Ini 3 Megaproyek Ambisius Joko Widodo Jelang Akhir Masa Jabatan, Termahal di Papua Senilai Rp3,339 Triliun!


i
nNalar.com – Pembangunan di Indonesia saat ini semakin digencarkan untuk menuju Negara Republik Indonesia maju tahun 2045.

Menjelang akhir masa jabatannya, Presiden Joko Widodo terus menunjukkan komitmennya dalam menggarap megaproyek infrastruktur di Indonesia.

Tiga megaproyek ambisius Joko Widodo yang sedang dikebut adalah Flyover Sitinjau Lauik di Sumatera Barat, Pelabuhan Anggrek di Gorontalo, dan Jalan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena.

Baca Juga: Berumur 22 Tahun, Kabupaten Hasil Pemekaran Wilayah di Aceh Ini Kian Dewasa dengan Segudang Prestasi!

Berikut adalah ulasan singkat mengenai ketiga proyek tersebut:

1. Flyover Sitinjau Lauik

Flyover Sitinjau Lauik merupakan salah satu proyek ambisius yang bertujuan untuk mengatasi kemacetan dan meningkatkan keselamatan di jalur Sitinjau Lauik, Sumatera Barat.

Baca Juga: Melintang Gagah 116,7 KM, Jalan Tol Termahal Jawa Barat Tak Lagi Jadi Megaproyek Lintas Rezim, Tapi…

Jalur ini terkenal dengan tikungan tajam dan tanjakan curam yang sering menyebabkan kecelakaan.

Dengan adanya megaproyek flyover ini, diharapkan risiko kecelakaan dapat berkurang secara signifikan, serta memperlancar arus lalu lintas di daerah tersebut.

Flyover ini juga diproyeksikan menjadi salah satu flyover termegah di dunia, menambah kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Barat dan Indonesia secara keseluruhan.

Baca Juga: Cegah Stunting, Proyek MCK Komunal di Pelosok Tapanuli Selatan Gaet Perusahaan Andal Sumatera Utara

Megaproyek flyover di Sumatera Barat ini merupakan hasil kerjasama antara pemerintah dengan Konsorsium BUMN dan Perusahaan Umum (KBPU), dengan nilai investasi mencapai Rp2,8 triliun.

2. Pelabuhan Anggrek di Gorontalo

Pelabuhan Anggrek di Gorontalo sedang dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi logistik di wilayah tersebut.

Baca Juga: 6 Megaproyek Kebanggaan Sumatera Barat di Padang Pariaman, Salah Satunya Mangkrak?

Megaproyek pelabuhan ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dengan memperlancar distribusi barang dan membuka peluang baru bagi perdagangan.

Peningkatan infrastruktur pelabuhan ini juga akan memberikan dampak positif bagi sektor industri dan pariwisata di Gorontalo.

Pelabuhan ini resmi dikelola oleh PT Anggrek Gorontalo Internasional (AGIT), yang bertanggung jawab atas operasional dan pengembangan pelabuhan.

Baca Juga: Gagal Jadi Gedung Tertinggi di Malang, Aset Megaproyek Jawa Timur Rp272 Miliar Keburu Disita Negara

3. Jalan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena

Pembangunan Jalan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena merupakan salah satu proyek strategis untuk meningkatkan konektivitas di Papua.

Jalan trans papua ini akan mempermudah akses transportasi dan distribusi barang antara Jayapura dan Wamena, yang selama ini terisolasi oleh kondisi geografis yang sulit.

Baca Juga: Didepak dari Jawa Barat, Daerah di Calon Provinsi Baru Cirebon Raya Ini Siap Hidup Mandiri

Proyek ini ditandatangani pada 3 Juli 2024, dengan nilai investasi mencapai Rp3,339 triliun dan panjang jalan sekitar 50,14 km, berlokasi di Mamberamo Elelim.

Dengan adanya jalan ini, diharapkan kesejahteraan masyarakat setempat dapat meningkat, serta membuka peluang ekonomi baru di wilayah tersebut.

Ketiga proyek ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah dalam membangun infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia.

Dengan selesainya proyek-proyek ini, diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.***

 

Rekomendasi