

Lumajang, inNalar.com – Baru-baru ini heboh aksi getok harga parkir yang tidak sesuai dengan karcis dalam karnaval peringatan HUT RI ke-77 di Desa Jokarto, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.
Beberapa pengunjung yang melihat karnaval di Jokarto, Lumajang, juga mengeluhkan harga parkir yang tidak sesuai karcis.
Dari penulusuran Suara Indonesia, jejaring Suara.com, memang beberapa jukir sudah mulai berdiri untuk mengatur lalu lalang kendaraan sebelum memasuki lokasi karnaval.
Baca Juga: Cek Status Penerima KJP Plus Tahap 2 Cair Hari Ini, Begini Syarat Mencairkan Uang Bantuan
Mereka dengan sigap memberhentikan kendaraan roda dua, maupun roda empat untuk memberikan dua karcis.
Sayangnya, para pengemudi tidak menyadari bahwa harga parkir yang ditarik tidak sesuai harga yang tercantum di karcis.
Adapun karcis parkir berwana hijau itu menunjukkan bahwa jelas-jelas sebesar Rp. 3.000. Namun para jukir menariknya dengan harga Rp. 5.000.
Lebih lanjut, karcis tersebut bertuliskan “Wisata Edukasi, Sumber Takir Park”.
Bukan acara karnaval peringatan HUT RI di Desa Jokarto Lumajang.
Salah satu jukir yang tidak ingin disebutkan namanya, saat dikonfirmasi wartawan soal harga parkir yang tak sesuai karcis, menjawab dengan entengnya.
“Ya memang Rp.5.000 kok mas,” ujarnya.
Sejumlah warga yang sempat membayar karcis parkir, mengeluhkan hal ini, karena dianggap sebagai pungutan liar.
“Saya baru sadar kalau di karcis harganya tiga ribu. Tapi saya parkir motor ditarik Rp.5000,” kata Alfandi.
Baca Juga: Cek KJP Plus 2022 Dengan Link kjp.jakarta.go.id, Simak Tutorial Lengkapnya dan Penjelasannya
Fandi pun sebenarnya tidak mempermasalahkan harga yang digetok, cuman sayangnya kenapa para jukir tidak menjelaskan di awal, kalau memang ada perbedaan harga.
“Rugi cuma dua ribu gak masalah mas, tetapi coba harga tersebut dikalikan dengan jumlah motor dan mobil yang parkir. Pasti hasilnya banyak,” ungkapnya.***