

inNalar.com – Ari Lasso maafkan kesalahan Batik Air hingga sebut ada jalur hati nurani yang harus ditempuh.
Sebelumnya Ari Lasso terlibat masalah dengan Batik Air karena ditinggal pesawat yang akan balik menuju Indonesia.
Diketahui jika Ari Lasso maafkan kesalahan Batik Air setelah unggah video klarifikasi melalui instagram resminya.
Pada klarifikasi tersebut, Ari Lasso maafkan kesalahan Batik Air namun harus tempuh jalur hati nurani untuk membuat semuanya benar – benar selesai.
Pada dasarnya jalur hati nurani yang dimaksud Ari Lasso ini merupakan cara lain yang coba ditempuh dan dianggap lebih berarti dibanding jalur hukum.
Ari Lasso mengatakan jika sudah ada pihak dari Lion Group selaku yang menaungi maskapai Batik Air.
“Kemarin saya dihubungi oleh Mas Rudi kalau tidak salah Dirut Lion Group dan malamnya oleh Danang selaku Dirut Corporate Communicationsnya,” kata Ari dikutip dari instagram @ari_lasso.
“Intinya kedua – duanya minta maaf dan tadi pagi saya juga lewat teman saya dikirimi berita mereka sudah meminta maaf atas kejadian tersebut,” sambungnya.
Menanggapi permintaan maaf tersebut, Ari Lasso mengaku sudah memaafkan kesalahan Batik Air.
Baca Juga: Begini Cara Mengonsumsi Pil KB yang Benar, Efektif Cegah Kehamilan dan Aman Bagi Kesehatan
“Saya Ari Lasso sebagai manusia biasa yang juga banyak kesalahannya memaafkan, seratus persen saya memaafkan peristiwa yang terjadi kemarin,” ucapnya.
Lebih lanjut Ari Lasso mengungkapkan jika banyak teman – temannya yang menyarankan untuk melanjutkan kasus ini ke jalur hukum.
“Beberapa teman menghubungi saya, bapak – bapak dari institusi dan kemudian teman yang ahli di bidang hukum menganjurkan saya menempuh jalur hukum,” ungkapnya.
Namun Ari Lasso memilih untuk menempuh jalur lain yang menurutnya lebih baik, yaitu jalur hati nurani.
“Tapi saya tidak ingin menempuh jalur itu karena itu bukan Ari Lasso, saya ingin menempuh jalur yang saya namakan jalur hati nurani,” ujarnya.
Terkait jalur hati nurani yang dimaksud Ari Lasso ini, ada dua permintaan penting yang harus dilakukan Batik Air.
“Jadi yang pertama mohon nanti teman – teman Batik Air muncul di komen saya dan meminta maaf juga yang terpenting bukan buat saya tapi seluruh masyarakat yang dirugikan juga oleh kinerja anda yang mungkin ada kekurangan atau ketidaksempurnaan,” katanya.
Selain itu Ari Lasso menyebut jika kerugian yang dialaminya tidak bisa diganti dengan uang.
“Kedua, tawaran ganti rugi saya tolak, karena kerugian yang saya alami sangat tidak bisa ternilai dengan uang,” ucapnya.
Ari Lasso menjelaskan jika sebenarnya kejadian ini membuatnya banyak mengalami kerugian.
“Yang saya inginkan apabila anda ingin mengganti kecapekan saya, kekesalan saya, kerugian waktu saya, kekhawatiran saya, kemudian waktu yang saya habiskan, dan kelelahan saya serta ketidak-fitan saya untuk konser nanti malam yang jumlahnya mungkin tak bisa dinilai kalaupun bisa dinilai saya gak tahu jumlahnya,” ujarnya.
“Saya tidak pakar di bidang itu, seratus, satu milyar, seratus juta atau sepuluh milyar saya gak tau, silahkan berikan atau saya minta tetapi bukan saya,” sambungnya.
Berkaitan permintaan yang kedua, Ari Lasso meminta agar Batik Air mengganti kerugiannya dengan memberi sumbangan kepada yayasan kanker.
“Jangan sepeserpun untuk saya, sumbangkan uang (ganti rugi) tersebut untuk yayasan kanker Indonesia, terutama mungkin nanti untuk yayasan limfoma kanker yang saya derita juga,” tuturnya.
Sebelum mengakhiri videonya, Ari Lasso menegaskan kembali jika dirinya tulus telah memaafkan Batik Air.
“Jadi dengan ini di hari Jumat yang kata orang hari baik dan juga saya dari kecil dididik oleh orang tua, oleh keluarga dan ajaran agama saya untuk saling memaafkan, saya maafkan,” katanya.
Ari Lasso sebut jika apabila berniat memberikan sumbangan untuk yayasan kanker, maka harus dilakukan secara transparan dan terbuka.
“Tapi segala kerugian apabila anda ingin menggantinya apabila hati nurani anda terketuk silahkan menggantinya dan sumbangkan ke yayasan kanker Indonesia secara terbuka dan transparan,” ucapnya.
Kejadian yang dialami oleh Ari Lasso ini bisa menjadi evaluasi perbaikan untuk pihak maskapai yang terkait. ***