

inNalar.com – Saat berpuasa, kalian tidak akan makan dan minum selama hampir 14 jam. Tentunya hal ini memberi dampak yang besar pada kondisi tubuh kalian saat menjalani puasa.
Pada hari pertama berpuasa, kalian mungkin akan merasa lemas dan pusing. Namun bila dilakukan secara sehat dan terus menerus, puasa dapat dipercaya mendatangkan banyak manfaat baik untuk kesehatan tubuh kalian.
Untuk memastikannya, kalian perlu mengetahui apa saja yang akan terjadi di dalam tubuhmu selama berpuasa.
Baca Juga: Kapan Puasa Nisfu Syaban 2022? Simak Jadwal, Bacaan Niat, dan Terjemahannya
Perubahan gaya hidup selama sebulan penuh, baik itu dalam pola makan, pola tidur, dan aktivitas sehari-hari lainnya, turut berpengaruh menyebabkan banyak perubahan pada tubuh kalian.
Beberapa kalian mungkin mengalami perubahan dalam komposisi tubuh dan fungsi organ (fisiologi), darah dan cairan (hematologi), serta elektrolit darah.
Perubahan Metabolisme Tubuh Saat Berpuasa
Perubahan yang terjadi di dalam tubuh saat berpuasa akan berbeda-beda, tergantung lamanya Anda berpuasa. Secara teknisnya, tubuh baru memasuki “fase puasa” setelah 8 jam dari makan terakhir, yakni saat usus selesai menyerap semua zat gizi dari makanan.
Pada kondisi normal, glukosa (gula) dari makanan tersimpan dalam hati dan otot sebagai sumber energi utama. Sebelum memasuki fase puasa, tubuh akan membakar sumber energi ini sehingga kalian dapat melakukan aktivitas seperti biasanya.
Setelah glukosa itu habis, lemaklah yang menjadi sumber energi selanjutnya. Tubuh kalian yang tadinya membakar glukosa kini beralih melakukan metabolisme lemak saat kalian berpuasa. Dengan kata lain, puasa bisa membuat tubuh membakar lemak yang ada pada tubuh kalian.
Jika lemak itu habis, tubuh terpaksa memakai protein sebagai sumber energi. Penggunaan protein sebagai sumber energi inilah tidak sehat bagi tubuh kalian, karena protein yang dipecah berasal dari otot. Pembakaran protein lama-kelamaan bisa membuat otot menjadi kecil dan lemah.
Baca Juga: Sering Tidak Disadari, Ternyata 4 Hal Ini adalah Tanda Seseorang Stres
Namun, pada saat menjalankan ibadah puasa Ramadan. Kalian hanya berpuasa selama 13–14 jam. Ini merupakan masa-masa ketika tubuh mulai kehabisan glukosa dan menggunakan lemak sebagai sumber energi kedua. Jadi, puasa Ramadan tidak menyebabkan pemecahan protein dan aman.
Proses metabolisme lemak pada tubuh saat puasa justru bermanfaat bagi tubuh karena membantu penurunan berat badan dan kolesterol darah. Penurunan berat badan yang sehat dapat membantu mengontrol diabetes dan menurunkan tekanan darah pada tubuh kalian.
Sementara itu, kolesterol yang terkontrol pada tubuh kalian itu dapat menurunkan risiko sindrom metabolik. Hal ini merupakan kumpulan kondisi yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke, contohnya obesitas serta gula darah yang tinggi.
Baca Juga: Ramai soal Perang Rusia dan Ukraina Disebut Tanda Akhir Zaman, Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat
Tentunya, dengan menjalankan ibadah puasa Ramadan akan membuat tubuh kalian menjadi lebih sehat dan diganjar pahala yang besar oleh Allah SWT, Sebagaimana Hadist Rosulullah SAW yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, sebagai berikut;
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى
“Seluruh amalan kebaikan manusia akan dilipatgandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman, “Kecuali puasa. Sebab pahala puasa adalah untuk-Ku. Dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Ia (orang yang berpuasa) telah meninggalkan syahwat dan makannya karena-Ku.” (Al-Bukhari dan Muslim).***