Apriyani/Fadia Kalah, Ganda Putri China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan Cetak Sejarah di Kejuaraan Dunia Bulutangkis

InNalar.com – Pasangan ganda putri China yakni Chen Qing Chen/Jia Yi Fan berhasil mencetak sejarah usai mengalahkan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti di final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2023.

Sejumlah pebulutangkis akhirnya mengakhiri perjuangannya di ajang BWF World Championship atau Kejuaraan Dunia Bulutangkis pada 21-27 Agustus di Kopenhagen, Denmark.

Indonesia aslinya mengirimkan 14 wakil terbaiknya di ajang bergengsi ini.

Baca Juga: Miliki Wahana Senilai Rp 3 Miliar, Tempat Wisata di Malang Jawa Timur Ini Luasnya Hampir Mencapai 3 Hektar

Namun sayangnya hanya ada satu wakil Indonesia yakni Apriyani/Fadia yang lolos ke babak pamungkas.

Apriyani/Fadia yang berstatus sebagai unggulan ke-11 berhadapan dengan unggulan pertama asal China yakni Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.

Sayangnya perjuangan Apriyani/Fadia tidak berujung manis karena kalah dua gim dari Chen/Jia.

Baca Juga: Jumlah Investor Saham Pasar Modal di Aceh Banyak Didominasi Oleh Para Pelajar dan Mahasiswa

Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti kalah dengan skor 16-21 dan 12-21 di babak pamungkas saat bersua dengan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2023.

Hasil ini pun membuat lawannya yakni Chen/Jia sukses mencatatkan sejarah di Kejuaraan Dunia Bulutangkis.

Yakni menjadi ganda putri China pertama yang memiliki empat gelar di ajang yang setara dengan level Super 1000.

Baca Juga: Tinggal 2 Hari Lagi! Pertamina Buka Banyak Lowongan Pekerjaan, Segera Daftarkan Diri Anda!

Sebelumnya Chen/Jia berhasil meraih tiga gelar juara pada turnamen yang termasuk Grade A.

Yakni Chen Qing Chen/Jia Yi Fan pernah meraih gelar di Kejuaraan Dunia Bulutangkis edisi 2017, 2021 dan 2022.

Kini ganda putri China tersebut kembali meraih satu gelar secara beruntun pada tahun 2023 usai kalahkan Apriyani/Fadia.

Sementara itu, meski gagal menjadi juara, namun Apriyani Rahayu dan Siti Fadia Silva juga mencatatkan rekor unik.

Yakni menjadi ganda putri ketiga Indonesia yang berhasil menjadi finalis di Kejuaraan Dunia Bulutangkis.

Sebelumnya ada dua legenda yang mencapai babak final yakni Verawaty Fajrin/Imelda Wiguna (1980) dan Finarsih/Lili Tampi (1995).

Hasil ini membuat Chen Qing Chen/Jia Yi Fan meraih medali emas, sedangkan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti meraih medali perak di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2023.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]