

InNalar.com – Emiten milik taipan Indonesia, Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) bantu bayar hutan anak perusahaannya usai beri modal dengan total Rp2,52 triliun.
Melansir dari laman resmi IDX, BREN telah melakukan injeksi dana kepada anak usaha yakni Star Energy Group Holdings Pte Ltd (SEGHPL).
Star Energy sendiri merupakan anak perusahaan milik Prajogo Pangestu yang berdiri sejak 2003 silam.
Perusahaan ini bergerak dibidang geothermal atau panas bumi.
Salah satunya dengan mengelola maupun mengoperasikan pembangkit listrik tenaga panas bumi serta lapangan uap dengan kapasitas 875 MW.
BREN sendiri telah melakukan dua kali penambahan modal kepada SEGHPL.
Transaksi tersebut dilakukan pada 27 Oktober dan 9 November 2023 lalu, dengan nilai total sebesar 162,5 juta dollar AS atau setara Rp2,5 triliun.
Tercatat pada 27 Oktober 2023, BREN melakukan suntikan dana kepada anak perusahaannya sebesar 72,5 juta dollar AS.
Nominal tersebut digunakan untuk pengambilan bagian dari seluruh saham yang diterbitkan Star Energy sebanyak 71.758 lembar.
Baca Juga: Wow! Megaproyek Rp566 Triliun di IKN di Kalimantan Timur Sampai Didatangi PBB, Mengapa?
Sehingga kepemilikan saham BREN di anak perusahaannya meningkat dari 752.392 menjadi 824.150 saham.
Merly selaku Direktur dan Sekretaris Barito Renewables menyatakan bahwa dana tersebut digunakan Star Energy untuk memenuhi kewajiban pembayaran pada Star Energy Oil and Gas atau SEOG.
Pembayarannya untuk penggantian biaya yang ditanda tangani oleh ketiga belah pihak BREN, SEGHPL dan SEOG pada 3 Juli 2023 lalu.
Kemudian suntikan dana kedua dilakukan pada 9 November 2023, dengan nominal 90 juta dollar AS.
Dana ini digunakan untuk mengambil saham baru yang diterbitkan Star Energy sebanyak 89.079 lembar.
Sehingga kepemilikannya meningkat menjadi 913.229 lembar saham.
Merly juga menambahkan bahwa modal dari BREN bakal digunakan oleh SEGHPL untuk membayar sebagaian hutang kepada Bangkok Bank Public Company Limited.
Adanya injeksi modal ini juga bisa memberikan dampak positif untuk finansial perusahaan.
Star Energy sendiri menjadi salah satu perusahaan Prajogo Pangestu yang paling vital.
Bahkan perusahaan Geothermal ini pernah diminta oleh Erick Thohir untuk bergabung dengan BUMN pada 2022 lalu.
Erick Thohir berharap bahwa Star Energy bisa membentuk kesatuan seperti Pertamina Geothermal Energy (PGE).
Prajogo Pangestu sendiri memiliki jumlah saham yang besar setelah melakukan akuisisi 66,67 persen pada 29 Juni 2018.
Baca Juga: 5 Fakta Unik Tentang BRI di HUT ke-128, Didirikan Priyayi Purwokerto dari Uang Kas Masjid?
Sementara itu, saham BREN sedang mengalami penurunan 2,36 persen ke level 7.225 per saham pada Senin, 18 Desember 2023. ***