Berdiri Sejak 1969, Masjid di Provinsi Lampung Ini Ternyata Direncanakan Sejak Era Kolonial Belanda

inNalar.com –  Provinsi Lampung terdapat puluhan hingga ratusan masjid yang dipergunakan masyarakat untuk beribadah.

Hal tersebut tentunya dikarenakan masyarakat Lampung didominasi oleh penduduk beragama muslim.

Dilansir dari sumber terpercaya, terdapat hingga 95 persen penduduk muslim di Provinsi Lampung.

Baca Juga: 23 Km dari Yogyakarta, Pasar Tradisional di Surakarta Ini Namanya Berasal dari Suara Kereta Api!

Salah satu masjid yang populer di Provinsi Lampung terletak di Kota Metro.

Masjid tersebut bernama Masjid Taqwa yang memiliki menara simbol peradaban islam di Lampung.

Masjid Taqwa berlokasi di Jl. Letjend Alamsyah Ratu Prawira Negara No.1, Imopuro, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung.

Baca Juga: Berdiri 2 Tahun di Tengah Hutan, Warung Kopi di Jombang Jawa Timur Ini Tak Pernah Gagal Datangkan Pengunjung

Masjid ini dibangun dengan cara gotong royong dari masyarakat sekitar dan mereka ikhlas memberikan bahan-bahan bangunan seadanya untuk pembangunan masjid ini.

Masjid ini hanya memakan waktu pembangunan sekitar 2 tahun saja yakni tahun 1967 hingga tahun 1969.

Kemudian, Masjid ini diresmikan oleh menteri agama yang menjabat pada saat itu yakni KH.A.Dahlan.

Baca Juga: Jadi Pusat Oleh-oleh Legendaris di Semarang, Pasar Tradisional Ini Pernah Jadi yang Terbesar se-Asia Tenggara?

Masjid Taqwa ini juga merupakan masjid tertua yang ada di Kota Metro dan masih kokoh hingga sekarang.

Uniknya meskipun mulai dibangun pada tahun 1967, tetapi sebenarnya pembangunan masjid Taqwa ini telah direncanakan sejak pemerintah kolonialisme Belanda.

Dulunya Kota Metro ini dijadikan sebagai pusat daerah Kolonisasi Sukadana dan pembangunan masjid ini mendapat perhatian dari pemerintah Belanda.

Bahkan, pemerintah Belanda telah menggambar denah bangunan masjid ini dalam rangka akan dibangunnya pusat daerah kolonisasi.

Pemerintah Belanda juga telah menyediakan lokasi untuk pembangunan masjid ini yakni tepat ditengah-tengah pusat kota yang sangat strategis.

Namun, pada akhirnya masjid ini dibangun sendiri oleh masyarakat Lampung secara swadaya.***

Rekomendasi