Bangunan Elit, Selesai Sulit! Proyek di Lampung Ini Terbengkalai Hingga Timbulkan Kesan Menakutkan

inNalar.com – Setelah viral karena jalanan Lampung yang rusak parah, ternyata ada beberapa fakta dari provinsi ini yang belum terkuak, salah satu contohnya proyek megah di Lampung. 

Provinsi Lampung yang memiliki penghasilan lada hitam terbesar di Indonesia ini memiliki populasi lebih dari 8, 458 juta penduduk. 

Selain itu, Lampung memiliki dua kota besar yaitu Bandar Lampung dan Metro yang terdiri dari 13 kabupaten di dalamnya. Kota Bandar Lampung sendiri menjadi salah satu pusat pemerintahannya. 

Baca Juga: 5 Stasiun Kereta Api Terbesar di Jawa Timur, Nggak Kalah Megah dengan di Jakarta

Saat era gubernur Lampung bernama Sjachroedin Z,  ada sebuah proyek besar berupa kota baru di lahan seluas 1308 hektar guna untuk menjadi pusat pemerintahannya. 

Bangunan proyek ini sudah banyak bagian yang rusak, seperti pilar yang mulai rusak akibat vandalisme, isi bangunan yang sudah rusak, bahkan terdapat atap yang telah jebol. 

Proyek besar ini sebelumnya diketahui menelan anggaran yang cukup fantastis berkisar 18,9 miliyar rupiah untuk kompleks kantor sedangkan pembangunan gerbangnya ditaksir capai nilai 1,3 miliyar rupiah.

Baca Juga: Bendungan Jatigede di Jawa Barat ini Memiliki Kapasitas Air 3,3 Miliar m3, Ada di Kabupaten Mana?

Terdapat 4 gedung utama dalam Mega proyek ini berupa kantor gubernur seharga 72 milyar, gedung DPRD 46 miliyar, balai adat 1,5 M, serta masjid agung 20 miliyar. 

Seluruh bangunan-bangunan ini telah dikelilingi oleh tanaman-tanaman liar serta bahan bangunan yang telah diselimuti oleh lumut. 

Pada dasarnya bangunan-bangunan tersebut sudah hampir rampung. Namun karena tidak terawat, terdapat banyak properti yang rusak, bahkan telah hilang dicuri oleh maling.

Baca Juga: Luas Hingga 4,2 Hektar, Thursina International Islamic Boarding School: Pondok Pesantren Bak Hotel Bintang 5

Selain itu, bangunan proyek ini kerap kali menjadi tempat kenakalan remaja seperti pesta alkohol dan perbuatan mesum. 

Disisi lain terdapat beberapa lahan yang telah dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk lahan pertanian dengan menggunakan pembatas jalan untuk menanam padi. 

Jika dihitung, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran 50,8 juta rupiah hanya untuk menjaga aset pemerintah tersebut. 

Namun, proyek megah ini telah dihentikan sejak tahun 2014 tepat pergantian gubernur. 

Warga sekitar berkata bahwa ada satuan petugas yang menjaga area kota batu ini. Tapi tetap saja masih sering kali digunakan hal-hal buruk di area ini. 

Selain rusaknya bangunan, warga kerap kali menepukan bekas hisab sabu, lalu sering terjadi aksi kejahatan berupa begal di lahan terbengkalai ini. *** (Fildatul Hammi)

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]