

inNalar.com – Selama dua tahun terakhir, kondisi menyedihkan terlihat pada sebuah kolam purbakala warisan Kerajaan Majapahit di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Dahulu kolam berukuran raksasa di Kabupaten Mojokerto ini merupakan tempat kelola air di zaman kehidupan Kerajaan Majapahit.
Namun kini kondisi waduk tersebut semakin kering kerontang akibat kemarau berkepanjangan.
Fenomena kian surutnya kolam peninggalan Majapahit ini menarik perhatian warga Mojokerto.
Permukaan dasar kolam yang semakin terlihat membuat para warga Jawa Timur ini ramai mendekat hingga di bagian tengah waduk.
Dikisahkan bahwa dahulu tempat penampungan air berukuran raksasa ini digunakan sebagai tempat pembuangan piring emas kerajaan.
Baca Juga: Bersinar Saat Malam, Pedang Raksasa Tertancap di Tebing Gunung Bandung, Jawa Barat
Sehingga rasa penasaran pun berlanjut mengundang warga sekitar untuk melihat apakah ada harta terpendam di sekitaran waduk tersebut.
Usai air semakin surut hingga tersisa sedikit imbas kemarau panjang beberapa tahun terakhir, warga pun mulai mendekat ke arah tengah waduk.
Tidak jarang warga Mojokerto menemukan ikan dari dalam kolam peninggalan Majapahit ini.
Baca Juga: Bikin Gempar! Mendadak Muncul Candi di Tengah Laut Selat Madura, Jawa Timur
Seolah krisis kemarau yang terjadi ini justru diubah menjadi ladang keberkahan bagi masyarakat Mojokerto, Jawa Timur.
Sebagai informasi, tempat penampungan air berukuran 325 x 175 meter ini dinamakan dengan Kolam Segaran, menyadur dari YouTube Bongkotan Pring.
Kolam Segaran di wilayah Mojokerto ini telah mengalami pemugaran untuk pertama kalinya pada tahun 1966.
Agar fungsi irigasi pertanian tetap bisa dipertahankan, pada tahun 1974 kolam raksasa ini dipugar kembali.
Hingga saat ini penampungan air tersebut masih terlihat megah, meski krisis alam semakin membuat infrastruktur purbakala ini tampak terbengkalai.
Namun sering pula tampak warga sekitar Mojokerto mendekat ke tengah permukaan sekadar untuk menikmati suasana alam atau mencari ikan.
Kita dapat melihat kemegahan waduk peninggalan Majapahit yang kian surut ini di Kecamatan Trowulan, tepatnya di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Wilayah Trowulan sendiri dikenal luas sebagai tempat berlimpahnya situs arkeologi peninggalan Kerajaan Majapahit.
Sehingga pemerintah setempat pun menetapkan daerah tersebut sebagai Kawasan Cagar Budaya yang masuk ke dalam Kawasan Strategis Nasional.***