

InNalar.com – Emiten milik konglomerat Christoper Sumasto Tjia, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) menginvestasikan triliunan rupiah di IKN Kalimantan Timur.
Pemerintah masih terus berusaha untuk mencari investor lokal maupun asing yang mau bekerjasama di IKN Kalimantan Timur.
Pasalnya, kehadiran investor sangat penting untuk pertumbuhan dan percepatan pembangunan mega proyek yang menjadi super prioritas ini.
Sejauh ini baru investor lokal yang berbondong-bondong menanamkan modalnya di ibu kota baru.
Salah satunya ialah PT Wulandari Bangun Laksana Tbk atau yang dikenal dengan emiten BSBK.
Melansir dari Antara, BSBK menjadi perusahaan lokal atau daerah pertama yang menanamkan modalnya di Nusantara.
Baca Juga: Pendapatannya Naik Rp8 Triliun, Laba Bersih Raksasa Migas Ini Justru Alami Penurunan Sebesar…
BSBK sendiri dimiliki dimiliki oleh Christoper Sumasto Tjia, yang bukan nama sosok sembarangan di Tanah Air.
Dirinya memang sudah lama terjun di dunia bisnis terutama properti yang ada di Indonesia.
Selain itu, Christoper Sumasto Tjia merupakan anak konglomerat Adi Sumasto Tjia.
Ia merupakan pendiri jaringan hotel Jatra yang beroperasi di sejumlah daerah di bumi pertiwi.
Kini sang konglomerat pun menambah gurita bisnisnya di IKN Kalimantan Timur.
Yakni dengan membangun kompleks serupa seperti Balikpapan Superblock yang dimilikinya.
Berupa pusat perbelanjaan hingga hunian seperti hotel maupun apartemen di atas lahan seluas 7,5 hektar.
Nantinya megaproyek ini bakal dinamakan Nusantara Superblock, dengan menggunakan konsep ‘Green Building’ sesuai dengan IKN yang ramah lingkungan.
Berdasarkan data yang dihimpun, nilai investasinya mencapai Rp3 triliun, dan ditargetkan rampung pada 2025 mendatang.
Pembangunannya sendiri terbagi menjadi dua tahap, pertama akan dibangun pusat perbelanjaan Pentacity, Grand Jatra Hotel Nusantara yang berbintang lima.
Kemudian ada Pentacity Hotel Nusantara berbintang empat di tahap pertama di atas lahan 3,8 hektar.
Khusus untuk pusat perbelanjaan akan rampung pada 2024 mendatang.
Baca Juga: Megaproyek Senilai Rp29,5 Triliun di Jawa Barat Terancam Rugikan Negara Gegara Kebijakan Jepang
Sedangkan tahap kedua akan dibangun enam Menara apartemen dan dua Menara perkantoran di atas lahan 3,7 hektar.
Sebagai perusahaan lokal di Kalimantan Timur, BSBK tentunya akan menyerap tenaga lokal.
Menurut Daniel Wirawan selaku Direktur Operasional PT Wulandari Bangun Laksana, diperkirakan aka nada ribuan tenaga kerja yang diserap.
Yakni penyerapannya hingga 2.500 tenaga kerja baru, dan diprioritaskan merupakan tenaga kerja lokal.
Hal ini tentu memberikan dampak baik bagi perputaran ekonomi lokal di IKN Kalimantan Timur yang tengah digeber pembangunannya. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi