

inNalar.com – Salah satu obyek wisata yang ada di Indonesia adalah Gunung Padang. Bahkan dikatakan jika situs peninggalan ini usianya melebihi dari umur Piramida Mesir.
Akan tetapi perlu diperhatikan, meskipun namanya adalah Gunung Padang, namun situs wisata ini tidak berada di Padang Sumatera barat.
Karena situs dari Gunung padang ini sendiri berada di daerah Cianjur Jawa Barat. Selain itu, meskipun dinamakan gunung, tetapi isinya pun hanyalah bukit yang berisi dengan banyak bebatuan.
Adapun alasan dari dinamakannya gunung Padang, itu karena gunung Padang diartikan sebagai Gunung Terang. Hal tersebut karena saking banyaknya aktivitas dan suara-suara di daerah situs Gunung Padang.
Dengan memiliki ketinggian sekitar 885 mdpl, Situs Gunung Padang saat ini telah menjadi tempat wisata. Alasannya, karena saat berkunjung kesini, maka pemandangan yang ditawarkan cukup indah karena wisatawan tengah berada di atas ketinggian tertentu.
Tapi benarkah jika situs Gunung Padang ini memiliki usia yang melebih dari piramida Giza di Mesir?
Bahkan hingga saat ini bagi banyak orang gunung Padang masih menyimpan banyak misteri. Dengan awalnya ditemukan oleh peneliti Belanda Rogier DM Verbeek di tahun 1891, selanjutnya dilaporkan kembali oleh Nicolaas Johannes Krom sebagai ahli sejarah.
Sebagai ahli sejarah, Nicolaas Johannes Krom itu menuliskan laporannya di dalam Rapporten Oudheidkundige Dienst (Buletin Dinas Kepurbakalaan). Meskipun begitu, penelitian tersebut sempat berhenti dan tidak dilanjutkan lagi hingga tahun 1979.
Menariknya, Situs gunung Padang tersebut ditemukan kembali oleh para warga lokal di tahun 1979. Dengan ditemukannya situs itu, maka para warga melaporkan jika ditemukan adanya tumpukan batu-batu persegi besar yang memiliki berbagai ukuran, bahkan sampai tersusun dalam suatu tempat berundak.
Baca Juga: Berjarak 1,2 Kilometer dari Alun-alun Purwokerto, Ada Tugu Peninggalan Uni Soviet yang Menakjubkan
Dengan adanya laporan tersebut, agar mengetahui lebih lanjut tentang situs gunung Padang itu, maka Pemerintah memulai konservasi beserta penelitian di Situs Gunung Padang.
Berdasarkan hasil penelitian, Pusat Arkenas Kemendikbudristek memiliki dugaan sementara jika Gunung Padang merupakan gunung api purba yang telah menghasilkan batu-batuan di perut bukit. Dengan munculnya di perut bukit, kemudian batu-batuan tersebut membelah dan jadi terbentuk seperti tiang-tiang. Selanjutnya, batu-batuan tersebut lantas menjadi dimanfaatkan sebagai pembuatan punden berundak.
Sedangkan dari penelitian lain menyebutkan jika Situs Gunung Padang merupakan salah satu dari situs peradaban tertua yang ada di dunia. Adapun situs ini diprediksi memiliki usia 2000 tahun lebih tua dibandingkan dengan Piramida Giza Timur Tengah di Mesir.
Bahkan undakan di situs gunung Padang ini diklaim sebagai satu situs punden berundak terbesar yang ada di Asia Tenggara. Karena situs gunung ini diketahui memiliki sebanyak 5 undakan, dan undakan tertinggi yang ada ditempati oleh raja.
Menariknya, jalur pendakian menuju undakan ini merupakan suatu tanda dari bentuk kemajuan peradaban kuno jaman itu. Karena akses menuju puncak Gunung Padang tersebut dapat dilewati dengan cara pendakian tangga yang tercipta dari batu.
Adapun kumpulan dari batu-batuan tersebut, dikatakan batuan itu mampu mengeluarkan suara-suara bagaikan alat musik saat dipukul. Dengan ciri khas dari Suara-suara tersebut berbeda dari tiap undakan batu yang ada.
Meskipun nampak menarik dan indah karena dijadikan obyek wisata, arkeolog menemukan Situs Gunung Padang ini telah berusia lebih dari 9000 tahun. Sedangkan Piramida Mesir Giza dari hasil penelitian mengungkapkan jika usia dibangunnya sekitar tahun 2500 SM.
Jika membandingkan umur dari kedua peninggalan situs di atas, maka hasilnya adalah Situs Gunung Padang memiliki usia yang lebih tua dibandingkan Piramida Giza di Mesir.***