka.

Prediksi Final Piala Dunia 2026

Prancis Vs Spanyol

Pertandingan Timnas Prancis vs Spanyol dijadwalkan berlangsung di Stadion Dallas, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Rabu (15/07/2026) pukul 02.00 WIB.

Menurut catatan Flashscore, Spanyol unggul dengan meraih tiga kemenangan dari lima pertemuan terakhir menghadapi Prancis, sedangkan sisanya berakhir seri.

Dua kemenangan di antaranya didapatkan saat Spanyol melawan Prancis di semifinal Euro 2024 (2-1), dan Semifinal UEFA Nations League 2025 (5-4).

Kendati demikian, Prancis adalah tim yang memuncaki daftar Ranking FIFA per Senin (13/7/2026) dengan 1948,97 poin.

Tim besutan Didier Deschamps itu disusul oleh Argentina yang mengoleksi 1943,47 poin di ranking 2. Kemudian Spanyol di peringkat (1934,79) dan Inggris di urutan keempat (1889,42).

Dengan demikian, laga Prancis kontra Spanyol diprediksi akan berjalan sengit. Apalagi, kedua tim akan sama-sama diuji di babak semifinal, mengingat Prancis negara paling produktiv dalam mencetak gol (16 gol).

Di sisi lain, Spanyol tim yang paling sedikit kebobolan, yakni satu gol, hingga babak delapan besar Piala Dunia 2026.

“Kami adalah satu-satunya yang mengalahkan mereka dua kali berturut-turut,” ungkap pelatih Timnas Spanyol, Luis de La Fuente, dikutip dari Reuters pada Senin (13/7/2026)

“Namun, pertandingan ketiga ini akan sangat berbeda. Ini adalah dua tim tingkat tinggi yang akan saling berhadapan.”

Konate Tegaskan Prancis Tak Gentar Hadapi Spanyol

Di sisi lain, bek Timnas Prancis, Ibrahima Konate menyadari kualitas yang dimiliki oleh Spanyol, tetapi ia tak gentar untuk menghadapi lawannya tersebut.

“Anda tidak boleh takut pada siapa pun. Kami sekarang akan mempersiapkan diri sebaik mungkin dan berharap hasil akhirnya akan menguntungkan kami,” kata Konate.

Menghadapi partai krusial ini, Prancis dituntut untuk menemukan formula yang tepat guna membongkar barisan pertahanan paling efektif di kompetisi ini.

Selain itu, lini belakang yang dikawal oleh Dayot Upamecano dan William Saliba juga harus bekerja keras meminimalisir ancaman dari pergerakan Lamine Yamal di sektor sayap.

Meski menyadari bahaya tersebut, Ibrahima Konate menegaskan bahwa timnya tidak akan menaruh penjagaan eksklusif hanya pada satu pemain saja.

“Spanyol adalah tim yang luar biasa, dengan banyak kualitas individu, jadi kami tidak akan hanya fokus pada satu pemain meskipun Lamine (Yamal) adalah pemain hebat,” lanjutnya.

“Kami tetap rendah hati, kami tidak akan terjebak dalam perangkap itu,” tutup pemain yang memutuskan Real Madrid.

Lacroix Sadar Kualitas Spanyol

Koleganya di jantung pertahanan, Maxence Lacroix, juga menyuarakan pandangan yang senada mengenai kekuatan lawan dan ambisi tim.

“Saya tidak akan mengatakan ‘takut’ tetapi kami menyadari kualitas mereka,” timpal rekan Konate di Timnas Prancis, Maxence Lacroix.

“Mereka telah memenangkan semua pertandingan mereka (kecuali hasil imbang 0-0 melawan Tanjung Verde di grup), jadi kami menghormati mereka. Mereka memiliki pemain berkualitas tinggi tetapi kami ingin menang,” pungkasnya.

Sports Mole memprediksi pertandingan Prancis melawan Spanyol akan berakhir dengan skor 1-1 hingga babak pertambahan waktu (extra time). Kemudian babak adu penalti akan dimenangkan oleh Les Bleus.

Sementara Whoscored memilih Prancis sebagai pemenang atas Spanyol dengan skor akhir 2-1.

Mengacu pada dua prediksi di atas, Timnas Prancis merupakan tim yang akan melaju ke final Piala Dunia 2026.

Inggris Vs Argentina

Partai lain di babak semifinal Piala Dunia 2026 tidak kalah seru karena mempertemukan tim ranking dua FIFA, Argentina, dan Inggris, ranking empat.

Pertandingan Inggris vs Argentina bakal berlangsung di Stadion Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Kamis (16/07/2026) pukul 02.00 WIB.

Timnas Inggris melangkahkan kakinya ke babak semifinal Piala Dunia 2026 usai menang dramatis 2-1 atas Norwegia.

The Vikings, julukan Norwegia, sejatinya unggul lebih dulu melalui gol Andreas Schjelderup di menit ke-36. Namun, Inggris mampu membalikkan keadaan berkat brace atau dua gol Jude Bellingham (45+2′ dan 93).

Sementara itu, Timnas Argentina melangkah ke babak empat besar setelah mengandaskan Swiss dengan skor 3-1.

Skuad berjuluk La Albiceleste tersebut membuka keunggulan lewat gol Alexis Mac Allister pada menit ke-10.

Akan tetapi, Lionel Messi dan kawan-kawan sempat kebobolan pada menit ke-67 oleh aksi penyerang sayap Swiss, Dan Ndoye.

Keuntungan berpihak kepada Argentina setelah pemain Swiss, Breel Embolo, menerima hukuman kartu kuning kedua pada menit ke-72 akibat menjatuhkan diri secara sengaja (diving).

Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh tim nasional Argentina untuk mencetak dua gol tambahan penentu kemenangan melalui Julian Alvarez pada menit ke-112 dan Lautaro Martinez pada menit ke-120+1.

Argentina akan mengenakan seragam tandang berwarna biru tua di babak semifinal. Di sisi lain, Inggris menggunakan jersey putih polos.

Sepanjang turnamen ini, skuad berjuluk La Albiceleste tersebut baru satu kali menggunakan seragam berwarna gelap, tepatnya ketika mereka menang 3-1 atas Yordania pada babak penyisihan grup.

Meskipun pemilihan pakaian ini kemungkinan didasarkan pada regulasi turnamen, media massa di Argentina menduga ada unsur takhayul di baliknya.

Hal tersebut dikarenakan seragam biru tua sangat identik dengan sejarah kemenangan ikonis Argentina atas Inggris pada ajang Piala Dunia edisi 1986 dan 1998.

Pada babak perempat final tahun 1986, Argentina berhasil menaklukkan skuad The Three Lions dengan skor 2-1 melalui momen bersejarah gol “Tangan Tuhan” dari Diego Maradona.

Selain itu, mereka juga sukses menyingkirkan rival abadinya tersebut melalui babak adu penalti pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 di Prancis.

Pengakuan Scaloni

Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, menyadari bahwa anak asuhnya sempat kerepotan menghadapi tekanan dan gaya permainan fisik dari kubu lawan.

Ia juga mengakui bahwa keberhasilan Argentina menembus babak selanjutnya turut dipengaruhi oleh momentum menguntungkan saat kubu Swiss harus bermain dengan sepuluh orang akibat kartu merah, yang akhirnya memicu timnya untuk berani membombardir pertahanan lawan.

“Kami harus banyak berjuang. Kami tahu mereka adalah tim yang kuat secara fisik dan itu memberi kami banyak masalah,” kata Scaloni.

“Hari ini kami beruntung karena salah satu pemain mereka diusir dari lapangan. Kami bisa bermain lebih baik, tetapi mencapai semifinal adalah pencapaian yang besar.”

Mengenai pertemuan dengan Inggris di babak empat besar Piala Dunia 2026, Scaloni mengaku tak khawatir.

“Tidak masalah apakah itu Inggris atau Norwegia. Kita akan menghadapi tim yang bermain sangat baik dan memiliki pelatih hebat,” tegas pelatih berusia 48 tahun itu.

Tuchel Sebut Argentina Tim yang Pantang Menyerah

Di sisi lain, Thomas Tuchel selaku pelatih Timnas Inggris menganggap Argentina sebagai tim yang pantang menyerah meskipun telah tertinggal lebih dulu.

Hal itu terbukti pada pertandingan Timnas Argentina di babak 32 besar ketika menang dramatis atas Cape Verde (3-2). Serta, saat membalikkan keadaan dengan kemenangan 3-2 atas Mesir di babak 16 besar.

“Mereka menolak untuk menyerah. Mereka menolak untuk menerima kekalahan. Mereka mengatasi kemunduran. Mereka bekerja keras. Tidak ada satu pun keluhan, bahkan 1%, tentang hal itu,” kata Tuchel.

“Mengatasi kesulitan dan menemukan cara untuk menang adalah hal yang berada di level tertinggi. Kami menemukan caranya, kami berada di babak semifinal, dan itu yang terpenting. Tapi saya masih berpikir kami bisa dan harus bermain sepak bola lebih baik.”

“Penampilan kelas dunia dari pemain kelas dunia di momen-momen yang sangat penting. Benar-benar kelas atas,” pungkasnya.

Sementara bagi Lionel Messi pertandingan menghadapi Inggris menjadi yang pertama kalinya sepanjang membela Timnas Argentina.

Pemain kelahiran Rosario pada 24 Juni 1987 itu sudah bertanding melawan Brasil, Uruguay, Jerman, Italia, Spanyol, dan Prancis.

Momen terdekat baginya untuk melawan tim tersebut terjadi pada laga persahabatan di Jenewa pada November 2005 silam, yang juga menjadi pertemuan terakhir antara kedua kesebelasan.

Kala itu, Argentina harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 3-2.

Gol balasan dari Hernan Crespo dan Walter Samuel tidak cukup untuk mengungguli sumbangan gol Wayne Rooney dan sepasang gol dari Michael Owen.

Akan tetapi, pada laga tersebut Messi harus absen lantaran mendapatkan hukuman kartu merah pada debut internasionalnya kontra Hungaria di awal tahun yang sama.

Messi Kagum ke Timnas Inggris

Lionel Messi memberikan pandangannya terkait tim lawan. Hal ini diutarakannya kepada awak media usai kemenangan 3-1 yang diraih Timnas Argentina atas Swiss pada babak perempat final di hari Sabtu.

“Ini istimewa karena mereka tim yang hebat, tim yang tangguh, dan selalu menyenangkan bermain melawan tim seperti itu, pertandingan seperti ini,” kata Messi.

Di samping itu, ia juga menekankan pentingnya pemulihan kondisi fisik skuad usai melakoni rentetan laga yang menguras tenaga.

“Kami perlu istirahat karena kami baru saja mengalami banyak kelelahan, yang jelas dirasakan oleh seluruh tim, dan tiba dalam kondisi terbaik untuk terus melakukan apa yang telah kami lakukan: berkompetisi,” tambahnya.

Apabila melihat dari rekor lima pertemuan terakhir kedua tim, Timnas Inggris unggul dengan dua kemenangan, dua kali imbang, dan sekali kalah.

Kendati demikian, Argentina adalah tim yang bertengger di peringkat dua Ranking FIFA, sedangkan Inggris dua level di bawahnya.

Sports Mole dan Whoscored kompak memprediksi Argentina akan memenangkan duel kontra Inggris dengan skor tipis, 2-1. Sehingga, armada yang dinahkodai oleh Lionel Scaloni akan mencapai final Piala Dunia 2026 untuk menantang Prancis.

Bagan Semifinal Piala Dunia 2026 Menuju Final

Terdapat dua pertandingan semifinal Piala Dunia 2026. Pertama Prancis vs Spanyol. Kedua, Inggris vs Argentina.

Tim yang menang dalam babak semifinal akan saling bertemu di partai puncak Piala Dunia 2026.

Sementara tim yang kalah di babak empat besar Piala Dunia 2026 bakal berhadapan untuk memperebutkan juara ketiga, Minggu (19/7/2026).

PertandinganPertandingan / TimJadwal
Semifinal 1Prancis vs SpanyolRabu, 15 Juli 2026
Semifinal 2Inggris vs ArgentinaKamis, 16 Juli 2026
Perebutan Juara 3Tim Kalah SF 1 vs Tim Kalah SF 2Minggu, 19 Juli 2026
FinalTim Menang SF 1 vs Tim Menang SF 2Senin, 20 Juli 2026

Jadwal Semifinal, Perebutan Juara 3, dan Final Piala Dunia 2026

Apabila prediksi di atas benar, laga Prancis vs Argentina bakal digelar di Stadion New York/New Jersey, East Rutherford, Amerika Serikat. Lantas pertandingan untuk menentukan juara Piala Dunia 2026 kapan berlangsung?

Laga penentuan gelar juara Piala Dunia 2026 tersebut bakal digelar Senin (20/07/2026) pukul 02.00 WIB.

Sementara berikut ini adalah jadwal lengkap dari babak semifinal, perebutan juara 3, dan final Piala Dunia 2026

PertandinganHari/TanggalWaktu (WIB)
Semifinal 1Rabu, 15 Juli 202602.00
Semifinal 2Kamis, 16 Juli 202602.00
Perebutan Juara 3Minggu, 19 Juli 202604.00
FinalSenin, 20 Juli 202602.00

Pertandingan final Piala Dunia 2026 dapat disaksikan melalui siaran langsung televisi nasional, TVRI.

Selain itu, pecinta sepak bola yang ingin menyaksikan lewat beberapa platform Over The Top (OTT) yang bekerja sama dengan TVRI.

Adapun berikut ini adalah beberapa mitra OTT yang bisa digunakan untuk menonton pertandingan perebutan juara 3 Piala Dunia:

LINK LIVE STREAMING FOLAPLAY

LINK LIVE STREAMING MAXSTREAM 

Analisis Taktis Prediksi Final Piala Dunia 2026: Prancis Vs Argentina

Apabila melihat rekor lima pertemuan kedua tim, Argentina lebih diunggulkan karena meraih empat kemenangan. Sementara Prancis baru sekali menang.

Meskipun begitu, Argentina dibuat kerepotan dalam pertemuan terakhir menghadapi Prancis, tepatnya di final Piala Dunia 2022.

Pada saat itu, Argentina dipaksa bermain imbang oleh Prancis hingga babak pertambahan waktu (extra time), walaupun akhirnya tim Tango menang di babak adu penalti.

Sejauh ini, Argentina mampu mencatatkan dirinya di final sebanyak enam kali, 3 kali jadi juara (1978, 1986, dan 2022) dan tiga kali runner-up (1930, 1990, dan 2014).

Sebaliknya, Prancis melangkah ke partai puncak empat kali, dua kali juara (1998 dan 2018) dan dua kali runner-up (2006, 2022).

Terlepas dari hal itu, Prancis mempunyai lini depan yang tidak bisa dianggap enteng, atau justru patut diwaspadai.

Pasalnya, sektor serangan Prancis diperkuat oleh pemain seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, hingga Michael Olise.

Tercatat, Mbappe telah menorehkan delapan gol dan tiga assist sejak fase grup, Dembele (5 gol dan 2 assist), dan Olise (6 assist).

Oleh sebab itu, laga Prancis vs Argentina diprediksi akan berjalan ketat. Les Bleus berpotensi menang, tetapi tipis, 3-2 atau 2-1.

Melansir dari Fotmob, berikut adalah susunan pemain Prancis menghadapi Argentina di final Piala Dunia 2026:

Prancis (4-2-3-1): 16-Mike Maignan (GK); 5-Jules Kounde, 4-Dayot Upamecano, 17-William Saliba, 3-Lucas Digne; 6-Manu Kone, 14-Adrien Rabiot; 7-Ousmane Dembele, 20-Desire Doue, 11-Michael Olise; 10-Kylian Mbappe (C).

Pelatih: Didier Deschamps

Argentina (4-4-2): 23-Emiliano ‘Dibu’ Martinez (GK); 26-Nahuel Molina, Cristian Romero, 6-Lisandro Martinez, 3-Nicolas Tagliafico; 5-Leandro Paredes, 7-Rodrigo De Paul, 20-Alexis Mac Allister, 24-Enzo Fernandez; 10-Lionel Messi (C), 9-Julian Alvarez.

Pelatih: Lionel Scaloni

Rekam Jejak Pemenang Final Piala Dunia di Edisi Sebelumnya

Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Timnas Argentina keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan Prancis di final lewat babak adu penalti.

Pertandingan Argentina vs Prancis yang berlangsung di Stadion Lusail, Qatar, berakhir dengan skor 3-3 hingga babak extra time.

Dalam drama adu tos-tosan, empat penendang Argentina (Lionel Messi, Paulo Dybala, Leandro Paredes, dan Gonzalo Montiel) sukses menuntaskan tugasnya.

Sementara hanya Kylian Mbappe dan Randal Kolo Muani dari kubu Prancis yang sukses menuntaskan tugasnya, sedangkan Kingsley Coman dan Aurelien Tchouameni gagal mencetak gol.

Alhasil, Argentina berhak menggondol gelar juara di edisi 2022. Menjadikan Tim Tango sebagai peraih tiga trofi Piala Dunia.

Sementara pada edisi 2018, Prancis menjadi tim yang memenangkan pertandingan di partai puncak atas Kroasia, dengan skor 4-2.

Empat gol Prancis lahir berkat gol bunuh diri Mario Mandzukic (18′), penalti Antoine Griezmann (38′), Paul Pogba (59′), dan Kylian Mbappe (65′).

Di sisi lain, dua gol Kroasia tercipta berkat sumbangan gol dari Ivan Perisic (28′) dan Mario Mandzukic (69′).

Gelar juara Piala Dunia di Rusia menjadi yang kedua kalinya setelah Prancis menjuarai edisi 1998.

Brasil masih menjadi negara dengan koleksi trofi Piala Dunia terbanyak dengan 5 piala, diikuti Italia dan Jerman, yang sama-sama mengumpulkan 4 trofi.

Original Source