

inNalar.com – Dalam penjelasan Gus Baha terbaru 2022 mengenai mandi junub, ada himbauan untuk jangan sampai melakukan kesalahan yang tampak sepele ini.
Kajian Gus Baha terbaru 2022 juga menjelaskan jika kesalahan tersebut bisa berpotensi membuat mandi Junub menjadi tidak sah dilakukan.
Pada ceramah Gus Baha terbaru 2022 dijelaskan betapa pentingnya melakukan mandi junub yang benar karena berkaitan dengan sah tidaknya amal ibadah yang akan dilakukan setelahnya.
Penjelasan Gus Baha terbaru 2022 tentang mandi junub ini menekankan pentingnya menghindari 1 kesalahan yang tampak sederhana dan sering disepelekan saat mandi junub.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Bergabungnya Michael Krmencik Menjadi Calon Mesin Gol Persija Jakarta
Sebagaimana dikutip inNalar.com dari Portal Jember “Segera Hindari! Mandi Junub Bisa Tidak Sah karena 1 Hal Ini kata Gus Baha”.
Mandi junub itu wajib untuk menghilangkan hadast besar.
Mandi junub merupakan sesuatu hal yang sangat penting untuk diketahui, sebab berkaitan dengan sah atau tidaknya suatu ibadah.
Apalagi bagi yang belum mandi junub ada larangan melakukan ibadah seperti shalat, berdiam diri atau duduk di masjid, thawaf atau mengelilingi Ka’bah, melafalkan ayat Al-Qur’an, dan menyentuh mushaf.
Saat mandi besar ini, ada beberapa yang bisa membuat mandi tersebut tidak sah.
Menurut Gus Baha, saat mandi junub, tidak boleh ada sabun atau sampo terlebih dahulu sampai mandi junubnya selesai.
Sebab, lanjut Gus Baha, sampo atau sabun akan berpotensi merubah sifat air, sehingga dapat menyebabkan tidak sah.
“Syaratnya mandi atau wudhu itu jangan ada di tubuh sesuatu yang merubah air, misal sabun, sampo atau yang lainnya,” ucap Gus Baha.
“Makanya kayak orang mandi junub itu banyak yang salah, jadi 1 ciduk air langsung pakai sampo,” imbuhnya.
Baca Juga: 6 Hasil Kebudayaan Masa Megalitikum, Sarana Nenek Moyang untuk Pemujaan Roh
Karena adanya sabun dan sampo itulah kemudian air berikutnya tidak akan bisa menghilangkan hadats besar.
“Berarti semua air ini tidak bisa menghilangkan hadats besar, karena posisi air yang ke seluruh tubuh berbau sampo,” ujar Gus Baha.
Karena itu, menurut Gus Baha, untuk mandi junub sebaiknya menggunakan air bersih hingga mandi junubnya selesai, kemudian baru memakai sampo.
“Tapi kalau kamu pakai sampo dulu, kalau rambutnya banyak, maka potensi air yang menyebar sudah menjadi mutagoyyir,” jelas Gus Baha.
Karena itu, tutur Gus Baha, salah satu syarat mandi junub adalah jangan ada sesuatu di tubuh yang disebut yughoyyiru ma (mengubah).
Gus Baha juga menjelaskan cara mandi junub yang benar agar dapat menghilangkan hadats besar.
“Ketika waktu mandi junub dari kepala, ya sudah kepala itu awwalul gushli. Kalau kamu siram wajah dulu, ya wajah awwalul gushli,” kata Gus Baha.
Begitupun ketika orang mandi dada dulu, disiramkan di dada saat pertama kali, berarti dada itu disebut awwalul gushli.
“Pokoknya yang setiap bersamaan niat, awwalul fardhi, faham ya, jadi bebas, semua bentuknya awal bebas, cuma apapun pilihan Anda, langsung dibersamai niat,” tegas Gus Baha.
Baca Juga: Ditemukan Bocah Perempuan Tak Bernyawa Mengambang di Pinggir Pantai hingga Sang Ibu Histeris
Gus Baha menegaskan sesuatu yang tidak dibarengi dengan niat, maka hal tersebut tidak dihitung sebagai mulai fardhu.
“Misalnya ada orang junub, terus ada sisa-sisa mani langsung dia mandi junub disiram, kan air yang melewati mani tadi, potensinya menjadi mutaghoyyir (berubah) karena mani tadi,” tutup Gus Baha.***
(David Tomi Anggara/Portal Jember).
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi