

inNalar.com – dr Aisah Dahlan membagikan tips mengelola emosi berdasarkan tinjauan Neuropsikologi. Tips tersebut disampaikan oleh dr Aisah Dahlan melalui video yang diunggah di kanal YouTube draisahdahlan pada Sabtu, 11 Juni 2022.
dr Aisah Dahlan menggunakan tinjauan Neuropsikologi dengan pendekatan secara Islami. Pada penjelasannya, dr Aisah Dahlan menghubungkan keilmuan dengan berdasarkan perspektif Islam.
Menurut dr Aisah Dahlan, belajar kecerdasan emosi (emotional intelligence) itu perlu. Kecerdasan emosi adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan dan memahami emosi (baik emosi orang lain maupun emosi diri sendiri).
Selanjutnya, dr Aisah Dahlan mengatakan, tujuan dari belajar kecerdasan emosi, yaitu untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental serta mengharmoniskan hubungan komunikasi.
Sementara itu, pusat pengendalian emosi pada manusia terletak pada organ yang disebut otak. Otak manusia berhubungan dengan intelektual, emosi, dan pendidikan.
“Manusia harus mampu mengatur hawa nafsu agar derajatnya tidak turun lebih rendah daripada binatang,” kata dr Aisah Dahlan.
Pernyataan dr Aisah Dahlan tersebut berhubungan dengan bagian otak manusia. Pada otak manusia terdapat bagian yang bernama Limbic System yang posisinya terletak di bagian tengah otak.
Limbic System berfungsi untuk mengelola emosi. Perlu diketahui, bahwa Limbic System tidak hanya terdapat pada otak manusia, tapi juga terdapat pada binatang mamalia. Oleh sebab itu, Limbic System juga disebut dengan otak mamalia.
dr Aisah Dahlan juga mengatakan bahwa pada otak manusia, tidak hanya terdapat otak mamalia, tapi juga terdapat otak reptil atau bagian batang otak.
“Jadi kita ada sifat mamalia dan ada sifat reptilnya juga. Jadi kalau ada yang bilang, ‘Oh dia kayak buaya, buaya darat’itu karena kita punya otak reptil,” seloroh dr Aisah Dahlan.
Kendati demikian, semua bagian otak manusia memiliki peran dan fungsi yang penting bagi manusia.
Sebelum mempelajari cara mengolah emosi, dr Aisah Dahlan memperkenalkan tentang 10 jenis emosi atau yang disebut juga level emosi. Level emosi ini diurutkan berdasarkan besarnya frekuensi. Urutannya, sebagai berikut.
1. Apatis (50 Hz)
2. Sedih (75 Hz)
3. Takut (100 Hz)
4. Rakus (125 Hz)
5. Marah (150 Hz)
6. Sombong (175 Hz)
7. Semangat (200 Hz)
8. Menerima (350 Hz)
9. Damai (600 Hz)
10. Pencerahan (700-1000 Hz)
Selanjutnya, tips mengelola emosi dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut.
• Harus mampu mengatur emosi, yaitu dengan menaikkan atau menurunkan level emosi. Ketika kita berada pada level emosi rendah, maka kita harus mampu menaikkan levelnya.
• Mengubah emosi negatif menjadi emosi positif ketika menghadapi masalah, yaitu dengan memahami masalah serta situasi dan kondisi yang dialami.
• Isi otak dengan hal-hal positif, misalnya dengan membaca ayat suci al-quran dan mengkajinya.
• Memperbanyak istighfar.
• 3 M: mengaku, mengangkat (tarik napas panjang, istighfar), meminta (doa). ***