

inNalar.com – Bersosial dengan banyak orang baru pasti ada saja orang yang sok tahu dan sok pintar. Padahal, menurut penelitian ilmuwan, mereka itu sebenarnya hanya tong kosong nyaring bunyinya, alias tidak tahu apa-apa.
Ciri mencolok dari orang sok tahu ini biasanya mudah menganggap bahwa dirinya lebih sempurna dari orang di lingkungannya.
Tentu, hal ini berbanding terbalik dengan orang pintar asli, yang akan cenderung lebih bijaksana dan tidak mudah menganggap rendah tingkat pemahaman orang lain.
Selain itu, ciri orang sok tahu bakal selalu menghalalkan segala cara untuk memenangkan argumen atau berpendapat. Mereka selalu ingin dianggap bisa, sehingga tidak mau terlihat lemah dan menunjukkan kekurangannya.
Bahkan, tingkat ekstrim dari orang sok tahu atau pintar bisa melibatkan emosional untuk memenangkan pendapatnya.
Penelitian terbaru mengatakan, bahwa orang yang banyak bicara dan sok tahu ditemukan berpengetahuan lebih sempit.
Hasil penelitian dari data yang dikumpulkan oleh Pew Research Centre, mengemukakan pendapat paling ekstrim dari orang sok tahu ini, berusaha untuk menguasai konflik yang dihadapi.
Tim periset mengumpulkan data dari wawancara partisipan yang berasal dari Amerika Serikat, Prancis dan Jerman saat ditanyai soal subjek makanan yang telah dimodifikasi secara genetik.
Hasilnya, para partisipan yang mendapatkan nilai rendah cenderung defensif dan menganggap bahwa pihak yang tidak setuju dengan mereka berada dalam oposisi langsung.
Ilmuwan pun mengelompokkan bahwa partisipan dengan nilai terendah ini menderita “ilusi pengetahuan”.
Berdasarkan hasil riset tersebut, jelas sekali terlihat bahwa opini ekstrem mereka berasal dari sumber pengetahuan yang dangkal, akan tetapi mereka merasa jawabannya paling benar dan mengetahui segalanya.
Di lain sisi, dalam penelitian tentang sifat rendah hati secara intelektual yang dipimpin oleh penulis dan ahli psikologi Elizabeth J. Krumrei-Mancuso dari Pepperdine University, California, Amerika Serikat.
Baca Juga: Inilah 4 Tempat Wisata yang Cocok untuk Mengisi Waktu Liburan Natal dan Tahun Baru Bersama Pasangan
Rendah hati secara intelektual atau intellectual humility dapat dicirikan sebagai menerima kekurangan atau falibilitas intelektual seseorang secara terbuka dan berkepala dingin, mengatakan hal yang tak jauh berbeda.
Dan orang sok tahu ini diselimuti rasa percaya diri berlebihan secara intelektual atau intellectual overconfidence yaitu sifat yang selalu merasa benar dan tahu tentang segala hal.
Meski intellectual overconfidence adalah hal yang bagus tapi akan menjadi masalah jika dikaitkan dengan pengetahuan yang dikuasai.
Baca Juga: Simak Profil Jonathan Frizzy, Aktor Tampan yang Diisukan Dekat dengan Ririn Dwi Ariyanti
Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang terlalu percaya diri dengan pengetahuannya cenderung keliru menarik kesimpulan definitif dari bukti yang ambigu.
“Artinya, mereka yang terlalu percaya diri cenderung mendistorsi informasi agar sesuai dengan keyakinan epistemologis mereka, yang dapat mempengaruhi interpretasi mereka terhadap informasi dan pengetahuan yang diperoleh,” kata Krumrei-Mancuso.
Lantas bagaimana dengan mereka yang rendah hati secara intelektual? Krumrei-Mancuso mengatakan mereka cenderung menghargai orang lain yang berpikiran terbuka.
Namun orang mungkin memandang orang yang rendah hati secara intelektual sebagai individu yang berpengetahuan lemah.
Orang yang tidak terlalu yakin dengan pengetahuannya biasanya sering berubah pandangannya, dan ini bisa dianggap sebagai individu yang tidak stabil atau manipulatif.
“Penelitian ini didorong oleh keinginan untuk memahami nilai potensial dari rendah hati secara intelektual. Apakah ada manfaatnya mengakui kekurangan intelektual kita?” kata Krumrei-Mancuso.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi