Harga Diri Anda Bakal Hilang, Jangan Pernah Berbicara dalam 5 Situasi Ini: Nomor 4 Catat!


inNalar.com – Diam memiliki arti yang sangat beragam. Namun perngertian diam dapat diktakan sebagai kondisi dimana seseorang tidak bergerak, mengeluarkan suara, dan juga bereaksi terhadap sesuatu.

Sering sekali kita mendengar kalimat istilah populer bahwa diam itu emas. Yang memiliki arti diam jauh lebih baik daripapa berbicara hal yang tidak perlu.

Orang yang pendiam sering disalah artikan sebagai orang yang memiliki sikap sombong, acuh, ataupun jutek. Namun pada kenyataannya belum tentu demikian. Bisa saja diam nya seseorang karena sebuah alasan.

Baca Juga: Sering Mengalami 10 Masalah Ini? Jangan Sedih, Itu Pertanda Kamu Punya Tingkat Kecerdasan Tinggi

Diam dapat juga menjadi upaya dalam menjaga lisan agar terhindar dari masalah yang bisa saja terjadi karena mulut kita mngucapkan sesuatu yang tidak benar.

Berikut adalah kondisi-kondisi yang dimana kita sebagai manusia lebih atau bahkan diharuskan untuk diam saja agar tidak menyesal di kemudian hari.

1. Diam saat tidak dihargai

Harga diri adalah sesuatu yang harus dijaga oleh setiap orang. Dan diam ketika kita tidak dihargai oleh orang yang jadi lawan bicara merupakan salah satu bentuk dari upaya melindungi harga diri.

Baca Juga: Inilah Urutan 12 Shio dalam Astrologi China Beserta Kepribadiannya: Apa Shio Kamu?

Diam dan berusaha tetap tenang meskipun lawan bicara kita meledak-ledak hingga mengeluarkan caci maki dapat menggambarkan sikap dewasa dan berwibawa.

Merespon orang yang tidak menghargai kita hanya akan membuang waktu dan tenaga kita dengan sia-sia. Bahkan mungkin hanya akan membuat kita sama sepertinya.

2. Diam saat marah

Tidak ada hal baik yang keluar dari seseorang yang sedang merasa marah. Berbicara saat marah hanya akan memberikan luka baik pada diri sendiri ataupun orang lain.

Baca Juga: Kolaborasi BRI dan IPB University Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat

Mencoba untuk diam disaat emosi meledak-ledak memanglah sesuatu yang sulit dan memakan tenaga. Namun ini merupakan suatu bentuk dari pengendalian diri.

Kita harus selalu sadar bahwa pada kondisi amarah yang meluap-luap kita bisa saja melukai orang lain maupun diri kita sendiri secara tidak sadar karena termakan oleh emosi negatif tersebut.

3. Diam saat mencari solusi

Diam dapat membuat kerja otak lebih optimal dibandingkan saat kita sedang melakukan seseuatu. Maka diam merupakan salah satu upaya untuk mempermudah kita memecahkan suatu masalah.

Kondisi tenang dapat membuat kita lebih fokus terhadap sesuatu. Dalam diam kita bisa mencapai solusi terbaik untuk hal yang sedang kita hadapi.

Hal-hal tersebut bila bisa kita terapkan akan membuat kita menjadi seseorang yang mandiri dan bisa diandalkan, karena selalu mendapatkan solusi terbaik dengan pertimbangan yang matang.

4. Diam saat mendengarkan

Diam saat ada orang yang berbicara dan tidak menginterupsi atau memotong pembicaraan merupakan bentuk sikap beradab dan menghormati sesama.

Sikap diam ini dapat membuat orang lain merasa nyaman dan cenderung akan lebih terbuka kepada kita ketika sedang berbicara.

Sekalipun lawan bicara kita sedang dalam kondisi marah, kita tetap harus mencoba untuk menghormati dengan tidak memotong pembicaraan sambil mencoba meredakan situasi.

5. Diam saat ingin menyakiti orang tua

Rasa kesal merupakan bentuk respon alami manusia terhadap sesuatu yang tidak sesuai menurut perasaan dan pikiran nya. Contoh paling umum dari penyebab respon ini adalah adanya penolakan atau larangan akan sesuatu.

Penolakan atau larangan akan sesuatu yang menurut kita adalah hal yang sesuai untuk kita mungkin kerap kali kita dapatkan dari orang tua. Hal tersebut seraing sdan sangat mungkin untuk terjadi karena orang tua pun memiliki pikiran tentang hal apa yang sesuai atau baik untuk anaknya.

Diam saat merasa kesal terhadap orang tua merupakan suatu adab yang diharuskan. Karena bagaimana pun juga mereka yang telah merawat dan membesarkan kita. ***

 

Rekomendasi