

inNalar.com – Proyek bendungan pengendali banjir di Gorontalo tengah digesa Kementerian PUPR.
Demi kendalikan banjir yang kerap melanda hilir Sungai Bolango, proyek bendungan terbesar di Gorontalo ini menenggelamkan 3 desa di Kabupaten Bone Bolango.
Lebih terangnya, lokasi pembangunan proyek ini akan menutupi lahan yang membentang di Desa Mongolingo, Owata, dan Tulo’a.
Sebagai informasi, proyek strategis nasional ini sudah mulai menggeliat progresnya sejak 5 tahun silam, yaitu pada 2019.
Progres proyek pun tidak lepas dari peliknya rintangan sengketa pembebasan lahan.
Bagaimana pun, pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II terkonfirmasi telah mulai lakukan ganti rugi lahan terdampak April 2021.
Kendati demikian, Kementerian PUPR memandang pembangunan waduk yang satu ini sangat urgen untuk diprioritaskan.
Pasalnya bencana banjir yang sering melanda daerah sekitar hilir Sungai Bolango tetap saja memusingkan para petani Gorontalo.
Potensi resiko bencana yang satu ini dapat terus menghantui lahan sawah apabila tidak segera dibangun infrastruktur kelola airnya.
Peneliti Manajemen Bencana dari UGM pun mengungkap bahwa banjir dapat menurunkan produktivitas lahan pertanian. Sehingga diharapkan bakal bendungan terbesar Gorontalo di Kabupaten Bone Bolango ini bisa menjadi jawabannya.
Lantas seberapa andal proyek senilai Rp2,4 triliun ini terhadap mitigasi bencana daerah?
Tidak hanya digadang sebagai bendungan terbesar di Gorontalo. Waduk ini pun diproyeksikan jadi yang tertinggi se-Indonesia.
Desain bangunan infrastruktur ini dirancang memiliki genangan seluas 483 hektare dengan daya tapung maksimal bisa mencapai 84 juta meter kubik.
Secara khusus, Bendungan Bone Bolango ini diyakini mampu kendalikan banjir dengan kapasitas tekan debit airnya 414 meter kubik per detik.
“(Waduk Bone Bolango) Mereduksi debit banjir hingga mencapai 414 meter kubik per detik,” dikutip dari Pemprov Gorontalo.
Tingkat efikasi keandalan kendali banjirnya, diproyeksikan sebesar 85,38 persen. Hal tersebut diungkap oleh Brantas Abipraya selaku pembangun infrastrukturnya.
“Bendungan ini nantinya dapat mereduksi banjir sebesar 85,38 persen,” dikutip inNalar.comd ari Brantas Abipraya.
Dari limpahan air tersebut, waduk ini dapat mengairi lahan pertanian di sejumlah daerah irigasi seluas 4.950 hektare.
Bendungan ini digesa Brantas Abipraya selaku kontraktor pelaksana agar para petani di daerah irigasi dapat segera merasakan manfaatnya.
Sebagai informasi, waduk ini akan mengairi sejumlah daerah irigasi. Di antaranya meliputi DI Alale, DI Lomaya, DI Pilohayanga.
(Bendungan Bone Bolango) Ini akan meningkatkan produktivitas pertanian yang ada di Gorontalo dan sekitarnya,” tutur Presiden RI Joko Widodo saat tinjauan teranyar ke lokasi proyek.
Bahkan dengan kapasitas jumbonya, infrastruktur kelola air ini mampu memenuhi kebutuhan air daerah dengan kapasitas pasoknya 2.200 liter per detik.
Bahkan, waduk ini pun digadang menjadi sumber tenaga listrik baru bagi daerah sekitarnya dengan kapasitas 4,96 megawatt.
Dengan sebegitu luasnya lahan yang dicakup, bendungan terbesar di Gorontalo ini pun diproyeksikan menjadi tempat wisata, termasuk olahraga air.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi