

inNalar.com – Ada yang seru nih pada artikel kunci jawaban pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 SD.
Artikel kunci jawaban Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka kali ini akan membantumu untuk menulis cerita lho.
Pertama, siapkan buku pelajaran Bahasa Indonesia milikmu dan bukalah halaman 75 dalam Bab 3 ‘Pengobar Semangat’.
Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 3 Halaman 95 Kurikulum Merdeka: Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif
Pada halaman 75, kita akan diperlihatkan sebuah gambar seorang anak laki-laki yang tengah melakukan aktivitas memanah di sebuah lapangan terbuka.
Nah, pembelajaran kali ini para murid sengaja diajak untuk memahami dan menyusun cerita menarik dari gambar tersebut.
Mengapa ya kita harus belajar menulis cerita dari gambar? Pembelajaran ini akan membantumu untuk membiasakan kita untuk mengamati gambar dengan lebih detail.
Tidak sekadar diamati, setelah itu kita diajak untuk menggambarkan situasi dan aktivitas dari gambar itu secara jelas.
Tentunya setelah itu dituangkan ke dalam sebuah tulisan. Jadi kamu akan belajar bagaimana membuat alur cerita dari awal – tengah – akhir.
Dengan mempelajari ini kita bisa mengekspresikan ide dan imajinasi kita dan menuangkannya dalam tulisan.
Jadi, siap-siap ya karena sebentar lagi kamu akan memiliki 4 keterampilan sekaligus, yaitu kemampuan mengamati, menulis, meningkatkan kosakata, dan memahami cerita.
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 3 SD Halaman 75: Menulis Cerita dari Gambar
AWAL
Aku melihat seorang anak laki-laki di sebuah lapangan hijau yang luas.
Langit cerah dan anginnya pun sepoi-sepoi membuat suasana menjadi menyenangkan.
Berada di depannya, terdapat sebuah sasaran panahan yang terlihat jelas dari jarak jauh.
Anak laki-laki itu mengenakan pakaian berwarna oranye dengan setelan kaos lengan panjang dan celana panjang seragam berwarna hijau.
Berada di genggaman tangannya, ia memegang busur panah yang kokoh.
TENGAH
Menurutku, dia sedang berlatih memanah dengan tatapan tajam dan penuh perhatian.
Anak laki-laki yang tidak diketahui namanya itu berdiri dengan posisi yang tegap.
Kaki kiri sedikit ke depan dan kaki kanannya di belakang.
Dengan tangan kiri yang kuat, ia memegang busur dan menarik anak panah dengan tangan kanannya.
Ia perlahan melepaskan anak panahnya agar melesat sesuai sasaran.
Dia mengatur napasnya dan berusaha fokus pada sasaran yang ada di kejauhan.
Dia melakukannya karena dia sedang bersiap untuk mengikuti kompetisi memanah pada pekan depan.
AKHIR
Setelah berkali-kali mencoba, dia akhirnya berhasil mengenai sasaran dengan sempurna.
Senyum lebar mengembang di wajahnya saat dia melihat anak panahnya menancap gagah di tengah target.
Dia merasa bangga dan puas dengan hasil kerjanya.
Dia pun menyadari bahwa latihan dan usaha yang telah dia lakukan tidak sia-sia.***