

inNalar.com – Mengaku kantongi bukti tak terbantahkan bahwa Jessica Wongso pembunuh Mirna Salihin, Edi Salihin tak ingin serahkan bukti tersebut dari awal.
Pada 7 Oktober 2023 silam, ayah Mirna, Edi Salihin, berbincang bersama Karni Ilyas dalam sebuah podcast.
Dalam perbincangan tersebut, Edi mengungkapkan bahwa dirinya memiliki bukti rekaman CCTV yang menunjukkan Jessica Wongso memasukkan racun sianida ke dalam kopi Mirna Salihin.
Rekaman CCTV tersebut ia peroleh di Polda Metro Jaya bersama Tito Karnavian dan Krishna Murti.
Edi mengatakan bahwa Tito Karnavian melihat video tersebut dan berkomentar bahwa persidangan kasus kopi sianida akan ramai.
“Tahu nggak kenapa kita dulu nggak keluarkan bukti ini waktu sidang? Kita nggak mau dia dihukum mati. Biarin dia kesiksa kalo bisa seumur hidup maksud saya begitu.” ujar Edi kepada Karni Ilyas.
Baca Juga: Kasus Kopi Sianida yang Libatkan Jessica Wongso Disebut Bak Sinetron, Ini Alasannya
“Saya maunya begitu, jangan dihukum mati. Mati mah, ditembak mati selesai.” imbuhnya.
Dalam perbincangan lain, Abimanyu Wahjoewidajat atau biasa disapa abah mengomentari pernyataan Edi Salihin terkat bukti tersebut.
Melalui podcast bersama dr. Richard Lee pada 16 Oktober 2023, Abah menyebut bahwa bukti rekaman CCTV yang diduga tangan Jessica Wongso memasukkan racun itu sangat aneh.
Baca Juga: Inilah Sosok Hakim yang Vonis Toni Tamsil, Koruptor Rp300 T dengan Tiga Tahun Bui dan Denda Rp5 Ribu
Keanehan pertama yang ia temukan dalam potongan rekaman CCTV yang diduga tangan Jessica tersebut adalah terlalu di-zoom.
“Nggak mungkin suatu kafe men-zoom suatu meja tok. Ya emang dia mencurigai satu meja akan terjadi sesuatu disana? Enggak kan? Pasti wide.” ujar Abah kepada dr. Richard.
Dari keanehan bukti tersebut Abah Abimanyu merasa heran mengapa tidak diulas dan justru disembunyikan sebagai kartu AS seperti pernyataan Edi Salihin sebelumnya.
Baca Juga: Profil Toni Tamsil, Koruptor PT Timah Rp 300 Triliun Divonis 3 Tahun dan Denda Rp 5 Ribu
“Nah kalo dibilang bukti ini ditahan, katanya ini ditahan nanti kalo umpamanya ketahuan malah langsung dihukum mati. Kalo diumpetin berarti bisa dihukum seumur hidup pengen disiksa, kan gitu.” lanjut Abah.
“Nah hebat dong dia, dia bisa punya orang dalem di surga sana bisa ngatur orang bisa hukum matinya bisa diundur segala, enggaklah.” imbuhnya.
Lebih lanjut Abah mengaskan bahwa setiap orang yang sedang berkasus pasti akan mengajukan hal apapun yang akan membuktikan bahwa tersangka yang bersalah walau satu detik bukti saja.
Normalnya, orang akan memberikan segala macam bukti yang diperoleh kepada pihak penyelidik agar dipilih mana yang paling kuat untuk membuktikan kesalahan tersangka.
Abah Abimanyu kemudian menyoroti pada penyelidik yang tidak menggunakan bukti tersebut bahwa seharusnya tetap diselidiki karena tidak memiliki kepentingan apapun, berbeda dengan Edi Salihin.
Bahkan sampai ahli digital forensik juga harus mengungkapkan bukti tersebut ke persidangan sebelumnya.
Baca Juga: Sisi Baik Jessica Wongso yang Dulu Orang Lain Tidak Sadar, Terbukti Remisi Sampai Hampir 5 Tahun!
Abah menduga ada kemungkinan bahwa bukti tersebut sudah diajukan oleh kepolisian namun ditolak oleh jaksa karena dinilai terlalu lemah.
Dalam pernyataannya tersebut Abah hanya mengungkapkan kemungkinan yang paling mungkin mengapa bukti tersebut tidak digunakan dari awal persidangan.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi