

inNalar.com – Geliat revitalisasi pasar yang dahulu sempat ludes terbakar di Manokwari pada 2018 silam bakal jadi simbol sekaligus momentum kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di lima kabupaten di Papua Barat.
Kelima kabupaten di Papua Barat yang bakal ikut merasakan manisnya ekonomi dan kesejahteraan masyarakat berkat pemugaran pasar modern selain wilayah Manokwari Selatan ini meliputi juga Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Pegunungan Arfak, dan Tambrauw.
Usai melalui proses pembebasan lahan yang cukup panjang, yakni sekitar 27.809 meter persegi, infrastruktur penunjang ekonomi di Papua Barat ini digadang bakal jadi Pasar Modern Terbesar di Manokwari dengan konsep Green Building.
Ground Breaking revitalisasi pusat perekonomian baru ini diketahui telah digelar pada Rabu, 25 Oktober 2023 yang disimboliskan langsung oleh Penjabat Gubernur Komjen Pol Purn Paulus Waterpau bersama Bupati Manokwari Hermus Indou.
Beruntungnya, pemugaran Pasar Sanggeng di Manokwari ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat dan disebut menjadi sejarah baru bagi perekonomian masyarakat di lima kabupaten yang ada di Papua Barat.
Kementerian PUPR dalam instagram resminya mengungkap bahwa revitalisasi sentra perdagangan di daerah tersebut memang sudah seyogyanya diperjuangkan.
Pasalnya keberadaan Pasar Sanggeng di Manokwari disebut mampu merepresentasikan wajah pembangunan ekonomi di berbagai wilayah Papua Barat.
Biaya konstruksi ulangnya sangat fantastis, yaitu sebesar Rp148.438.100.000 alias Rp148 miliar dengan target kontrak pembangunan dalam waktu 9 bulan.
Pasar Sanggeng digadang bakal jadi yang terbesar di Manokwari mengingat luas lahannya mencapai Rp27.809 meter persegi dengan ukuran bangunan seluas 21.519 meter persegi.
Rencananya pusat perdagangan ini bakal berubah tampilan menjadi sebuah gedung futuristik yang nantinya terdiri dari 3 lantai yang meliputi 394 kios dan 1.106 los.
Sebagaimana diungkap bahwa kontrak pembangunan bakal selesai dalam 9 bulan, ditargetkan pasar ini dapat beroperasi setidaknya pada Bulan Juli 2024.
Diharapkan keberadaan pasar modern bergaya futuristik ini nantinya bisa menjadi pusat perputaran ekonomi baik di tingkat daerah maupun provinsi.
Sejalan dengan era transisi energi global, bentuk bangunan Pasar Sanggeng di Manokwari ini bakal meminimalisasi konsumsi energi, didukung dengan pengelolaan sistem sampah yang lebih tertata.
Selain itu, tata suara dan pencahayaannya bakal dibuat dengan konsep yang membuat para pengunjung merasa nyaman.
Tidak lupa pula sistem pengelolaan air limbah di Pasar Sanggeng Manokwari di Papua Barat ini juga berusaha diterapkan dan efesiensi penggunaan air juga menjadi perhatian Kementerian PUPR.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi