

inNalar.com – dr Aisah Dahlan menjelaskan, kesulitan belajar merupakan permasalahan umum yang dialami hampir semua orang.
Pada salah satu sesi ceramahnya, dr Aisah Dahlan mengungkap alasan mengapa seringkali kita merasa kesulitan memahami suatu hal saat belajar.
Menurut dr Aisah Dahlan, kesulitan seseorang saat belajar dapat dikaitkan dengan adanya percampuran antara gangguan kondisi fisik dan mentalnya.
Penjelasan terkait permasalahan kesulitan belajar pun kemudian dijelaskan pula oleh dr Aisah Dahlan bahwa selain gangguan fisik dan mentalnya, hal seperti ini juga perlu dihayati dari sisi keagamaannya.
Baca Juga: Kata dr Aisah Dahlan Orang Tua yang Sering Kasih Peraturan ke Anak Bisa Merusak Masa Depan Buah Hati
Sehingga, penjelasan terkait sulitnya seseorang saat belajar pun menjadi cukup menarik, karena uraian yang disajikan oleh dr Aisah Dahlan mencakup dua perspektif, yaitu kesehatan dan agama Islam.
dr Aisah Dahlan menjelaskan bahwa di dalam otak manusia terdapat beberapa lapisan sistem yang bekerja sama dalam mengelola informasi yang masuk ke dalam tubuh manusia.
Pada dasarnya, Informasi atau apapun yang sedang dipelajari oleh seseorang akan masuk melalui organ mata (melihat), telinga (mendengar), mulut (ucapan), dan gerakan atau sentuhan (tangan) tergantung bagaimana informasi tersebut dari luar tubuh.
Kemudian, dr Aisah Dahlan menjelaskan bahwa informasi yang telah diterima melalui organ-organ tersebut akan diteruskan ke sebuah sistem yang disebut dengan batang otak. Adapun batang otak berfungsi untuk mengatur sistem keseimbangan tubuh dan tempat merespon berbagai macam gangguan.
Informasi yang telah diserap oleh batang otak, kemudian berlanjut ke sistem limbik atau sederhananya disebut dengan otak mamalia.
dr Aisah Dahlan menerangkan bahwa sistem limbik adalah tempat untuk mengatur emosi manusia, termasuk dalam konteks bagaimana manusia merespon kesulitannya saat belajar suatu hal.
aisaBaca Juga: dr Aisah Dahlan Ungkap Cara Cerdik Atasi Suami Selingkuh di Belakang Kita dan Ini Tanda Kalau Pasangan Bohong
Berdasarkan penjelasan dr Aisah Dahlan, emosi terbagi menjadi dua macam yang selalu berganti di dalam tubuh manusia, yaitu emosi positif dan negatif.
Informasi yang telah dikelola dalam sistem limbik tersebut, berdasarkan bayan dari dr Aisah Dahlan, akan dilanjutkan ke lapisan neo cortex dan berakhir pada lapisan pre frontal cortex.
Lapisan pre frontal cortex inilah yang berfungsi sebagai tempatnya manusia menerima pengetahuan baru atau yang disebut oleh dr Aisah Dahlan sebagai lapisan pencerahan.
Namun, terkadang pada saat belajar, kondisi batang otak dan sistem limbik ini mengalami penegangan.
Oleh karena itu, menurut dr Aisah Dahlan, emosi yang tidak stabil dalam kedua lapisan ini akan menghambat informasi berupa ilmu yang masuk untuk bisa menembus lapisan sistem limbik atau tidak bisa sampai hingga ke lapisan pencerahan tersebut.
Lantas, apa yang perlu dilakukan oleh seseorang untuk mengelola emosinya?
Baca Juga: Pahami Watak dan Hasrat Pasangan agar Rumah Tangga Nyaman, Begini Kata dr Aisah Dahlan
dr Aisah Dahlan menyarankan agar setiap muslim membiasakan diri untuk mengelola emosinya dengan cara memvalidasi perasaannya dan berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar Dia memudahkan kita untuk mengatasi pergerakan emosi yang selalu naik-turun.
Adapun, dr Aisah Dahlan menggarisbawahi bahwa emosi seseorang itu ditakdirkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk bergerak secara dinamis. Artinya, dalam kurun waktu 24 jam tentu seseorang secara lazim mengalami emosi negatif dan positif secara bergantian.
Hanya saja, seorang muslim perlu membiasakan diri untuk lebih mencondongkan emosinya di wilayah yang positif baik di dalam perasaannya, pikirannya, maupun tindakannya daripada di wilayah emosi negatifnya.***