

inNalar.com – Pada tanggal 29 Juni setiap tahunnya, kita merayakan Hari Keluarga Berencana sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi.
Salah satu tema penting yang sering ditekankan dalam perayaan ini adalah kesetaraan gender dan peran dalam keluarga.
Kesetaraan gender dalam keluarga memainkan peran kunci dalam menciptakan hubungan yang sehat dan harmonis antara pasangan suami-istri.
Pasangan yang saling menghormati dan menghargai peran masing-masing memiliki peluang yang lebih besar untuk saling mendukung dan mengembangkan potensi diri. Ini berarti mendukung keputusan bersama dalam hal perencanaan keluarga.
Peran dalam keluarga tidak boleh terbagi secara tradisional berdasarkan jenis kelamin. Penting untuk melihat peran dalam keluarga sebagai tanggung jawab bersama antara suami dan istri.
Melibatkan kedua pasangan dalam mengurus anak-anak, pekerjaan rumah tangga, dan pengambilan keputusan penting dapat menciptakan lingkungan keluarga yang lebih seimbang dan harmonis.
Kesetaraan gender dan peran dalam keluarga juga berdampak pada pembentukan persepsi anak tentang gender.
Ketika anak-anak melihat ayah dan ibu mereka membagi tanggung jawab dengan adil, mereka tumbuh dengan pemahaman bahwa pria dan wanita memiliki kemampuan yang sama dalam semua aspek kehidupan.
Hal ini penting untuk menciptakan generasi yang menghargai kesetaraan dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Penting juga untuk mencatat bahwa kesetaraan gender dalam keluarga tidak hanya terkait dengan tugas domestik, tetapi juga dalam pengambilan keputusan penting.
Melibatkan pasangan suami-istri dalam keputusan-keputusan yang mempengaruhi keluarga, seperti perencanaan keuangan, pendidikan anak, dan perencanaan masa depan, membantu menghormati pandangan dan keinginan masing-masing individu.
Ketika peran dalam keluarga terbagi secara adil, ini juga memungkinkan pasangan untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional.
Kesetaraan gender dan peran dalam keluarga juga berdampak pada kesehatan reproduksi. Ketika pasangan memiliki keseimbangan dalam tanggung jawab, ini mengurangi tekanan dan stres yang dapat mempengaruhi hubungan intim dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Pasangan yang dapat berkomunikasi dengan terbuka tentang kebutuhan dan preferensi mereka mampu mencapai keintiman yang lebih baik.
Peran aktif dan adil dalam keluarga juga menciptakan kesempatan bagi pria untuk terlibat secara langsung dalam perawatan anak-anak mereka.
Ini memperkuat ikatan antara ayah dan anak serta membantu menghapus stigmatisasi yang masih ada terkait dengan peran ayah yang terlalu diabaikan dalam pengasuhan anak.
Untuk menyebarkan dan membagikan momen bahagia ini, gunakan link twibbon di bawah agar dapat meramaikan media sosial menggunakan twibbon Hari Keluarga Berencana tahun 2023.
https://www.twibbonize.com/harganas2023karawang***
(Rohma Roifatunnisa’)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi