Jadwal Final Piala Dunia 2026: Jam Tayang, Live Streaming dan Prediksi Laga

Inggris Vs Argentina

Partai lain di babak semifinal Piala Dunia 2026 tidak kalah seru karena mempertemukan tim ranking dua FIFA, Argentina, dan Inggris, ranking empat.

Pertandingan Inggris vs Argentina bakal berlangsung di Stadion Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Kamis (16/07/2026) pukul 02.00 WIB.

Timnas Inggris melangkahkan kakinya ke babak semifinal Piala Dunia 2026 usai menang dramatis 2-1 atas Norwegia.

The Vikings, julukan Norwegia, sejatinya unggul lebih dulu melalui gol Andreas Schjelderup di menit ke-36. Namun, Inggris mampu membalikkan keadaan berkat brace atau dua gol Jude Bellingham (45+2′ dan 93).

Sementara itu, Timnas Argentina melangkah ke babak empat besar setelah mengandaskan Swiss dengan skor 3-1.

Skuad berjuluk La Albiceleste tersebut membuka keunggulan lewat gol Alexis Mac Allister pada menit ke-10.

Akan tetapi, Lionel Messi dan kawan-kawan sempat kebobolan pada menit ke-67 oleh aksi penyerang sayap Swiss, Dan Ndoye.

Keuntungan berpihak kepada Argentina setelah pemain Swiss, Breel Embolo, menerima hukuman kartu kuning kedua pada menit ke-72 akibat menjatuhkan diri secara sengaja (diving).

Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh tim nasional Argentina untuk mencetak dua gol tambahan penentu kemenangan melalui Julian Alvarez pada menit ke-112 dan Lautaro Martinez pada menit ke-120+1.

Argentina akan mengenakan seragam tandang berwarna biru tua di babak semifinal. Di sisi lain, Inggris menggunakan jersey putih polos.

Sepanjang turnamen ini, skuad berjuluk La Albiceleste tersebut baru satu kali menggunakan seragam berwarna gelap, tepatnya ketika mereka menang 3-1 atas Yordania pada babak penyisihan grup.

Meskipun pemilihan pakaian ini kemungkinan didasarkan pada regulasi turnamen, media massa di Argentina menduga ada unsur takhayul di baliknya.

Hal tersebut dikarenakan seragam biru tua sangat identik dengan sejarah kemenangan ikonis Argentina atas Inggris pada ajang Piala Dunia edisi 1986 dan 1998.

Pada babak perempat final tahun 1986, Argentina berhasil menaklukkan skuad The Three Lions dengan skor 2-1 melalui momen bersejarah gol “Tangan Tuhan” dari Diego Maradona.

Selain itu, mereka juga sukses menyingkirkan rival abadinya tersebut melalui babak adu penalti pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 di Prancis.

Pengakuan Scaloni

Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, menyadari bahwa anak asuhnya sempat kerepotan menghadapi tekanan dan gaya permainan fisik dari kubu lawan.

Ia juga mengakui bahwa keberhasilan Argentina menembus babak selanjutnya turut dipengaruhi oleh momentum menguntungkan saat kubu Swiss harus bermain dengan sepuluh orang akibat kartu merah, yang akhirnya memicu timnya untuk berani membombardir pertahanan lawan.

“Kami harus banyak berjuang. Kami tahu mereka adalah tim yang kuat secara fisik dan itu memberi kami banyak masalah,” kata Scaloni.

“Hari ini kami beruntung karena salah satu pemain mereka diusir dari lapangan. Kami bisa bermain lebih baik, tetapi mencapai semifinal adalah pencapaian yang besar.”

Mengenai pertemuan dengan Inggris di babak empat besar Piala Dunia 2026, Scaloni mengaku tak khawatir.

“Tidak masalah apakah itu Inggris atau Norwegia. Kita akan menghadapi tim yang bermain sangat baik dan memiliki pelatih hebat,” tegas pelatih berusia 48 tahun itu.

Tuchel Sebut Argentina Tim yang Pantang Menyerah

Di sisi lain, Thomas Tuchel selaku pelatih Timnas Inggris menganggap Argentina sebagai tim yang pantang menyerah meskipun telah tertinggal lebih dulu.

Hal itu terbukti pada pertandingan Timnas Argentina di babak 32 besar ketika menang dramatis atas Cape Verde (3-2). Serta, saat membalikkan keadaan dengan kemenangan 3-2 atas Mesir di babak 16 besar.

“Mereka menolak untuk menyerah. Mereka menolak untuk menerima kekalahan. Mereka mengatasi kemunduran. Mereka bekerja keras. Tidak ada satu pun keluhan, bahkan 1%, tentang hal itu,” kata Tuchel.

“Mengatasi kesulitan dan menemukan cara untuk menang adalah hal yang berada di level tertinggi. Kami menemukan caranya, kami berada di babak semifinal, dan itu yang terpenting. Tapi saya masih berpikir kami bisa dan harus bermain sepak bola lebih baik.”

“Penampilan kelas dunia dari pemain kelas dunia di momen-momen yang sangat penting. Benar-benar kelas atas,” pungkasnya.

Sementara bagi Lionel Messi pertandingan menghadapi Inggris menjadi yang pertama kalinya sepanjang membela Timnas Argentina.

Pemain kelahiran Rosario pada 24 Juni 1987 itu sudah bertanding melawan Brasil, Uruguay, Jerman, Italia, Spanyol, dan Prancis.

Momen terdekat baginya untuk melawan tim tersebut terjadi pada laga persahabatan di Jenewa pada November 2005 silam, yang juga menjadi pertemuan terakhir antara kedua kesebelasan.

Kala itu, Argentina harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 3-2.

Gol balasan dari Hernan Crespo dan Walter Samuel tidak cukup untuk mengungguli sumbangan gol Wayne Rooney dan sepasang gol dari Michael Owen.

Akan tetapi, pada laga tersebut Messi harus absen lantaran mendapatkan hukuman kartu merah pada debut internasionalnya kontra Hungaria di awal tahun yang sama.

Messi Kagum ke Timnas Inggris

Lionel Messi memberikan pandangannya terkait tim lawan. Hal ini diutarakannya kepada awak media usai kemenangan 3-1 yang diraih Timnas Argentina atas Swiss pada babak perempat final di hari Sabtu.

“Ini istimewa karena mereka tim yang hebat, tim yang tangguh, dan selalu menyenangkan bermain melawan tim seperti itu, pertandingan seperti ini,” kata Messi.

Di samping itu, ia juga menekankan pentingnya pemulihan kondisi fisik skuad usai melakoni rentetan laga yang menguras tenaga.

“Kami perlu istirahat karena kami baru saja mengalami banyak kelelahan, yang jelas dirasakan oleh seluruh tim, dan tiba dalam kondisi terbaik untuk terus melakukan apa yang telah kami lakukan: berkompetisi,” tambahnya.

Apabila melihat dari rekor lima pertemuan terakhir kedua tim, Timnas Inggris unggul dengan dua kemenangan, dua kali imbang, dan sekali kalah.

Kendati demikian, Argentina adalah tim yang bertengger di peringkat dua Ranking FIFA, sedangkan Inggris dua level di bawahnya.

Sports Mole dan Whoscored kompak memprediksi Argentina akan memenangkan duel kontra Inggris dengan skor tipis, 2-1. Sehingga, armada yang dinahkodai oleh Lionel Scaloni akan mencapai final Piala Dunia 2026 untuk menantang Prancis.

Pages: 1 2 3