

inNalar.com – Proyek bandara baru di Sumatera Utara kembali dikebut lagi agar penuhi target operasi.
Lokasi dari pembangunan bandara tersebut kabarnya berada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.
Menurut informasi terbaru dari ANTARA 2023, progres pembangunan bandara di Madina, Sumatera Utara tersebut telah mencapai angka 50%.
Diprediksi, bahwa pada akhir bulan Desember 2023 mendatang, bandara baru tersebut akan mulai beroperasi.
Menurut informasi proyeknya, proyek yang diberi nama Bandara Bukit Malintang tersebut dibangun di atas lahan seluas 178 hektar.
Luas lahan tersebut kabarnya berasal dari hibah pemerintah provinsi Sumatera Utara, pemerintah daerah, dan pembebasan lahan warga.
Dari jumlah total 178 hektare tersebut, tercatat, seluas 72,6 hektarenya berasal dari lahan milik warga sekitar, yakni sekitar 63 lahan bangunan.
Lahan seluas 72,6 hektare yang diakui sebagai milik warga negara tersebut dibebaskan pemerintah dengan anggaran senilai Rp7,85 miliar.
Diperjelas lagi, bahwa anggaran senilai Rp7,85 miliar tersebut diperoleh pemerintah dari Bantuan Keuangan Provinsi dan APBD Mandailing Natal.
Total yang diberikan Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) Sumatera Utara sendiri senilai Rp6,6 miliar.
Sedangkan, anggaran ramah senilai Rp1,25 miliar diambilkan dari APBD Mandailing Natal.
Kondisi awal, warga menolak menyerahkan tanahnya kepada pemerintah.
Namun, setelah ditawarkan dengan ganti rugi yang nilainya tinggi, akhirnya warga menyetujuinya.
Rata-rata warga di Sumatera Utara yang lahanya digusur guna pembangunan bandara tersebut mendapatkan ganti rugi senilai Rp200 juta hingga Rp400 juta.
Tak heran, jika akhirnya warga yang terkena pencahayaan lahan tersebut pun menjadi kaya secara tiba-tiba.
Menurut informasi terbaru, bandara yang dibangun di Madina, Sumatera Utara tersebut akan diberi nama pahlawan nasional kelahiran daerah itu.
Nama pahlawan nasionalnya sendiri adalah Jenderal Besar TNI Dr Abdul Haris Nasution.
Itulah sekilas informasi terkait proyek bandara baru di Sumatera Utara yang nasib mengubah warga jadi kaya dadakan.***