

inNalar.com – Pemerintah pusat kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun desa-desa di Sulawesi Barat (Sulbar).
Provinsi Sulawesi Barat berhasil mendapatkan alokasi dana desa dengan total Rp 517 juta pada tahun 2024. Angka tersebut akan disalurkan ke enam kabupaten.
Sebagai informasi, Sulbar memiliki 6 kabupaten, dengan ibukota-nya terletak di Mamuju.
Adapun enam kabupaten tersebut adalah Majene, Mamasa, Mamuju, Mamuju Tengah, Pasangkayu dan Polewali Mandar.
Dalam data resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan RI, ada dua kabupaten di Sulbar yang mendapat jatah dana desa 2024 terbesar.
Pencapaian ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kedua kabupaten tersebut.
Baca Juga: KABAR GEMBIRA! Dana Desa Kabupaten Majene 2024 Cair Rp53,13 Miliar: Tertinggi se-Sulawesi Barat?
Prioritas penggunaan dana desa 2024 yakni untuk mendanai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Dana desa ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, serta penanggulangan kemiskinan.
Berikut inNalar.com rangkum daftar kabupaten di Sulawesi Barat dengan alokasi dana desa 2024 tertinggi:
1. Kab. Polewali Mandar
Kabupaten Polewali Mandar (Polman) adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat.
Jumlah penduduk di Kabupaten Polewali Mandar sekitar 455.572 jiwa.
Wilayah ini merupakan hasil pemekaran bekas Daerah Swatantra (Afdeling) Mandar yang menjadi 3 daerah tingkat II yang dimekarkan berdasarkan UU Nomor 29 tahun 1959.
Luas wilayah Polewali Mandar mencapai 2.022,30 km² dan secara administrasi pemerintahan terbagi menjadi 16 kecamatan.
Pada tahun 2024, Kabupaten Polewali Mandar berhasil mendapat alokasi dana desa senilai Rp 139.483.844.
Dana desa di Kabupaten ini digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, pelayanan kepada masyarakat desa serta mendukung program infrastruktur desa.
2. Kab. Mamasa
Di urutan kedua ada Kabupaten Mamasa, daerah ini merupakan hasil pemekaran pada tahun 2022 dari Kabupaten Polewali Mamasa yang sekarang berubah menjadi Polewali Mandar.
Pada tahun 2023 penduduk Kabupaten Mamasa berjumlah 165.310 jiwa. Wilayah tersebut terletak di dataran tinggi dan merupakan satu-satunya kabupaten yang tidak memiliki garis pantai di Sulawesi Barat.
Kabupaten Mamasa sebagian besar dihuni oleh Suku Toraja yang mayoritas beragama kristen protestan.
Berdasarkan laporan alokasi dana desa 2024 dari Kemenkeu, Kabupaten Mamasa mendapat jatah sebesar Rp 136.455.691.
3. Kab. Mamuju
Kabupaten dengan alokasi dana desa terbesar ketiga di Sulawesi Barat adalah Kabupaten Mamuju.
Daerah dengan 283.282 penduduk itu mendapat jatah dana desa sebesar Rp 84.035.275.
Kabupaten Mamuju juga menjadi ibu kota dari Provinsi Sulawesi Barat.
Wilayah pedalaman Kab. Mamuju dihuni oleh Suku Kalumpang yang wilayahnya terdapat salah satu situs neolitik tertua di Indonesia.
4. Kab. Majene
Pagu dana desa Kabupaten Majene mencapai Rp 54.134.831. Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Hal itu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan menanggulangi dari kemiskinan.
Kabupaten Majene memiliki luas wilayah 947,84 km2 dan pada tahun 2023 penduduknya berjumlah 184.664 jiwa.
Daerah tersebut terdiri dari 8 kecamatan, yakni Banggae, Banggae Timur, Pamboang, Sendana, Tammerodo, Tubo Sendana, Malunda, Ulumanda.
5. Kab. Pasangkayu
Kabupaten Pasangkayu berhasil menduduki posisi kelima sebagai Kabupaten dengan alokasi dana desa 2024 terbesar di Sulawesi Barat.
Diketahui, daerah ini berhasil mendapat dana desa senilai Rp 53.129.094.
Adapun penggunaan dana desa tersebut diatur dalam Peraturan Bupati (PERBUP) Kabupaten Pasangkayu Nomor 1 Tahun 2018.
Peraturan tersebut mengatur tentang: Penetapan rincian Dana Desa, Penyaluran Dana Desa, Penggunaan Dana Desa, Pelaporan Dana Desa, Sanksi.
6. Kab. Mamuju Tengah
Di urutan terakhir ada Kabupaten Mamuju Tengah yang mendapat alokasi dana desa sebesar Rp 50.016.055.
Kabupaten Mamuju Tengah terdiri dari 5 kecamatan dan 54 desa. Pada tahun 2023, penduduknya mencapai 139.742 jiwa.
Ibu kota Kabupaten Mamuju Tengah berada di kecamatan Tobadak.
Perlu diketahui, daerah tersebut merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Mamuju yang disahkan dalam sidang paripurna DPR R pada 2012 silam.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi