Naskah Khutbah Jumat Terbaru Edisi 9 Desember 2022: Keutamaan Ilmu Pengetahuan dari Pandangan Islam


inNalar.com – Simak khutbah Jumat terbaru edisi 9 Desember 2022 membahas keutamaan ilmu pengetahuan dalam Islam.

Naskah khutbah Jumat ini bisa digunakan untuk edisi 9 Desember 2022 besok karena isi bahasannya terbaru.

Materi keutamaan ilmu pengetahuan ini jika disampaikan dalam khutbah Jumat edisi 9 Desember 2022 tentu akan sangat menarik pendengar.

Baca Juga: Prediksi Kroasia vs Brasil di Piala Dunia 2022: Susunan Pemain Starting XI dan Kabar Terbaru

Sebagian orang perlu mendengar khutbah Jumat yang terbaru untuk mendapat topik atau nasehat yang lebih fresh.

Pastinya tema keutamaan ilmu pengetahuan dalam islam ini bisa membuat khutbah Jumat terbilang menyenangkan.

Karena banyak yang belum tau keutamaan ilmu pengetahuan, maka khutbah Jumat terbaru ini juga bisa membuka wawasan pendengar.

Baca Juga: Mengulas Sejarah Singkat Hari Bhakti Transmigrasi 12 Desember 2022 yang Ke-72 Tahun

Momen khutbah Jumat bisa menjadi pencerahan terhadap pemahaman materi dunia Islam bagi setiap muslim. Teks khutbah ini referensinya dikutip dari tebuireng.online 

Teks Khutbah Jumat terbaru tema keutamaan ilmu pengetahuan dalam Islam

اِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

Baca Juga: Rumor Cristiano Ronaldo Hengkang dari MU Merebak, Erik ten Hag Bingung Cari Pengganti Selevel CR7

Hadirin jamaah sholat Jumat rahimakumullah

Mari kita panjatkan puji syukur kepada Allah SAW atas anugerah yang diberikan berupa kelonggaran waktu, sehingga kita bisa melaksanakan sholat Jumat di tempat ini.

Melalui rasa syukur tersebut hendaknya kita senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah dengan melakukan apa yang diperintah Allah dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.

Baca Juga: Hasil Uji Coba Manchester United 2-4 Cadiz, Setan Merah Harus Rela Dibekuk Tim Degradasi dari La Liga

Hal ini sejalan dengan apa yang kita cita-citakan, yaitu menggapai derajat kemuliaan di hadapan Allah.

Namun untuk mencapai tingkatan ini dibutuhkan kesungguhan dalam pelaksanaannya, agar kita mampu melakukan dengan benar.

Sudah semestinya kita meningkatkan pemahaman terhadap hukum-hukum dan aturan agama. Oleh karena itu kita membutuhkan ilmu untuk menjadi tangga menuju ketakwaan.

Baca Juga: Tanpa Skincare! dr Zaidul Akbar Bongkar Rahasia Kulit Wajah Glowing Secara Alami, Ini Bahan-bahannya

Allah SWT berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ ذُو ٱلْفَضْلِ ٱلْعَظِيمِ

Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kami bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan Furqan (kemampuan membedakan haq dan bathil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu serta mengampuni (dosamu). Allah memiliki karunia yang besar.” (QS. Al-Anfal: 29)

Baca Juga: Yuk Ikut Jadi Relawan Piala Dunia U20 Indonesia, Ternyata Gampang kok Berikut Cara Daftarnya

Kata Furqan yang dimaksud dalam ayat itu menunjukkan ilmu pengetahuan bisa digunakan untuk keperluan membedakan mana yang haq dan bathil.

Jamaaah Jum’at yang Berbahagia.

Sudah banyak diketahui jika ilmu pengetahuan merupakan suatu kemuliaan, cahaya, dan keutamaan, sementara itu kebodohan mengarah pada keburukan, bencana, dan kehinaan.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,8 Menguncang Sukabumi, Ternyata Wilayah Ini Paling Merasakan Getarannya!

Sumber air yang paling segar tidak lain berasal dari ilmu pengetahuan yang bermanfaat sehingga segala kebaikan akan berkumpul.

Ilmu pengetahuan bisa dimanfaatkan untuk membangun peradaban hingga terbentuk kejayaan, sedangkan kebodohan hanya akan menjadi pilar yang lapuk dan menyebabkan keruntuhan umat manusia.

Maka kedudukan ilmu pengetahuan yang tinggi dalam islam seharusnya membuat kita termotivasi untuk menguasainya dan mempelajarinya secara mendalam.

Baca Juga: Kompak! Bupati Bangkalan Ditangkap KPK, Begitu Juga sang Kakak Fuad Amin Imron yang Hobi Korupsi

Islam turut mengarahkan kepada kita jika ingin menuju gerbang surga maka harus mencari banyak ilmu yang bermanfaat.

Rasulullah bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقَا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا ؛ سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَي الْجَنَّةِ

“Barang siapa menempuh jalan mencari ilmu, maka dimudahkan jalannya menuju surga”.

Baca Juga: 6 Momen Haru Siraman Chelsea Islan Sebelum Pernikahan yang Dilangsungkan Secara Tertutup

Hadirin yang berbahagia

Selanjutnya, perintah membaca adalah yang seruan pertama yang digunakan di dalam Islam.

Hal itu dilakukan dalam rangka mengingatkan pentingnya ilmu pengetahuan, meningkatkan nilainya, memantapkan pondasi bengunan mental dalam umat, membangun peradaban umat, membuka rahasia kemajuan dan perkembangan eksistensinya, yakni pengetahuan tentang kitabullah dan sunnah Rasulullah.

Kitabullah, sunnah rasul, juga mengandung segala macam ilmu pengetahuan yang berguna bagi umat manusia dalam melanjutkan perjalannya.

Baca Juga: 4 Biodata Pemain Utama Imperfect The Series 2 Ada Kiky Saputri dan Neneng Wulandari

Sehingga manusia, khususnya umat Islam bisa membuat peradabannya sejalan dimana mereka hidup. Seraya tetap memegang teguh aqidah dan ajaran-ajaran Islam. Dalam Kitabullah banyak sekali ayat yang mengangkat topik penting ini, di antaranya:

.إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ .. الاية

Sering didapati juga dalam sunnah Nabi Muhammad baik sunnah qouliyyah maupun amaliyah informasi adanya kedudukan tertinggi dalam masalah ini.

Baca Juga: Ridwan Kamil Buka Suara Terkait Ledakan Bom Bunuh Diri di Halaman Polsek Astana Anyar Kota Bandung

Lalu, generasi salafus shalih telah mencatat hal-hal cemerlang, serta membuat model paling menakjubkan dalam hal cinta kepada ilmu pengetahuan. Sebab mereka telah melintasi gunung pasir yang luas dalam rangka mencari ilmu.

Sehingga mereka tercatat mewarisi peradaban ilmiah yang beragam. Ditambah perpustakaan Islam yang berisi berbagai disiplin ilmu pada masa itu menempati kedudukan tertinggi.

Hal itu tidak lain karena pertolongan Allah SWT. Kemudian berkat niat ikhlas yang tidak dinodai oleh katamakan duniawi.

Baca Juga: Jadwal 8 Besar Piala Dunia 2022: Maroko dan Portugal Memastikan Kuota yang Tersisa, Spanyol Melempem

Jamaah Jumat yang berbahagia

Kita telah memahami posisi ilmu begitu penting dalam kehidupan kita, terutama ilmu syariat Islam. Perlu diketahui bahwa syariat tidak hanya mengajarkan tentang aqidah.

Tapi juga mengajarkan akhlak dan adab. Rasulullah pernah bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna adalah orang yang paling baik akhlaknya”.

Ibnu Umar juga pernah berkata, “Kami lebih membutuhkan adab meskipun sedikit, daripada ilmu meskipun banyak.”

Baca Juga: RKUHP Disahkan Jadi UU dalam Rapat Paripurna DPR, Kini Semua Bisa Kena!

Masa kini, adab bagi pencari ilmu sering diabaikan. Hubungan antara murid dan guru, maupun diantara para guru bahkan para dengan para santri seringkali tidak sejalan dengan akhlak.

Sama halnya ketika kita secara tidak sadar memberi penghormatan terhadap orang lain dipengaruhi oleh kepentingan dan penampilan orang tersebut. Sedangkan menjaga adab merupakan bagian dari perintah agama.

Saatnya bagi kita untuk memperhatikan dan meninggikan adab dalam mencari ilmu yang telah dijaga dan dijalankan oleh ulama terdahulu.

Baca Juga: Jadwal Sholat wilayah Jakarta Hari Kamis, 8 Desember 2022 Lengkap dengan Bacaan Dzikir Setelah Sholat

Sehingga ilmu dapat memberi manfaat, bukan hanya pada tatanan duniawi namun juga tatanan ukhrawi.

Ada beberapa akhlak yang harus diperhatikan oleh penuntut ilmu. Pertama, pencari ilmu harus mensucikan hati dari segala pelanggaran-pelanggaran yang dimurkai Allah.

Imam nawawi dalam Muqaddimah syarh Al-Muhaddab berkata, “Seyogyanya bagi seorang penuntut ilmu mensucikan hatinya dari kotoran-kotoran sehingga ia layak menghafal dan mengamalkannya”.

Baca Juga: 6 Manfaat Air Cucian Beras untuk Wajah agar Selalu Tampil Glowing: Ternyata Dapat Mengobati Jerawat, Juga?

Pada suatu kesempatan Imam Malik memberi nasihat kepada muridnya Imam Syafi’i, kala itu sang guru merasa takjub dengan kecerdasan muridnya, “Wahai Muhammad (Imam Syafi’i) bertakwalah kepada Allah Swt.

Jauhilah maksiat, sesungguhnya Allah telah meletakkan cahaya di dalam hati, maka janganlah engkau padamkan cahaya itu dengan kemaksiatan”.

Kedua, ikhlas karena Allah di dalam mencari ilmu. Seseorang tidak diperkenankan mencari ilmu karena ingin kemuliaan diri sendiri belaka.

Baca Juga: Profil dan Biodata Cha Eun Woo, Aktor Tampan Korea Selatan yang Miliki Segudang Julukan Menarik, Kepoin yuk!

Hal ini memberi pengertian bahwa ketika mencari ilmu, maka harus menanggalkan semua kebanggaan.

Mulai dari kebanggaan nasab, kedudukan, harta yang dimiliki. Semuanya dilepaskan demi terjun meraih ilmu, baik ilmu melalui tangan guru dan ulama’ dengan penuh keikhlasan kepada Allah.

Sejalan dengan firman Allah SWT :

وَمَاۤ أُمِرُوۤا۟ إِلَّا لِیَعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخۡلِصِینَ لَهُ ٱلدِّینَ حُنَفَاۤءَ وَیُقِیمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَیُؤۡتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَۚ وَذَ ٰ⁠لِكَ دِینُ ٱلۡقَیِّمَةِ

Ketiga, penuntut ilmu harus selalu mengambil faedah atau manfaat dimanapun ia berada. Pencari ilmu mesti jeli melihat, mengamati, dan meraih dari tiap jengkal langkah hidupnya.

Baca Juga: 6 Tips Jitu Buat Wajah Tampak Glowing dan Lebih Sehat secara Alami, Nomor 3 Sering Sekali Diabaikan!

Abu Al-Bahtani berkata, “Duduk bersama suatu kaum yang ilmunya lebih baik daripada saya, lebih saya sukai daripada duduk dengan kaum yang derajat ilmunya lebih rendah terhadap diriku”.

Mengapa? jawabannya, “Jika aku duduk orang yang di bawahku (keilmuannya) aku tidak bisa mengambil manfaat, tapi jika aku duduk dengan orang yang di atasku (keilmuannya) aku bisa mengambil manfaat sebanyak-banyaknya”.

Keempat, bersikap sederhana pada makanan dan minuman. Makan dan minum adalah kebutuhan siapa saja, namun hal ini tidak lantas untuk berlebih-lebihan, khususnya untuk pencari ilmu.

Baca Juga: Duh Padahal Duitnya Banyak, Ashanty Milih Nebeng di Rumah Pacar Azriel Hermansyah Saat Liburan ke Eropa

Pada wasiyatul hikmah dari Lukman Al-Hakim berkata kepada anaknya, “Wahai anakku, jika perut telah terisi penuh maka pikiran akan beku, pikiran akan berhenti mengalir, dan badan akan lumpuh dalam ibadah”.

Imam Syafi’i berkata, “Aku tidak pernah merasa kenyang sejak enam belas tahun silam, karena kenyang akan membebani badan, mengeraskan hati, dan menghilangkan kecerdasan”.

Semoga kita dapat menyerap ilmu yang diajarkan kepada dan mampu mengamalkannya dengan akhlak al-karimah.

Baca Juga: Ustadz Felix Siauw Jelaskan Hukum Wanita Bekerja dalam Islam serta Batasan Interaksi Pria dan Wanita

وَالْعَصْرِ، إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ، إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ,

وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ,

وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Itulah khutbah Jumat terbaru yang membahas pentingnya ilmu pengetahuan dalam islam, semoga bermanfaat. ***

Rekomendasi