Dokter Zaidul Akbar Ungkap Kandungan Luar Biasa pada Kuliner Khas Dodol, Benarkah Bisa Redam Gangguan Mental?

 

inNalar.com – Ahli penyakit dr. Zaidul Akbar, yang juga praktisi kesehatan alami kali ini mengungkapkan kuliner dengan khasiat luar biasa. Makanan khas itu adalah dodol, tetapi bukan seperti biasa ditemui karena yang ini berasal dari zaman Kerajaan Ottoman.

dr. Zaidul Akbar menerangkan bahwa pembuatnya adalah Merkez Effendi, seorang dokter di zaman Sulaiman al Qonuni dari Kota Manisa, dodol itu dibuat sebagai obat gangguan mental ibu Sang Sultan yang tiba-tiba jatuh sakit dan tak kunjung sembuh.

Menurut dr Zaidul Akbar, hal itu terjadi pasca wafatnya sang suami yakni Sultan Selim 1. Kemudian Sultan Suleyman menceritakan kondisi tersebut kepada pemuka agama pemimpin Kulliye di Manisa dan juga seorang dokter, Hakem Merkez Efendi.

Baca Juga: 30 Ucapan Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2022, Kobarkan Semangat Nasionalisme Lewat Media Sosial

dr. Zaidul Akbar juga menjelaskan bahwa istilah hakem, pada masa itu merupakan gelar dokter sebelum seperti zaman modern yang eksis sekarang ini. Merkez Efendi pun kemudian langsung meracik ramuan berbentuk pasta, dimana berisi 41 bahan herbal dan rempah.

“Kemudian Hakem Merkez Efendi meracik ramuan berbentuk pasta, seperti jenang yang terdiri dari 41 bahan herbal dan rempah.” Tulis dr. Zaidul Akbar seperti dikutip inNalar.com dari akun Instagram miliknya @zaidulakbar pada Senin, 30 Mei 2022.

Asal bahan-bahan dan rempah yang digunakan dari daerah tropis dan sub tropis seperti; daun senna, halilaj, akar legi, kelapa, dan lada jawa atau Piper cubeba.

Baca Juga: Lirik dan Makna Lagu Tak Ingin Usai dari Keisya Levronka yang Viral Jadi Sound di TikTok

Di daerah Mesir jenang atau dodol ini bernama  Macunu Manisa, ramuan tersebut awalnya difungsikan sebagai obat penyakit mental, ketika diberikan pada Hafsa Sultan dan dikonsumsi, hanya dalam beberapa hari langsung sembuh.

Karena obat itu mujarab, maka ibu sultan Sulaiman menyuruh dodol tersebut dibagikan ke seluruh negeri. Lama kelamaan dibuatlah festival bernama Manisa Mesir Macunu Festival.

Sampe sekarang setiap bulan maret atau april dodol itu disawer dari atas masjid saat festival, menurut informasi obat itu sekarang menjadi terkenal tetapi buat obat kejantanan pria, dan sudah ada 45 bahan herbal di dalamnya.

“Ternyata sejak zaman Otoman pangan fungsional sudah dikenal. Dan seru juga kalo ada kota yang bikin festival pangan sehat dan dikenalkan ke masyarakat, sehingga masyarakat kenal pangan sehat, dan akhirnya yang dijual di kalangan masyarakat adalah pangan sehat dan bermanfaat memperbaiki kesehatan.” Terang dr. Zaidul Akbar.

Baca Juga: Gelorakan Jiwa Pancasilais Lewat 17 Twibbon Pilihan Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022 Berikut Ini

Dengan festival pangan sehat alami yang diselenggarakan di berbagai kota begitu, masyarakat akhirnya mengenal makanan sehat. Warga juga semakin sehat, bahkan terbukti keadaan Turki bagian timur lebih sedikit yang terkena penyakit, dibandingkan Turki Barat.

Selain itu, Turki bagian barat juga sulit didapati biji-bijian dan minyak zaitun. Penelitian pola makan mediterania juga sudah banyak dilakukan, terbukti mengurangi resiko penyakit kronik seperti jantung serta stroke.
.
“Sebenarnya hampir setiap kota di Indonesia banyak memiliki makanan sehat, contohnya tempe, ditempat teman-teman ada kah?, nanti kita buat festival begitu.. setuju?, festival Rujullah judulnya.” Kata dr Zaidul Akbar.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]