Jadi Mimpi Sejak 1971, Bandara Senilai Rp80 Miliar di Blora, Jawa Tengah Ini Malah ‘Mati Suri’, Kok Bisa?

inNalar.com – Bandar udara merupakan salah satu infrastruktur yang penting bagi suatu daerah dengan mobilitas yang tinggi dan salah satunya di Blora.

Diketahui bahwa, Blora adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah dengan tingkat perekonomian yang terbilang maju.

Hal tersebut terbukti dengan pembangunan di Blora yang dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Heboh! McDonald’s Suplai 4.000 Makanan ke Tentara Israel, Lebanon Hingga Mesir Lakukan Aksi Boikot

Salah satunya adalah adanya bandara baru di Blora yang diresmikan pada tahun 2021 lalu.

Bandara baru di Blora ini dikenal dengan nama Bandara Ngloram.

Secara administratif, Bandara Ngloram berlokasi di Sawah, Ngloram, Kec. Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Baca Juga: Pembangunan Mangkrak, Pemprov Sumatera Utara Malah Anggarkan Rp 2,7 Triliun, Syamsul Qomar: Tidak Ada Prestasi

Dilansir inNalar.com dari jatengprov.go.id, pembangunan bandara Ngloram pada tahun 2019 lalu.

Sebenarnya, bandara Ngloram ini menjadi impian bagi masyarakat Blora pada tahun 1971.

Kemudian, bandara Bloram direalisasikan pada tahun 1978 dan rampung pada tahun 1980.

Baca Juga: Wow! Investasinya Rp13,4 Triliun, Jalan Tol di Sumatera Utara Ini Bakal Bikin Kaya Tapi Malah Dijual, Kenapa?

Pada tahun 1980 hingga tahun 1984, bandara ini khusus melayani penerbangan pertambangan minyak Blok Cepu.

Lalu, bandara ini kembali dibangun pada tahun 2019 dan diresmikan pada tahun 2021.

Setelah dibangun kembali, bandara ini dilengkapi dengan terminal penumpang yang megah seluas 3.526 m2 dan berkapasitas 210.000 penumpang.

Untuk membangun kembali bandara ini, pemerintah menggelontorkan dana hingga Rp 80 miliar.

Namun, tak lama setelah diresmikan bandara ini malah dijuluki ‘mati suri’.

Julukan ‘mati suri’ tersebut disematkan kepada bandara ini bukan tanpa sebab.

Bandara ini disebut ‘mati suri’ lantaran bandara Ngloram sepi penumpang.

Hal tersebut dikarenakan penerbangan yang sebelumnya dua kali seminggu terhenti karena adanya program revitalisasi di Bandara Halim Perdana Kusuma.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]