Aliri 8922 Hektar Pertanian, Bendungan Mangkrak di Aceh Senilai Rp28 Miliar Ditender Ulang, Kapan Digarap Lagi?

InNalar.com – Terdapat proyek infrastruktur bendungan yang mangkrak di provinsi Aceh dan akan dikerjakan kembali.

Infrastruktur tersebut berada di Kabupaten Aceh Utara, dan telah tidak dikerjakan sejak Januari 2023.

Padahal sebenarnya infrastruktur yang berada di perbatasan Desa Leubok Tuwe Kecamatan Meurah Mulia cukuplah penting bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Nilai Investasinya Diindikasikan Rp45,71 Triliun, Megaproyek Sepanjang 180,58 Km Ini Bakal Betonkan Tanah 40 Desa di Kabupaten Tuban

pasalnya infrasstruktur penampungan air ini nantinya mampu mengaliri lahan pertanian seluas 8.922 hektar.

Tepatnya, tempat penampungan ini mampu mengaliri Pasee Kiri seluas 3.308 hektar dan Pasee Kanan 5.614 hektar.

Sementara itu untuk menampung airnya, infrastruktur ini nantinya akan membendung dari aliran sungai Krueng Pasee.

Baca Juga: Petani Merugi Rp2 Triliun, Bendungan di Aceh Malah Mangkrak hingga Ditinggalkan Kontraktor, Nasibnya Kini…

Sungai Krueng Pasee merupakan jenis Sungai Alluvial, yang mana saat saluran pengelak tergerus dari cuaca ekstrem maka akan berpotensi merusak seperti rumah, Pompa, Jembatan Bailey, dan banyak lagi.

Maka dari itulah infrastruktur tempat penampungan air merupakan satu bangunan yang diperlukan, agar hal buruk tersebut tidak terjadi.

Walaupun seperti itu, ternyata pembangunan infrastruktur ini malah mangkrak sejak Januari 2023 dan hingga kini belum dikerjakan.

Baca Juga: Didanai Jepang 3 Miliar USD, Realisasi Proyek MRT Balaraja-Cikarang Bentang 89,7 Km Bakal Dilanjut, Rute Tangerang-Bekasi Siap Terkoneksi Pada…

Hingga saat ini diketahui progresnya juga baru 36.71% yang seharusnya telah mencapai 70,20% saat terjadi putus kontrak.

Meski begitu, Penyelesaian Rehabilitasi bendungan di kabupaten Aceh Utara juga sudah jadi salah satu prioritas Direktorat Jenderal SDA Kementerian PUPR pada Tahun Anggaran 2024 seperti yang dilansir dari laman PUPR.

Sebab sejak putus kontrak hingga proyek ini tak dikerjakan lagi, pemerintah telah melakukan tender ulang pada 30 Oktober 2023 kemarin.

Baca Juga: Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala Asia 2023: Elkan Baggott dan Rizky Ridho di Bench, Jordi Amat Starter!

Tender ulang tersebut dilakukan dengan jumlah nilai pagu yang bersumber dari APBN 2024 sebesar Rp 28,5 miliar.

Berdasarkan target yang diharapkan, nantinya proyek mangkrak ini pada minggu pertama Januari 2024 telah teken kontrak.

Sedangkan untuk target penyelesaiannya diharapkan bisa rampung pada minggu kedua Desember 2024.

Baca Juga: Pasok Domestik 1,5 Juta KL, PT Sinar Mas Agro Bakal Genjot Produksi Usai Upgrade Kapasitas Pabrik Biodiesel di Kalimantan Selatan

Karena jika target ini bisa terealisasikan, maka pada musim tanam Januari 2025 lahan para petani seluas 8.922 hektar sudah dapat teraliri air.

Bagaimana tidak, infrastruktur ini saja merupakan bangunan vital bagi para petani di 8 kecamatan yang terdapat di kabupaten Aceh Utara dan 1 kecamatan di Lhokseumawe. ***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]