

inNalar.com – Sebuah perusahaan yang menguasai area konsesi tambang batu bara terbesar di Kalimantan Timur ini berhasil catatkan penjualan fantastis pada tahun pembukuan 2022.
PT Berau Coal Energy diketahui berhasil menutup catatan pendapatannya hingga 3.062.455 USD, atau jika dirupiahkan maka nominalnya setara dengan Rp56 triliun lebih.
Pendapatan tersebut terpantau melesat dari yang sebelumnya hanya mencapai 2.274.576 USD.
Rupanya di balik pencapaian ini, ternyata perusahaan ini telah menajakkan industri batu bara sejak tahun 1983.
Masyarakat Berau tentunya telah mengenal perusahaan tambang yang satu ini, dengan area konsesi mencakup 118.400 hektare emiten ini berhasil stabilkan produksi tambangnya dari tahun ke tahun.
Sejak perusahaan didirikan pada tahun 40 tahun yang lalu, jumlah site penambangan meliputi tiga area eksplorasi di antaranya sebagai berikut.
Site ekplorasi pertamanya diketahui berada di Tambang Lati yang mulai sukses hasilkan produksinya mulai tahun 1992.
Produk tambang dari area ekplorasi ini menghasilkan batu bara jenis Agathis dan Sungkai yang menyimpan cadangan sebesar 99 juta ton.
Site eksplorasi kedua Berau Coal Energy berlanjut pada tahun 1995, tepatnya di area Tambang Binungan.
Adapun jenis produksi tambang yang dihasilkan termasuk ke dalam tipe mahoni, mahoni B, agathis, dan sungkai.
Kapasitas produksi tambang dari site yang kedua mampu mencapai 17 ton per tahun dengan simpanan cadangannya diketahui sebesar 362 juta ton.
Selanjutnya ada tambang ekplorasi yang ketiga letaknya berada di Sambarata. Area pertambangan ini dimulai sejak 2001 dengan kapasitas produksi mencapai 5,56 juta ton per tahun.
Melansir dari situs resmi perusahaan, rupanya Berau Coal memiliki kapasitas pabrik pengolahan batu bara hingga 32 juta metric ton.
Sedikit informasi, emiten besar ini diketahui bermitra dengan para kontraktor guna menunjang tiga area tambang milik perusahaannya.
Kontraktor perusahaan tersebut meliputi PT Buma, PT SIS, PT Madhani Talata Nusantara, PT Ricobana Abadi, PT Darma Henwa, dan PT Mutiara Tanjung Lestari.
Sebagai informasi tambahan, mengenai kemitraan antara Berau Coal Energy dengan PT Ricobana Abadi diketahui akan segera mengakhiri kerja sama antara kedua belah pihak.
Informasi tersebut ditangkap melalui keterbukaan informasi yang dirilis induk perusahaan PT Ricobana Abadi, PT SMR Utama dalam surat tertanggal 15 Desember 2023.
Demikian informasi mengenai perusahaan tambang raksasa yang berbasis di negeri Batiwakkal yang ada di kalimantan Timur ini.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi