Berjarak 239 Km dari Gorontalo, Desa di Tengah Lautan Lepas Ini Sembunyikan Pesona Menarik Biota Laut

inNalar.com – Gorontalo merupakan provinsi yang terletak di bagian utara Pulau Sulawesi. Provinsi ini memiliki banyak keunikan yang menjadi ciri khas.

Keunikan-keunikan itu seperti bahasa, budaya, adat istiadat, kebiasaan, makanan, tempat tinggal, dan sebagainya.

Salah satunya tempat tinggal di desa ini. Desa ini dibangun tak seperti biasanya.

Baca Juga: Bukan Yogyakarta, Bangunan Keraton Yang Dibuat Oleh Prancis dan Portugis Ini Berada di Kalimantan Barat Loh..

Secara eksisting, desa ini dibangun di tengah lautan lepas. Sehingga setiap rumah berada diatas lautan.

Desa ini bernama Desa Torosiaje. Wilayahnya masuk dalam Kecamatan Popayato, Kota/Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Desa ini terletak di paling barat Gorotalo yang berbatasan Sulawesi Tengah.

Berjarak 239 km dari ibu kota provinsi Gorontalo. Atau akses desa ini dapat ditempuh dengan waktu 5-6 jam.

Baca Juga: Surganya Belanja! Inilah 5 Mall Termegah dan Terpopuler di Provinsi Jambi, Nomor 5 Ada Hotel Bintang Limanya

Pada tahun 1901 Desa Torosiaje ini awalnya terdiri dari beberapa rumah yang dibangun oleh seseorang bernama Aji.

Dalam bahasa Bajo, Toro berarti tanjung. Sedangkan Siaje berarti bakti si Aji.

Sehingga Torosiaje berarti tanjung milik si Aji. Karena Ia yang menemukan tanjung ini.

Baca Juga: Jarang Menginjak Daratan, Perkampungan Unik Kalimantan Barat Ini Harus Gunakan Speedboat untuk Beraktivitas

Jika dilihat dari atas desa ini berbentuk huruf U. Pembangunan rumah disini megikuti bentuk huruf U. Rumah disini terbuat dari kayu dan dilengkapi dengan koridor sepanjang 2,3 km untuk menghubungkan antar rumah warga.

Selain rumah, terdapat juga masjid, puskesmas, dan sekolah. Bahkan terdapat sebidang tanah yang digunakan untuk lapangan bulu tangkis.

Laut disini sangat jernih dan asri. Masyarakat di desa ini sangat menjaga kelestarian alamnya. Sehingga dari rumah dapat terlihat ikan-ikan maupun terumbu karang yang cantik.

Desa ini juga dijadikan sebagai tempat wisata. Banyak penginapan di desa ini baik milik pemerintah maupun swasta yang dapat disewa.*** (Irma Agustiana)

Rekomendasi