

inNalar.com – Perusahaan konstruksi BUMN, PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang satu ini tampak kebanjiran proyek sepanjang tahun 2023.
Tercatat sudah ada 90 proyek yang telah digarap, salah satunya Proyek IKN di Kalimantan Timur senilai Rp6,7 triliun.
Adapun total nilai kontrak yang berhasil dirampungkan perusahaan dari keseluruhan proyek ini nominalnya mencapai Rp52,7 triliun.
Bahkan perseroan legendaris di dunia kontruksi Indonesia ini dikabarkan telah menggenggam Nilai Kontrak Baru (NKB) hingga Rp14,4 triliun.
Nilai Kontrak Baru yang diperoleh Waskita Karya ini setidaknya dihitung hingga November 2023.
NKB yang digenggam pihak perusahaan konstruksi ini masih didominasi oleh proyek yang berasal dari Pemerintah, yakni sekitar 62 persen.
Dilanjutkan dengan 22 persen dari proyek BUMN atau BUMD, dan 15 persen berasal dari pengembangan usaha, serta 1 persen dari pihak swasta.
Sementara dilihat dari jenis proyek garapan yang selama ini telah digarap perusahaan meliputi pengerjaan konektivitas infrastruktur seperti jalan dan jembatan juga mendominasi hingga 60 persen.
Selanjutnya sebanyak 17 persen pihak Waskita Karya mengerjakan proyek sumber daya air dan pembangunan gedung sebesar 13 persen.
Selain itu sekitar 10 persen dari nilai kontrak diperoleh dari proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dan dari anak perusahaan yang terafiliasi ke pihak perseroan.
Meski pencapaian nilai kontrak perusahaan terlihat gemilang, rupanya pihak perusahaan tengah melakukan perampingan badan perusahaan.
Alhasil pihak perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 500 karyawannya.
Apabila tadinya jumlah karyawan mencapai 2000 orang, setelah perampingan yang dilakukan pihak perseroan menekan jumlah tenaga kerjanya menjadi 1.500 pekerja.
Pihak Direktur Utama Muhammad Hanugroho mengungkap bahwa keputusan ini diambil perusahaan guna mengurangi beban keuangan perusahaan.
Dengan langkah ini, pihaknya mampu menekan beban umum administrasi sebesar 8 persen.
Baca Juga: Geger Media China Dibuat Kaget usai Pramudya Kusumawardana Pensiun Dini dari PBSI, Alasannya…
Lebih lanjut, apabila menilik laporan keuangan PT Waskita Karya Tbk per 30 September 2023 kuartal III terlihat adanya beban umum dan administrasi yang cukup besar.
Beban tersebut mencapai Rp1,46 triliun dan tampak meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,41 triliun.
Meski catatan pendapatan usaha berhasil mencapai Rp7,7 triliun, tetapi tampaknya beban pokok penjualan dan pendapatan juga menggunung hingga Rp7 triliun.
Sehingga sisa laba bruto hanya mampu mencapai Rp773 miliar ditambah deretan beban penjualan, umum dan administrasi dan lainnya justru pihak perusahaan tampak catatkan kerugian.
Adapun jumlah kerugian yang tercatat dalam laporan keuangan terbaru mencapai Rp3,23 triliun.***