Butuh Investasi Rp3 Miliar, Pemerintah Coba Gandeng Brazil Bangun Pabrik Gula di Papua, Luasnya 2 Juta Hektare?

inNalar.com – Pemerintah saat ini tengah berencana untuk membangun pabrik gula sekaligus kawasan industri gula di Papua.

Pembangunan pabrik gula sendiri ditargetkan akan dilakukan dalam waktu dekat.

Pemerintah juga akan mengajak sejumlah investor agar ikut terlibat.

Baca Juga: Kucurkan Rp1,9 Triliun, Bendungan Manikin di NTT Dibangun di Bekas Kawasan Hutan, Dukung Potensi PLTMH 0,13 Mega Watt

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa pembangunan ini akan dilakukan di lahan seluas 2 juta hektar.

Ia mengatakan pembangunan proyek tersebut akan dilakukan di kawasan Indonesia timur.

Akan tetapi untuk sementara 200 ribu hektar untuk membangun pabriknya.

Baca Juga: Catatkan Cuan Gede, Saham Emiten Konstruksi BUMN Pemborong Proyek PLTU Amurang di Sulawesi Utara Masuk Top Gainers: Melejit Sampai 27,1 Persen!

Menurutnya, Indonesia ke depannya memiliki pabrik gula yang cukup jaya.

Nantinya area tersebut akan langsung terintegrasi sebagai kawasan industri. Termasuk didalamnya lahan tebu.

Andi mengungkapkan alasan memilih Papua sebagai lokasi pembangunan industri ini.

Baca Juga: Anggarannya Rp280 Miliar, Jembatan Kereta Solo Balapan-Kadipiro Dibangun Pakai Teknologi Tak Biasa

Daerah tersebut punya iklim yang cocok untuk ditanami tebu serta area lahan yang cukup luas dan memadai.

Menurut Andi, industri besar ini sangat strategis apabila dibangun di Papua.

Adapun nilai investasi yang diperlukan berkisar antara Rp2,5 sampai dengan Rp3 triliun.

Baca Juga: Bantu Nelayan Melaut, Mega Proyek Pelabuhan Rp43 Triliun di Jawa Barat Hadirkan Pelatihan Bagi Para Pelaut, Programnya…

Dengan angka tersebut, ditargetkan kawasan ini nantinya dapat memproduksi hingga 8.000-12.000 TCD atau tone cane per day.

Menteri Pertanian juga menjelaskan bahwa pihaknya akan mengundang investor dalam mengembangkan kawasan ini.

Akan tetapi, nantinya kawasan tersebut akan tetap dikuasai oleh Holding BUMN Pangan ID Food.

Baca Juga: Habiskan Anggaran Rp20,7 Miliar, Rusun 3 Lantai di Flores Timur NTT Ini Bukan Untuk Dihuni Sembarang Orang

Bagi investor yang berminan nantinya akan dilakukan verifikasi. Ia juga membuka kemungkinan akan ada investor luar negeri seperti dari Brazil

Seperti yang diketahui, Brazil dinilai cakap dalam mengembangkan industri tersebut.

Andi berharap agar Brazil dapat membantu Indonesia di bidang teknologinya.

Baca Juga: Habiskan Dana Rp151,6 Miliar, Jokowi Resmikan 3 Terminal Modern Jelang Akhir Masa Jabatan

Mentan juga berencana untuk memproduksi bioetanol sehigga bisa jadi opsi dalam menyuplai kebutuhan campuran bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

Akan tetapi yang diutamakan adalah pembangunan pabrik gula itu sendiri. Tujuannya agar kebutuhan di dalam negeri dapat dipenuhi dahulu.

Melansir dari Antara, pemerintah sendiri tidak membatasi jumlah investor dalam maupun luar negeri dalam pembangunan ini.

Baca Juga: Dampingi Jokowi Resmikan Ekspansi PT Smelting di Gresik Jawa Timur, Erick Thohir Soroti Pentingnya Hilirisasi

Hal tersebut agar swasembada gula dapat dipercepat. Jika memungkinkan nantinya akan dibangun 20 sampai 30 unit pabrik gula dengan kapasitas 12.000 TCD.

Andi juga berharap agar pembangunan ini memanfaatkan teknologi modern.

Dengan begitu, efektif dalam mendukung produktivitas gula yang dihasilkan nantinya. ***

 

Rekomendasi