Review Buku ‘Tak Masalah Jadi Orang Introver’ Karya Sylvia Loehken, Wajib Dimiliki Oleh Kaum Anti Basa-basi

inNalar.com – Selama ini kaum introvert merasa bahwa sifatnya ini banyak menghambat langkah mereka untuk berkreasi dan berinovasi. Sifat dominan yang tertutup, kurang suka bersosialisasi dan penyendiri membuat kaum introvert seakan tidak terlihat kehadirannya.

Berbeda sekali dengan kaum ekstrovert yang lebih mudah berbaur, senang berkomunikasi, dan merasa energinya ter-charge ketika berada dalam keramaian. Kaum introvert justru memiliki sifat kebalikannya. Energi seorang introvert justru akan terisi penuh ketika ia menjauh dari keramaian dan menyendiri sejenak.

Buku karya dari Sylvia Loehken ini mengupas tuntas istimewanya seorang introvert dengan pendekatan dari sisi psikologi dan penelitian terbaru. Kali ini inNalar.com akan merangkum materi dari buku tersebut supaya pembaca lebih mudah untuk memahami.

Baca Juga: Resmi Tunangan, Begini Perjalanan Cinta HyunA dan DAWN, Disebut Pasangan Bernasib Sial

Otak introvert berbeda dengan otak ekstrovert

Bidang yang secara khusus digunakan untuk meneliti bidang introversi-ekstroversi adalah fisiologi otak. Kepribadian serta perilaku kita diatur oleh detail fisiologis otak. Misalnya, ketika seseorang ingin membuat keputusan, mengingat, dan memecahkan masalah, maka bagian otak ini merupakan tempat dilakukannya pemrosesan internal melalui aktivitas listrik di korteks frontal subjek.

Perbandingan ciri khas introvert dan ekstrovert

Jarang ada orang yang memiliki kepribadian yang sepenuhnya introvert atau sepenuhnya ekstrovert. Masing-masing memiliki kecenderungan. Contoh introvert adalah regenerasi diri melalui ketenangan, keheningan dan menyendiri. Sedangkan ekstrovert melalui kontak dengan orang lain. Contoh lainnya adalah introvert lebih suka berpikir sebelum bicara atau bertindak. Sedangkan ekstrovert sering bicara atau berperilaku secara spontan.

Baca Juga: Museum Holocaust di Minahasa Tuai Kontroversi, Simak Kembali Sejarah Kelam Orang Yahudi Eropa

Kekuatan sosok introvert

Sosok introvert cenderung kritis terhadap diri sendiri. Orang-orang pendiam ini seringkali terlalu kritis terhadap diri sendiri dan sering melakukan upaya untuk bisa menemukan kelebihan mereka. Namun kekuatan-kekuatan tersebut kadang justru terlewatkan dan cenderung tidak kelihatan. Kekuatan lain seorang introvert adalah rangkaian otak dan sistem saraf otonom mereka secara khusus telah disetel untuk berkonsentrasi, belajar, berefleksi diri, dan mengingat.

Hambatan-hambatan seorang introvert

Hambatan utama para introvert adalah rasa takut yang berlebihan, terlalu memperhatikan detail, sikap pasif dan tak jarang melarikan diri, dan ketidakluwesan dalam berkomunikasi. Hambatan-hambatan tersebut bisa dihadapi dengan cara mengatasi rasa takut dengan sadar, dan mencari sumber energi.

Baca Juga: Tak Puas Habiskan Rp3 Miliar Demi Mirip Jimin BTS, Influencer Ini Bakal Perpendek Mr P

Orang introvert yang mengubah dunia

Beberapa tokoh yang berhasil mencengangkan dunia dengan penemuan atau karyanya antara lain adalah Charles Darwin (penggagas teori evolusi dari Inggris), Albert Einstein (fisikawan dan pemenang Hadiah Nobel untuk ilmu Fisika dari Jerman), Mahatma Gandhi (pemimpin spiritual dalam gerakan kemerdekaan dari India), Bill Gates (pendiri Microsoft dari Amerika Serikat), dan Avril Lavigne (musisi dari Kanada). Sebenarnya masih banyak tokoh dunia lain yang juga termasuk kaum introvert. Namun rasanya nama-nama besar tadi sudah cukup untuk mewakili.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Bantul Tertinggi se DIY, Semua Sekolah Wajib PTM 50 Persen Mulai 7 Februari 2022

Baik introvert maupun ekstrovert masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Tinggal bagaimana kita memaksimalkan potensi yang ada dengan menonjolkan kelebihan yang kita miliki. Jadi, kamu termasuk kaum introvert atau ekstrovert, nih?***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]