Bukan Sholat Lailatul Qadar, Gus Baha Sebut 2 Hal Ini agar Raih Kemuliaan di Malam Lebih Baik dari 1000 Bulan

 

inNalar.com – Sholat Lailatul Qadar banyak dilakukan orang pada hari-hari menjelang berakhirnya Ramadhan 2022 ini, semuanya tidak mau kalah berlomba-lomba dalam kebaikan mengejar kemuliaan di malam yang lebih baik dari 1000 bulan.

Gus Baha ulama kharismatik dari Jawa Tengah. juga menyampaikan terkait amalan di waktu yang mana malaikat turun ke bumi dan terdapat kesejahteraan hingga terbit fajar. Hanya saja menurutnya ada 2 hal penting yang menjadi kunci.

Sholat Lailatul Qadar bisa jadi masuk ke dalam salah satu kunci tersebut, tetapi tidak disebutkan secara langsungoleh ulama yang merupakan murid dari KH Maimoen Zuber itu. Sehingga bisa diartikan luas dan tidak hanya satu amalan saja.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Tasbih Menurut Gus Baha, Amalan Spesial di Bulan Istimewa

Gus Baha menjelaskan bahwa sesuai yang disebutkan di dalam hadits bahwa Rasulullah SAW memberitahu terkait waktu terjadinya malam yang lebih baik dari 1000 bulan itu, ada riwayat pada 10 terakhir, lalu secara khusus dikatakan di salah satu malam ganjil.

Lebih detail lagi dinyatakan waktu yang dipenuhi dengan kesejahteraan hingga terbit fajar adalah tanggal 27  Ramadhan, walaupun tetap saja semua petunjuk tersebut tidak bersifat pasti. Ada lagi yang menyebutkan bahwa hal itu akan terjadi pada tanggal 11.

Dikutip inNalar.com dari artikel Portal Sulut berjudul Gus Baha Bilang Asal Tidak Melakukan Ini, Yakinlah Lailatul Qadar di Bulan Ramadhan akan Kamu Dapatkan pada Senin, 25 April 2022 bukan hanya sholat Lailatul Qadar saja yang bisa dilakukan.

Baca Juga: Khutbah Idul Fitri 2022 Tema Kerugian di Tengah Kebahagiaan, Menyentuh Hati dan Membuat Air Mata Bercucuran

Menurut Gus Baha, mencari lailatul qadar itu intinya dicari dan yakin akan mendapatkannya.

“Tapi keyakinan saya. Pokoknya cari, tapi yakinlah kamu dapat!,” ujar Gus Baha, dilansir portalsulut.pikiran-rakyat.com dari kanal YouTube Ansor Dzul Channel pada Minggu 24 April 2022.

Gus Baha mengisahkan di dalam sebuah kitab ada alasan Allah SWT memberikan lailatul qadar kepada umat Nabi Muhammad SAW.

“Karena saya punya kitab kredibel. Kitab hadits milik orang zaman dulu.”

“Dikisahkan Nabi Muhammad sedang bercerita, bahwa Nabi Nuh berusia 1000 kurang 50, berarti 950 tahun. Nabi Ibrahim ratusan tahun. Lalu muncul keresahan. Keresahan itu karena, “Lantas bagaimana dengan umatku yang berusia pendek? Lalu Allah merespon keresahan Nabi itu dengan memberi lailatul qadar,” tutur Gus Baha.

Baca Juga: Pasar Gembrong Kebakaran, Penyebab Utama Berasal dari Salah Satu Rumah Warga, Damkar Kerahkan Ratusan Personil

“Umatmu yang berusia pendek itu Aku beri lailatul qadar, yang nilainya setara 1000 tahun,” ucap Gus Baha mengisahkan.

Gus Baha lalu berbagi cara mendapatkan malam lailatul qadar di bulan Ramadhan.

Menurut Gus Baha cara mendapat malam lailatul qadar di bulan Ramadhan adalah selain taat beribadah kepada Allah SWT di bulan Ramadhan, juga menjauhi maksiat.

“Asal tidak maksiat, menurut saya pasti mendapatkan malam lailatul qadar,” ujar Gus Baha.

Baca Juga: Inilah 10 Twibbon Idul Fitri 2022 dengan Berbagai Model, Desain Elegan dan Dilengkapi Tulisan Arab

Idealnya kata Gus Baha, mencari malam lailatul qadar itu sejak tanggal 11 Ramadhan.

Gus Baha mengaku bahwa dirinya mencari malam lailatul qadar di tanggal 11 Ramadhan.

“Bagi saya, pokoknya hargai hadits, hargai Al Quran. Ambil jalan tengahnya. Makannya ada juga ulama yang berpendapat mulai tanggal 1 Ramadhan,” kata Gus Baha.

Menurut Gus Baha, hal ini lantaran sabda Nabi yang mengatakan carilah dengan sungguh-sungguh pas 10 malam terakhir.

“Berarti ada juga yang mencari tanpa bersungguh-sungguh. Tapi sejak tanggal 1. Kalau kalian mencari dengan sungguh-sungguh sejak tanggal 21 berarti dihitung permulaan,” papar Gus Baha.

Maksud dari sungguh-sungguh mencari lailatul qadar itu, kata Gus Baha, adalah klimaks.

Baca Juga: 10 Ucapan Idul Fitri 2022 dalam Bahasa Arab selain Taqaballalahu Minna wa Minkum, Lengkap Beserta Arti

“Klimaks itu sudah dimulai sejak tanggal 1. Kalau baru mencari sungguh-sungguh mulai tanggal 21, kata malaikat ‘Lho, kok baru sekarang kamu mencari?’ Berarti dianggap pemulakan?” jelas Gus Baha.

Gus Baha menjelaskan, mencari malam lailatul qadar itu di seluruh bulan Ramadhan.

“Nabi bersabda ‘Sungguh-sungguh..’ Bukan awal pencariannya, tapi awal bersungguh-sungguh,” jelas Gus Baha.***

(Cadavi Lasena/Portal Sulut)

Rekomendasi