

inNalar.com – Berikut kunci jawaban pelajaran Bahasa Indonesia yang dapat dijadikan acuan untuk siswa kelas 9 SMP.
Artikel ini membahas kunci jawaban Bahasa Indonesia yang akan membantu siswa kelas 9 SMP menjawab soal yang berkaitan dengan teks “Kota Tanpa Buku”.
Teks “Kota Tanpa Buku” dapat kalian baca di buku paket Bahasa Indonesia berbasis Kurikulum Merdeka halaman 47-48.
Sementara soal yang dibahas dalam artikel ini adalah kegiatan 9, yaitu menjawab pertanyaan tentang isi teks tersebut.
Soal yang perlu dijawab terdiri dari 5 nomor. Namun, artikel ini akan berfokus menjawab nomor 1 hingga 4.
Pasalnya, kita akan mengulas jawaban yang berfokus pada teks tersebut.
Disarankan bagi kalian untuk membaca teks “Kota Tanpa Buku” terlebih dahulu sebelum membuka kunci jawaban berikut ya.
Tujuannya adalah supaya kalian dapat lebih memahami informasi yang disampaikan dari teks tersebut.
Pada dasarnya, empat soal berikut merupakan pertanyaan yang menanyakan tentang opini pribadi.
Baca Juga: Andre Taulany Gugat Cerai Rien Wartia Trigina, Apa Duduk Perkaranya?
Namun jawaban berikut akan dihadirkan sebagai inspirasi bagi kalian yang ingin mengerjakan soal berikut.
Inilah kunci jawaban soal Bahasa Indonesia kelas 9 SMP halaman 49 tentang Teks “Kota Tanpa Buku”.
1. Bagaimana perasaan kalian ketika membaca teks ini? Sebutkan alasan kalian.
Terinspirasi dan Tersentuh
Teks ini menggugah perasaan pembaca, karena penjelasannya mampu menggambarkan keajaiban dan kekayaan yang dapat ditemukan dalam buku.
Rasanya sangat istimewa karena penulis menggunakan bahasa yang penuh imajinasi, mengundang pembaca untuk merasakan kebebasan dan petualangan yang bisa ditemukan melalui membaca.
2. Menurut kalian, bagaimana pendapat penulis teks ini tentang buku?
Jawaban:
Menurut kami, sang penulis adalah pribadi yang sangat menghargai buku.
Penulis tampak memiliki pandangan yang sangat positif dan penuh penghargaan terhadap buku.
Penulis melihat buku sebagai sumber pengetahuan, imajinasi, dan kebebasan.
Kutipan dari Mohammad Hatta semakin memperkuat pandangannya tentang buku, yang digambarkannya sebagai sesuatu yang tak ternilai, bahkan dalam situasi yang paling terbatas sekalipun.
3. Menurut kalian, mengapa penulis memilih judul “Kota Tanpa Buku”?
Menurut kami, alasan judul ini dipilih oleh penulis adalah karena terdapat unsur kontras antara kata “kota” dan “buku”.
Dengan penyisipan kata “tanpa” membuat judul ini semakin menggugah rasa penasaran para pembaca.
Dimungkinkan judul ini dipilih untuk menggambarkan sebuah kontras yang tajam antara kota yang penuh dengan potensi pengetahuan dan imajinasi, dan kota yang tidak memanfaatkan sumber daya tersebut.
Judul ini juga mengundang pembaca untuk merenungkan keadaan kotanya sendiri, apakah sudah cukup mendukung literasi dan apakah masyarakatnya memanfaatkan keberadaan buku dan tempat membaca dengan baik.
4. Secara umum, apa pesan yang hendak disampaikan penulis teks ini?
Penulis tampak ingin menyampaikan pesan berikut.
a. Penulis ingin menyampaikan betapa pentingnya buku dan tempat membaca dalam pengembangan individu dan masyarakat.
Buku adalah sumber pengetahuan yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
b. Mengajak pembaca untuk ikut menghidupkan tempat membaca
Penulis mendorong pembaca untuk mengambil inisiatif dalam menghidupkan kembali perpustakaan, taman bacaan, atau toko buku di sekitarnya, dan menjadikannya pusat pengetahuan dan kebahagiaan bagi masyarakat.
c. Penulis juga mengajak pembaca untuk tidak hanya berdiam diri, tetapi juga aktif dalam mempromosikan budaya membaca, baik dengan memulai dari hal kecil seperti membuat sudut baca di rumah, maupun mengajak orang lain untuk berpartisipasi dalam kegiatan literasi.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi