Harga Beras Melambung Tinggi, Mendagri Himbau Masyarakat Siasati dengan Konsumsi Alternatif Lain

inNalar.com – Harga kebutuhan pokok seperti beras tengah mengalami kenaikan tinggi beberapa bulan terakhir ini.

Harga beras yang semula hanya Rp.11.000 hingga Rp.12.000 per kilogram, kini harganya naik menjadi Rp.14.000 sampai Rp.15.000 per kilogramnya.

Menanggapi mahalnya harga beras, Mendagri Tito Karnavian meminta agar masyarakat mulai beralih pada alternatif lain.

Baca Juga: Hasilkan Total 9 Juta Ton Padi, Inilah 5 Daerah Penghasil Beras Terbesar di Jawa Timur, Bisa Tebak?

Mendagri Tito Karnavian menyarankan untuk menyiasati harga beras yang mahal masyarakat bisa mengkonsumsi bahan pokok non-beras.

Masyarakat bisa mulai mengganti beras dengan sorgum, sukun, ubi jalar, hingga sagu untuk menjadi alternatif pengganti.

Tito menekankan perlu menerapkan diversifikasi pangan agar tidak bergantung pada beras untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat.

Baca Juga: Penderita Diabetes Gak Bakal Bosan! dr Saddam Ismail Ungkap 5 Sumber Karbohidrat Pengganti Nasi Putih

Menurutnya beras dinilai memiliki kadar gula tinggi yang tidak baik bagi kesehatan sebab bisa memicu penyakit diabetes.

Kenaikan harga beras ini terjadi akibat menurunnya produktivitas panen padi yang disebabkan oleh kekeringan berkepanjangan.

Dampak kekeringan akibat fenomena El Nino ini kemudian menyebabkan stok beras dalam negeri menipis.

Baca Juga: Jadi Pahlawan di Kekeringan, Kulik Cara Kerja Water Treatment Plant oleh Peruri di Karawang, dari Air Limbah??

Terkait menipisnya stok beras ini, Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso mengatakan jika Presiden telah menyiapkan satu juta ton beras melalui kerja sama dengan China.

China disebut akan mengekspor beras ke Indonesia apabila produksi beras dalam negeri tidak dapat memenuhi kebutuhan nasional.

Namun pemenuhan 1 juta ton tersebut tidak langsung dikirimkan, melainkan bergantung pada selisih kebutuhan nasional dengan jumlah produksi di dalam negeri.

Masyarakat pun diminta untuk tidak terlalu mengkhawatirkan terkait menipisnya stok ketersediaan beras.

Saat ini ketersediaan stok beras yang dimiliki Bulog ada sekitar 1.7 juta ton, terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan stok beras komersil.***

Rekomendasi