

inNalar.com – Peristiwa Isra Miraj dikehendaki oleh Allah SWT pada diri Nabi Muhammad SAW memiliki tujuan-tujuan tertentu.
Salah satu dari tujuan kisah nyata ini terjadi pada Rasulullah SAW yaitu sebagai pelipur lara di tahun kesedihan.
Peristiwa besar Isra Miraj dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW di waktu penuh duka lara dimana 2 orang istimewa wafat.
2 orang istimewa bagi Rasulullah SAW tersebut yaitu pamannya Abu Thalib dan istrinya tercinta Khadijah.
Dilansir inNalar.com dari video yang diunggah di kanal YouTube Pebri Budiarmawan pada 9 April 2019, inilah rahasia Isra Miraj.
Khadijah yang selama ini banyak berkorban dan mendukung dakwah Rasulullah SAW, maka ketika wafat cinta itu hilang.
Nabi Muhammad SAW menjadi patah hati, karena Khadijah wafat sementara pekerjaan dakwah masih belum selesai.
Baca Juga: Hukum Puasa Rajab, Bid’ah? Simak Penjelasan Langsung dari Buya Yahya di Sini, Muslim Wajib Paham
Saat itu sebenarnya dakwah yang dilakukan Rasulullah SAW di Kota Mekah sedang dalam masa yang sangat sulit.
Tetapi Allah SWT berkehendak mengambil Khadijah kembali ke alam lain, inilah sebab disebutnya tahun kehilangan.
Maka kondisi Rasulullah SAW saat itu kembali kepada awalnya, seperti dulu ketika hidup dengan Abdul Muthalib sebagai anak yatim.
Nabi Muhammad SAW tidak memiliki pelindung yang kuat, terutama ketika keluar rumah untuk menyampaikan risalah Islam.
Rasulullah SAW bila berdakwah tentu mendapat banyak tantangan dari orang-orang yang menentang Islam, kaum kafir Quraisy.
Bila dianalogikan dengan media sosial saat ini, maka Nabi Muhammad SAW itu dibully dan diserang netizen.
Lalu biasanya jika terjadi bully kepada Rasulullah SAW dan Khadijah masih hidup istrinya itulah yang menghibur.
Ketika istri tercintanya wafat dan pelipur lara di rumah tak ada Nabi Muhammad SAW sangat-sangat tertekan.
Rasulullah SAW benar-benar seperti kembali kepada zaman dahulu ketika masih anak-anak, yatim tanpa ayah dan ibu.
Dalam kondisi yang sangat meresahkan hati itulah Nabi Muhammad SAW bermunajat kepada Allah SWT agar diberi kekuatan.
Maka datang Malaikat Jibril memanggil-manggil Rasulullah SAW, setelah beberapa kali diulang barulah Nabi Muhammad menyadari.
Itulah Malaikat Jibril diperintahkan oleh Allah SWT untuk bersama-sama Nabi Muhammad SAW menuju Masjidil Aqsha di Palestina.
Lalu menuju ke Sidratul Muntaha berjumpa Allah SWT dan turun kembali. Demikian rahasia di balik kisah Isra Mi’raj, semoga bermanfaat.***