Sempat Ambrug! Jembatan Seharga Rp150 Miliar yang Dibangun Sejak 1955 di Kalimantan Timur Ini Sampai Makan Korban Jiwa

InNalar.com – Menengok sejarah, ternyata di daerah Kalimantan Timur pernah ada jalur penghubung atau jembatan yang ambrug.

Jembatan yang ambrug itu berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, saat itu terdapat korban jiwa. Mari kita ulas kembali kejadiannya.

Diketahui jalur penghubung tersebut telah dibangun sejak 1955.

Baca Juga: Molor! Megaproyek Kilang Migas Terbesar di Papua Barat Sampai Kena Denda Rp4,4 Triliun, Benarkah?

Meski begitu, ternyata pembangunannya baru rampung dikerjakan dan dapat dioperpasikan pada tahun 2001.

Akan tetapi, infrastruktur yang melintas di atas sungai Mahakam ini baru beroperasi selama 10 tahun, ternyata malah infrastruktur tersebut roboh hingga ambrug.

Tepatnya, roboh dan ambrugnya jalur penghubung ini terjadi pada tanggal 26 November 2011 sekitar pukul 16.20 WITA.

Baca Juga: Dikeluarkan dari PSN! Megaproyek Jalur Kereta Api Rp53 Triliun yang Gandeng Rusia di Kalimantan Timur Kini Mangkrak, Mengapa?

Sayangnya saat kejadian ini terjadi, masih terdapat banyak orang dan kendaraan yang tengah melintas di jalur penghubung tersebut.

Sebanyak 2 truk, 2 bus, 4 mobil, dan 10 lebih sepeda motor ikut terjun hingga tercebur ke sungai Mahakam.

Kejadian mengejutkan tersebut membuat 24 orang tewas, hingga banyak yang mengalami luka-luka.

Baca Juga: Investasi Rp72 Triliun, Megaproyek Kilang Gas Terbesar di Papua Barat Mampu Produksi 11,4 Juta Ton, Kapan Diresmikan?

Bahkan Basarnas sampai mengerahkan 31 penyelam hingga enam alat berat agar dapat mengangkat badan infrastruktur yang beratnya mencapai 1.620 ton.

Sejak ambrug pada tahun 2011, akhirnya pada 2013 pemerintah mulai memperbaiki jalur penghubung yang berada di daerah Kalimantan Timur tersebut.

Sedangkan diketahui mulai tahun 2015 jalur penghubung di Kabupaten Kutai Kartanegara ini baru mulai beroperasi kembali, karena sudah selesai diperbaiki.

Baca Juga: Tenggelamkan 12 Desa, Megaproyek Bendungan Rp2,2 Triliun di Banten Gagasannya Muncul Sejak 1980, Jadi yang Terbesar?

Sebenarnya diproyeksikan usia jalur penghubung ini harusnya mampu bertahan hingga 25 tahun.

Akan tetapi, saat usia jalur penghubung ini baru berusia 10 tahun, ternyata malah infrastruktur ini ambrug hingga roboh.

Dilansir InNalar.com dari laman PUPR, ternyata penyebab ambrugnya jembatan di Kalimantan Timur ini berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, operasional serta cara pemeliharaan.

Baca Juga: Zionis Tegaskan Perang Bakal Mereda di Gaza Selatan, Militer Israel Jadi Biang Kerusuhan di Tepi Barat

Sementara kesimpulan dari jalur penghubung di Kutai Kartanegara ini bisa runtuh yakni dipicu dari terjadinya akumulasi tegangan oleh berbagai faktor.

Hal tersebut termasuk adanya pelemahan dan stress concentration) di sistem sambungan pada batang hanger dengan kabel utama.

Sedangkan hal tersebut sebenarnya merupakan elemen kritis struktur di bangunan jembatan.

Baca Juga: Mangkrak Lagi, Proyek Jembatan Rp37 Miliar di Sumatera Selatan Sudah Ditinggalkan 17 Tahun, Alasannya…

Padahal untuk membangun infrastruktur jalur penghubung ini, anggaran yang dihabiskan cukuplah banyak.

Kala itu, pemerintah menggelontorkan dana sebanyak Rp150 miliar agar jalur penghubung ini dapat terealisasikan.

Adapun nama dari jalur penghubung yang pernah ambrug pada tahun 2011 ini adalah jembatan Gerbang Dayaku.

Baca Juga: Paguyuban Juru Parkir di Surabaya Tolak Adanya Pembayaran Sistem Non-Tunai atau KRIS, Intip Reaksi Warganet!

Akan tetapi, seriring berlalunya waktu nama dari infrastruktur ini berubah menjadi Jembatan Kutai Kartanegara ing Martadipura atau Jembatan Kartanegara.  ***

Rekomendasi