

inNalar.com- Dalam kehidupan yang sering kita jalani sering kita dapati bahwa umumnya umat muslim termasuk kita senang kali bersemangat untuk meningkatkan amal shalih sehingga dengan itu kualitas amalannya bernilai baik dalam pandangan Allah SWT.
Tidak sedikit di antara mereka yang berlomba dengan saudara-saudaranya meningkatkan kebaikan (Fastabiqul Khairat).
Dan setiap orang cenderung punya orientasi untuk beramal pada hal tertentu yang berbeda dengan lainnya.
“Ada yang senang meningkatkan tahajud, ada yang senang dengan puasa sunah, ada yang senang dengan sadaqah. Itu fitrah,” kata Ustadz Adi Hidayat
Barangkali kita tidak harus menemukan semua orang cenderung pada amalan yang sama, coba lihat kecenderungan kita ada di mana. Silakan diperiksa! Kita pasti akan temukan bahwa kita cenderung konsisten pada amalan-amalan tertentu.
Ada di antaranya sebagian kecil yang mungkin mengumpulkan amalan-amalan ini dan dijaga dengan istiqomah. Tapi yang terpenting dari Fastabiqul Khairat adalah berlomba dalam kebaikan.
Baca Juga: Dilirik PSG dan Dua Klub Besar Liga Spanyol, Benjamin Pavard: Saya Fokus Piala Dunia 2022 Dulu Ya
Tapi dalam proses berjalannya meningkatnya amal shalih ini kadang-kadang sebagian dari kita lupa untuk mengkaji satu persoalan yang tidak disadari menjadi perbuatan penggugur pahala. Bahkan, seketika bisa menggugurkan amal-amal shalih yang telah lelah ditenun.
“Ada orang tahajud, mulai merencanakan, bangun malam, sholat malam sekian rakaat bergelut dengan rasa lelah. Tiba-tiba dalam pandangan Allah tak ada nilainya” kata Ustadz Adi Hidayat dikutip dari kanal Youtube Kajian Islam Motivasi.
Yang paling fatal ada orang-orang yang coba meningkatkan amal-amal shalih, dia puasa, sholat, bayar zakat, membaca Al-Qur’an.
Baca Juga: Rahasia Buat Wajah Lebih Segar dan Cantik saat Bangun Tidur, yuk Lakukan 4 Cara Perawatan Alami Ini!
Namun dia melakukan perbuatan yang tidak hanya menggugurkan amalannya bahkan menghadirkan ancaman Allah, yang menghadirkan sisa kuburnya, menghabiskan amalannya, dan dijamin masuk neraka tanpa dapat pertolongan.
Di antara hal yang bisa mengilangkan pahala seseorang dan ini mengilangkan seluruh amalannya yaitu:
1. Murtad (dia keluar dari agama Islam, atau dia mengganti agamanya dari Islam menjadi agama yang lain.
Allah SWT berfirman: ”Barang siapa di antara kalian murtad dari agama Islam. Maka dia mati dalam keadaan kekafiran. Maka mereka itulah orang-orang yang gugur atau sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat dan mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” (Q.S Al-Baqarah: 217).
2. Melakukan Kesyirikan
Allah SWT mengatakan:”Dan sungguh telah Kami wahyukan kepada engkau wahai Muhammad, dan kepada Nabi-Nabi sebelum engkau. Jika kamu berbuat syirik maka terhapus seluruh amal-amalmu.”(Q.S Az-Zumar: 65).
3. Datang ke Dukun atau Orang-orang yang disebut Pintar di Zaman ini
Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang datang ke dukun, atau peramal, atau orang pintar, maka tidak akan diterima shalatnya 40 hari, 40 malam.” (HR. Muslim).
Baca Juga: 5 Tips Ampuh Merawat Kulit Wajah Agar Tetap Glowing saat Musim Penghujan
4. Berbuat Baik Tetapi Ada Riya di Dalamnya
Riya itu seseorang mengerjakan ibadah karena dia ingin dilihat orang supaya orang lain memujinya. Maka ini merupakan penghapus amal.
5. Mendustakan Kedua Orang Tua
Ada tiga golongan yang Allah tidak akan menerima dari mereka baik amalan wajib maupun amalan sunnah.
Tiga golongan itu adalah orang yang durhaka kepada orang taunya, orang yang senantiasa menyebut-nyebut pemberian atau sedekahnya, dan orang yang mendustakan takdir Allah.” (HR. Ibnu Abi Ashim).***