

inNalar.com – Jembatan merupakan infrastruktur yang penting untuk konektivitas suatu wilayah.
Di Provinsi Lampung tentunya terdapat puluhan jembatan yang difungsikan untuk menghubungkan suatu wilayah satu ke wilayah lainnya.
Salah satu jembatan di Provinsi Lampung ini bernama Jembatan Tegineneng.
Jembatan Tegineneng berlokasi di Desa Batanghari Ogan, Kecamatan Tegineneng, Kabupa Pesawaran, Lampung.
Jembatan Tegineneng merupakan jembatan tua berplat baja yang lokasinya strategis di tepi Jalan Tegineneng dan Trimurjo Lampung Tengah.
Bentuk jembatan ini bisa dibilang unik dan mengusung konsep jembatan lengkung atau disebut dengan arch bridge.
Baca Juga: Nomer 1 Bukan Muaro Jambi atau Merangin, Inilah 5 Daerah Paling Sibuk di Provinsi Jambi, Apa Saja?
Jadi, kedua sisi jembatan Tegineneng ini berbentuk melengkung setengah lingkaran.
Bentuk kedua sisi jembatan Tegineneng yang melengkung ini bukan hanya untuk estetika saja.
Tetapi, lengkungan setengah lingkaran di sisi jembatan ini berfungsi untuk mengalirkan beban jembatan yang ada diatasnya menjadi dorongan horisontal yang ditopang oleh penyangga di kedua sisi.
Baca Juga: Gubernur Riau Drs. Haji Syamsuar, M.Si Raih Penghargaan Rencana Aksi Daerah (RAD) dari Kemenpora
Berbicara tentang sejarah, Jembatan tua ini telah ada sejak zaman kolonial Belanda.
Bahkan, menurut beberapa sumber pembangunan jembatan ini bersamaan dengan proyek kolonisasi Sukadana dimulai.
Sebagai informasi, Kolonisasi Sukadana adalah salah satu bentuk kepedulian pemerintah belanda agar para kolonis dapat memperbaiki ekonominya melalui hasil panen pertanian yang melimpah.
Namun, sayangnya kini Jembatan Tegineneng terlihat tidak terawat meski masih terbilang utuh.
Baja di kedua sisi jembatan pun masih kokoh, tetapi pada fondasi jembatan tidak lagi bersandar ke bagian tepi kanal.
Fondasi jembatan Tegineneng bertumpu pada fondasi jembatan yang terpisah dan masuk ke dalam air.***