Nilai Kapitalisasinya Rp231 T, Saham Konglomerat dengan Banyak Lini Bisnis Ini Justru Terus Anjlok Sejak Juni 2023

inNalar.com – Modern ini, saham atau stock merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling populer karena mampu memberi keuntungan yang menarik.

Apalagi kalau saham ini berasal dari sebuah perusahaan konglomerat yang mempunyai banyak lini bisnis seperti PT Astra Internasional Tbk (ASII).

Perusahaan konglomerat yang didirikan di Jakarta pada tahun 1957 ini merupakan sebuah badan usaha yang menerapkan model bisnis yang terdiversifikasi pada tujuh segmen usaha berbeda.

Baca Juga: Nyaman Bersama Super App BRImo! Login Cepat Cukup via Face ID atau Pengenalan Wajah

Adapun tujuh segmen usaha tersebut antara lain adalah otomotif, jasa keuangan, agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi informasi, properti, serta alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi.

Ketujuh segmen usaha tersebut saling tersinergi satu sama lain dan membuat perusahaan ini menjadi salah satu badan usaha terkaya di Indonesia saat ini.

Sekarang, badan usaha ini telah memiliki setidaknya 270 anak perusahaan dan didukung oleh 198.203 karyawan.

Baca Juga: Bakal Sedot Anggaran Rp499 Miliar, Megaproyek Terminal Multipurpose Wae Kelambu NTT Dilakukan Sampai Tahun 2034

Sebagai perusahaan besar yang sudah mencatatkan namanya di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 1990, tidak mengherankan apabila nilai dari badan usaha ini terbilang fantastis.

Dilansir dari laman resmi Astra, nilai kapitalisasi PT Astra Internasional Tbk per 2021 mencapai Rp231 triliun.

Namun, meski memiliki nilai kapitalisasi pasar mencapai ratusan triliun, harga stock dari perusahaan ini justru terus terjun sejak Juni 2023 lalu.

Baca Juga: Kuras Rp1,6 Triliun, Progres Bendungan Sidan di Bali yang Berkapasitas 3,82 Juta M3 Ini Justru Melambat Karena…

Per 21 juni 2023, nilai stock perusahaan ini berada di angka tertinggi, yakni 6.925 atau Rp692.500 per lot.

Akan tetapi, angka ini terus merosot turun hingga pada 21 Juli 2023, saham ASII berhenti di angka 6.450 atau Rp645.000 per lot.

Namun, pada awal Agustus, saham PT Astra Internasional Tbk kembali naik ke angka 6.875 atau Rp687.500 per lot.

Baca Juga: Terlanjur Habiskan Rp4,8 M, Progres Embung Gunung Kupang Banjarbaru Sudah Sampai 73 Persen Tapi Malah Molor dan Tuai Kritik, Kok Bisa?

Sayangnya, kenaikan tersebut tidak bertahan lama yang akhirnya harus terjun kembali sampai menuju angka terendah sejak Juni 2023, yakni 5.400 atau Rp540.000 per lot pada 30 November 2023 lalu.

Dengan akhir tahun yang semakin dekat, saham dari PT Astra Internasional Tbk (ASII) ini juga mulai beranjak naik walau secara perlahan.

Per penutupan perdagangan 14 Desember 2023, harga stock perusahaan dengan berbagai lini bisnis ini berhenti di angka 5.625 atau Rp562.500 per lot.

Baca Juga: Anggarannya Rp280 Miliar, Jembatan Kereta Solo Balapan-Kadipiro Dibangun Pakai Teknologi Tak Biasa

Dengan begitu, sejak Juni 2023 hingga 14 Desember 2023, nilai stock perusahaan ini telah turun sebesar 18,7%.***

 

Rekomendasi