

inNalar.com – Kementerian PUPR saat ini telah menyelesaikan pembangunan Intake Air Baku Gandus dengan kapasitas debit total mencapai 1.600 per detik.
Melansir dari laman Instagram @kemenpur, pembangunan Intake Gandus ini ditujukan untuk menambah pasokan air baku di Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Pembangunannya juga bertujuan untuk mendukung kapasitas air dari Pulokerto dengan kapasitas 1.100 liter per detik.
Dengan begitu, diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan maupun pertumbuhan ekonomi penduduk setempat.
Kementerian PUPR sendiri telah melaksanakan pembangunannya secara bertahap sejak tahun 2019 lalu.
Adapun biaya yang perlu digelontorkan sampai pembangunan selesai mencapai Rp133,38 miliar.
Baca Juga: Karyawan Bongkar Isi Chat, Fuji Beberkan Alasannya Belum Bayar Gaji Pekerja, Ternyata Gara-gara Ini…
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII Feriyanto Pawenrusi mengungkapkan bahwa saat ini tinggal menunggu penyelesaian Instalasi Pengolahan Air Minum dan Jaringan Distribusi Utama.
Tepatnya yang ada di wilayah Sumatera Selatan dan Perum Tirta Musi.
Ia juga mengungkapkan bahwa Intake Gandus melaksanakan pembangunan tahap I di tahun 2019 dengan biaya sekitar Rp 15,52 miliar.
Kemudian telah dilaksanakan juga pembangunan tahap II dengan nilai kontrak Rp43,46 miliar, yakni berupa konstruksi jaringan pipa transmisi air baku dan 2 buah jembatan pipa dengan panjang 28 meter serta 12 meter.
Pada proses pembangunan tahap III telah dimulai dari tahun 2021 lalu dengan dana hingga R74,4 miliar.
Yaitu dengan lingkup pengadaan serta pemasangan pipa diameter 1.000 mm sepanjang 3138 meter.
Serta pengadaan dan pemasangan pompa vertikal turbin yang berkapasitas 400 meter per detik sebanyak 4 unit.
Diikuti juga dengan pemasangan listrik premium dengan total 1.385 kVa dan trafo 1.600 kVa.
Pada tahap III juga dilakukan pengadaan panel LVMPD untuk pekerjaan rumah elektrikal, pompa, pos jaga, rumah operator, serta lansekap.
Pada pembangunan Intake Gandus sendiri terdiri dari 4 buat pompa air baku.
Masing-masing kapasitasnya yakni 400 liter per detik. Kemudian akan dioperasikan sesuai dengan kebutuhan sebanyak 3 pompa.
Sementara untuk 1 pompa air baku sisanya dijadikan sebagai cadangan.***