

inNalar.com – Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) adalah sebuah taman nasional di Indonesia yang terletak di kota Palu, provinsi Sulawesi Tengah.
Taman Nasional Lore Lindu memiliki flora dan fauna endemik serta pemandangan alam yang menarik karena terletak di Garis Wallace, kawasan peralihan antara Asia dan Australia.
Kawasan Taman Nasional Lore Lindu adalah hasil kawasan pelestarian alam yang dibentuk dari penyatuan tiga kawasan lindung.
Penyatuan tiga kawasan lindung dari Taman Nasional Lore Lindu yaitu Suaka Margasatwa Lore Kalamanta, Hutan Wisata/Hutan Lindung Danau Lindu, dan Suaka Margasatwa Sungai Sopu.
Penelitian arkeologi di Indonesia pertama kali dilakukan pada tahun 1976 oleh Kelompok Proyek Penelitian dan Peninggalan Arkeologi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kabupaten Poso dan Donggala di Sulawesi Tengah berfokus pada situs megalitikum kawasan Taman Nasional Lore diantaranya Lembah Napu, Lembah Besoa, Lembah Bada, Danau Lindu, Kulawi, dan Gimpu.
Kawasan Taman Nasional Lore Lindu merupakan kawasan perlindungan warisan budaya serta perlindungan dan konservasi keanekaragaman hayati endemik.
Berdasarkan data dari laman museumnasional.or.id, Jenis-jenis megalitikum yang terdapat di Taman Nasional Lore Lindu adalah Kalamba, Patung Menhir, Batu Berdiri, Batu Dakon.
Kemudian ada Batu Dulang, Lumpang Batu, Batu Kerakal, Altar, Nisan, Tetralite, Gelang Temu, Tiang Batu, Tumulus.
Selanjutnya ada Punden Tangga, Liang, garis-garis, Batu, palung batu, peti mati dan jalan setapak dari batu.
Pada Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah terdapat lembah yang bernama lembah Bada.
Di lembah ini, dapat ditemukan puluhan batuan megalitik yang berukuran besar dengan corak yang aneh.
Batu-batu Megalitik ini diyakini berasal dari zaman prasejarah dan memiliki makna keagamaan bagi penduduk setempat.
Selain terdapat penemuan-penemuan prasejarah juga bisa menikmati sejuknya pemandangan alam hijau di Taman Nasioanl Lore Rindu ini.
Terlepas dari itu, terdapat wisata budaya etnik lokal di lembah Napu dan Bada yang unik dan kaya dengan adat istiadat.***